business-forum

coaches

Senin, 20 Februari 2017

PERLUKAH DOKUMENTASI SOP? - By: Coach Suwito Sumargo*

Dalam sebuah diskusi dengan beberapa pebisnis, saya menemui sebuah fakta, yaitu bahwa ternyata sebagian dari mereka sudah punya SOP. Bahkan SOP-nya itu sudah terdokumentasi dengan baik.
Satu-dua pebisnis memang tampak mengerti betul tentang apa itu SOP, apa manfaatnya dan bagaimana menjaga agar SOP tersebut tetap up-to-date (sesuai dengan kebutuhan).
Tapi ada juga yang hanya punya dokumen SOP dan tak tahu bagaimana meng-implementasi-kannya secara benar dan konsisten. Entah bagaimana prosesnya, kok mereka (tahu-tahu) sudah punya SOP.
Tapi, semua orang yang hadir saat itu sepakat bahwa SOP memang dibutuhkan setiap perusahaan. Dengan adanya SOP, maka kekhawatiran akan konsistensi proses dan standar kwalitas lebih bisa teratasi.
Berikut ini cerita dari sebuah perusahaan yang sedang menyusun SOP. Kebetulan yang sedang coba disusun SOP-nya adalah urutan pekerjaan seorang koki. Koki ini sudah punya sebuah kebiasaan atau urutan tindakannya sudah terbentuk. Tentunya secara alami, setelah puluhan tahun bekerja sebagai koki.
Masalahnya, sang koki tidak lagi bisa menceritakan secara runtut dan detil, apa saja yang dia lakukan untuk menghasilkan sebuah masakan yang enak. Semua yang dilakukan sudah otomatis, dilakukan tanpa sadar.
Saya menyarankan pengamatan dari jarak dekat. Tentunya tersedia kamera video yang selalu merekam. Setiap gerak-gerik harus direkam.
Selain itu, harus diusahakan menimbang semua bahan dan bumbu yang (biasanya) hanya dijumput dengan jari atau sendok. Kita perlu tahu, berapa gram yang dibutuhkan untuk menciptakan rasa yang enak.
Ini menjadi dokumentasi SOP tahap awal. Dari sini, kita bisa menguraikan menjadi langkah-langkah yang lebih rinci. Tujuannya adalah agar mudah diduplikasi.
Bila SOP ini akhirnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja, dan memberikan hasil yang seragam/sama, maka tujuan pembuatan SOP sudah berhasil.
Tapi, muncul lagi kesulitan baru. Yaitu sang koki ternyata tidak mengijinkan orang lain menggantikan dia. Bahkan diberi pembantu pun nggak mau. Nah, ini bukan masalah SOP.
Kembali ke topik awal, ternyata menyusun SOP memang tidak mudah dan prosesnya tidak seketika. Tapi, sekali kita punya SOP, maka mutu pun bisa lebih terjaga.
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Senin, 06 Februari 2017

CEK TOKO SEBELAH - By: Coach Suwito Sumargo*

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri menonton film “Cek Toko Sebelah”. Ini gara-gara seorang client bilang film tersebut bagus. Lho...kok saya percaya begitu saja ya?
Film ber-genre komedi itu bikin perut mulas, karena adegan dan dialognya yang sangat kocak. Meskipun begitu, beberapa adegan lebih serius terselip diantara gelak tawa. Bagi saya, film ini menampilkan nilai-nilai kehidupan dalam keluarga dan bisnis.
Erwin, si bungsu, punya kemampuan mengelola bisnis. Dan itu dibuktikan saat Erwin mengelola toko ayahnya selama 1 bulan. Meski begitu, dia tak mau menduduki posisi owner selamanya. Dia memilih bekerja sebagai eksekutif untuk wilayah Asia-Pasifik. Bekerja dan mengejar karir di perusahaan lain.
Yohan, si sulung yang lebih perasa (melankolis), justru tidak dipercaya oleh Koh A Fuk (ayah). Karena dianggap tidak punya kemampuan seperti adiknya. Padahal Yohan sangat ingin meraih posisi sebagai pengelola toko, menggantikan ayahnya.
Dalam bisnis, kita sering menghadapi dilema: kemampuan atau kemauan? Saat me-rekrut karyawan pun kita menghadapi dilema ini. Sebagai senior di perusahaan sendiri pun, saya juga mengalami dilema serupa.
Kemampuan, bisa dipelajari di bangku kuliah. Atau juga bisa diajarkan saat kandidat dalam masa percobaan. Kemampuan bisa dikenali sejak awal, saat interview. Tanyakan langsung prestasi kerjanya atau baca di Curriculum Vitae (CV) nya.
Kemauan kerja seseorang lebih susah dikenali. Saya pun kadang-kadang terkecoh dengan omongan dan latar belakang kandidat. Tapi, kemauan yang kuat saja tidaklah cukup. Harus dibarengi dengan kegigihan untuk mencapai target dalam waktu singkat. Kemauan yang kuat (plus kegigihan) inilah yang harus kita buktikan saat masa percobaan. Oleh karena itu, di masa percobaan seorang kandidat harus diberi target yang tinggi, untuk membuktikan kemauan, kegigihan dan sekaligus kemampuannya.
Meski ber-genre komedi, saya menangkap pesan positif dari film Cek Toko Sebelah. Misalnya tentang bagaimana komunikasi yang terbuka bisa menyelesaikan masalah (keluarga). Atau tentang kerendahan hati seorang A Fuk yang akhirnya mau mengalah dan mengubur ego nya dalam memilih penerus.
Bagi saya, film ini mengingatkan: jangan hanya kemampuan saja yang diutamakan. Tapi juga kemauan dan kegigihan. Dan yang terakhir ini harus diuji saat masa percobaan. 
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                       
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Senin, 23 Januari 2017

PENGHARGAAN IMMATERIAL - By: Coach Suwito Sumargo*

Ini hanya cerita aja...
Saat wawancara, saya bertanya : Kenapa Anda keluar dari perusahaan setelah bekerja hampir 10 tahun dan jabatan Anda bagus?
Si pelamar berkata: Boss saya berubah. Dulu, saya orang dekatnya Boss. Saya sering diajak omong dan pendapat saya didengar. Sekarang, setelah perusahaan makin besar, Boss jarang menyapa.
Percakapan seperti ini cukup sering saya dengar, ketika sesama recruiter bertemu dan bertukar pengalaman.
Iseng-iseng saya pun bertanya ke teman-teman : Sebetulnya, apa sih yang mereka (karyawan) cari? Dah dapat jabatan bagus, kok masih ndak kerasan juga?
Perlakuan khusus dari seorang Boss ke karyawannya, tentu menyenangkan. Diajak omong dan diperhatikan pendapatnya, merupakan bentuk penghargaan dari Boss ke karyawan. Ini menyenangkan dan membanggakan. Dan ini merupakan bagian dari sistem imbalan (remunerasi, penggajian). Penghargaan immaterial justru sangat diharapkan oleh kebanyakan karyawan.
Ketika perusahaan menjadi besar, penghargaan immaterial tidak boleh ditinggalkan. Bentuk penghargaan immaterial dan cara penyampaiannya bisa saja berubah. Tapi jangan dihilangkan.
Karyawan itu manusia dan ingin diperlakukan manusiawi.

Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Kamis, 22 Desember 2016

LIBUR...LIBUR - By: BARACoaching - ActionCOACH Surabaya

Tanpa terasa kita telah mencapai penghujung tahun 2016.  Evaluasi bisnis kita selama 2016 (semoga) telah dilakukan. Kita dapat melihat apa yang telah berhasil dan sukses yang kita buat, kita juga dapat melihat kegagalan dan hal-hal tidak baik yang kita telah lakukan. Bahkan, sebaiknya kita bisa melihat kesempatan-kesempatan apa saja yang telah kita lewatkan. Bisa karena tidak kita lihat atau kita tidak siap.
Nah, apapun hasilnya kita terima dengan semangat untuk berbuat lebih baik lagi di tahun 2017. Sekarang saatnya berilibur. Berliburlah dengan gembira dan benar-benar berlibur. Jangan sampai anda berlibur sambil bekerja dan bahkan jangan bekerja sambil berlibur.
Enjoy your time, spend good time with your family. Karena anda bekerja hasilnya juga untuk mereka. Liburan akan sangat bermanfaat untuk anda, gunanya :
1. Anda bisa recharge dan reboot diri anda sebagai orang paling penting di perusahaan. We need our most important person in the company to stay fresh and full of energy setiap waktu.
2. Hubungan yang lebih harmonis dan berkualitas dengan keluarga anda. Anda akan spent 24 hours with them. Anda akan lebih mengenal dan memahami mereka. You’ll surprise…..!! 
3. Anda bisa melihat sejauh mana sistem dan team anda bekerja tanpa anda. Waktu berlibur adalah waktu dimana anda mendelegasikan tugas
4. Anda bisa melihat dunia luar selain perusahaan anda dengan perspektif berbeda, daripada ketika anda sedang bekerja. Anda akan bisa mendapatkan ide-ide baru dari yang anda lihat.
5. Jangan cheat atau curang. Berliburlah dengan senang, kalau anda masih pegang smartphone atau laptop anda untuk bekerja, berarti anda hanya pindah kerja.
LIBUR...LIBUR.
YOU DESERVE IT...AND IT’S INVESTMENT.

Salam The NEXT Level!

Senin, 14 November 2016

INVEST DI PROPERTY, BIJAKKAH? - By: Coach Suwito Sumargo*

Banyak pemilik bisnis yang termangu, ketika harga property mendadak naik gila-gilaan. Mereka menyesali, kenapa tidak sedari dulu membeli property? Berdasar pengalaman sebelumnya, maka orang pun mulai ngotot membeli property. Kata mereka: Ini investasi masa depan. Harga property tidak pernah turun. Nah, seperti judul diatas : Bijakkah?
Saya bukan orang yang antipati dengan para 'investor' property. Saya juga bukan expert di bidang property. Tapi, kali ini saya ingin mengajak Anda untuk melihat dari sudut yang berbeda. Pernah tahu A-S-P-C? Asset - Sales - Profit – Cash. Ini sering saya pakai dalam menjelaskan sisi keuangan dari sebuah perusahaan.
Konsep ini saya kutip dari buku The Ultimate Blueprint or an Insanely Successful Business, karangan Keith J. Cunningham.
Dalam menjalankan usaha, kita perlu asset atau modal. Asset ini dibutuhkan untuk menggerakkan atau menghasilkan sales atau penjualan. Bila kita berhasil menemukan formulanya, maka kita hanya butuh sedikit modal untuk menghasilkan penjualan sebesar-besarnya. Dan formula ini bisa berbeda-beda antara satu bisnis dengan yang lainnya. Atau bisa berbeda-beda antara satu pebisnis dengan yang lainnya.
Sales akan menghasilkan profit atau laba. Tentu saja, profit adalah salah satu tujuan kita dalam berbisnis. Dan pengusaha yang jempolan tentu bisa menghasilkan profit optimal. Akhirnya, profit itu harus berwujud uang cash (dana tunai) di tangan kita.
Profit yang hanya tercatat saja di laporan keuangan, tentu tidak cukup bermakna. Profit yang masih diawang-awang, karena masih harus ditagih, tidak bisa memberikan rasa lega, bukan? Nah, setelah duit ditangan, kita seringkali silau (atau khilaf). Seringkali kita berpikiran pendek: ini keuntungan yang jadi hak saya, dan bisa dibelanjakan untuk apa saja.
Dan orang pun seringkali membelanjakannya menjadi property. Property yang dikemudian hari akan naik harganya. Kembali ke pertanyaan saya: Bijakkah?
Mari kita cermati satu persatu dan tolong jawab pertanyaan berikut ini :
1.    Apakah kita masih memiliki hutang? Mana yang lebih penting, menggunakan dana tunai yang ada untuk membayar (melunasi) hutang atau menggunakannya untuk membeli property?
2.    Apakah untuk mendorong sales yang lebih profitable, kita perlu menambah asset (modal)? Mana yang lebih penting, menambahkan dana tunai ini untuk memperkuat modal, atau membeli property?
3.    Apakah kita punya rencana ekspansi? Mana yang lebih penting, menggunakan dana tunai ini untuk mewujudkan ekspansi atau membeli property?
4.    Apakah untuk meningkatkan sales, kita membutuhkan dana untuk membiayai program marketing? Mana yang lebih penting, menggunakan dana tunai ini untuk program marketing atau membeli property?
Dan kita pun masih bisa mempertanyakan banyak hal, mana yang lebih penting, ......atau membeli property? Bagaimana keputusan Anda, masih tetap ingin membeli property?
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Kamis, 10 November 2016

DONALD TRUMP DAN BISNIS KITA - By: BARACoaching-ActionCOACH Surabaya

Berita terbaru hari ini? Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat mengalahkan Hillary Clinton yang sebelumnya diunggulkan oleh berbagai media analis, bahkan mungkin beberapa dari kita.  Selamat buat Mr. Trump.
Apa yang bisa kita lihat dari proses mencapai kemenangan ini sebagai pemilik bisnis? Saya melihat ada beberapa hal yang dapat kita adopsi untuk kepentingan bisnis kita.
1.       Pilih customer dan segmen market kita.
Donald Trump tahu bahwa dia tidak akan dapat mengambil semua vote untuk dirinya sendiri. Dia menawarkan pilhan program yang bagi sebagian orang  membuat tidak nyaman. Tapi buat sebagian yang lain ini adalah pilihan terbaik mereka. Target dia adalah pemilik suara berkulit putih.

2.       Percaya Diri .
Trump tidak pernah memegang jabatan publik dan tak punya pengalaman sebagai politikus. Tidak tampil bagus di acara debat. Ada beberapa kasus. Tetapi dia tidak mundur dan tetap percaya diri dengan apa yang dia lakukan. Kampanye yang dia lakukan juga tidak hebat-hebat sekali, bahkan lebih banyak mengandalkan terjun langsung ke lapangan.

3.       Tim yang solid.
Dukungan dari tim sukses dan keluarga. Walaupun didera dengan berbagai macam berita dan skandal. Mereka tetap satu untuk mencapai tujuan. Dan tidak ada kata menyerah bagi mereka, karena dalam dunia nyata yang berhasil adalah yang menang. Dan mereka mempunyai:

4.       Target yang jelas dan sama yaitu kemenangan.

Anda masih punya beberapa yang lain? Silahkan tambahkan sendiri dan jadikan pertimbangan anda dalam menentukan langkah dalam berbisnis.

Salam The NEXT Level!

Kamis, 03 November 2016

COMPETITIVENESS - By: BARACoaching-ActionCOACH Surabaya

Lim Swee Say baru-baru ini mengatakan bahwa competitiveness di dalam menawarkan produk dan jasa akan semakin berkurang.
Dalam pidatonya, Menteri Tenaga Kerja Singapura ini menyatakan, Singapura perlu meningkatkan produktifitas karyawannya agar pertumbuhan ekonomi lebih baik. Beliau menjelaskan, peningkatan produktifitas lebih rendah daripada penambahan upah, maka competitiveness akan berkurang. Pidato ini disampaikan pada SPF Productivity Conference and Exhibition 2016.
"Bayangkan: bila kita membiarkan kompetitor yang mempunyai harga lebih murah daripada kita untuk menjadi lebih baik dari kita, maka satu saat mereka akan menjadi lebih murah dan lebih baik dari kita. Demikian juga apabila kita membiarkan kompetitor yang lebih baik dari kita menjadi juga lebih murah maka mereka akan menjadi lebih baik dan lebih murah dari kita. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.”
"Satu-satunya jalan keluar adalah meningkatkan produktifitas kita. Dengan edukasi dan skill yang lebih baik, siapapun yang nantinya masuk ke dalam lapangan pekerjaan baru akan mempunyai kemampuan berbeda dari yang meninggalkan pekerjaan tersebut.”
Perusahaan di Singapura telah mendapat peringatan dari Menteri mereka tentang meningkatkan produktifitas. Sebagai business owner kita juga harus melihat apakah produktifitas perusahaan kita masih punya peluang untuk ditingkatkan.
Maka jangan buang waktu lagi. Tingkatkan produktifitas perusahaan anda, agar perusahaan anda tidak hanya menjadi lebih kuat tetapi juga bisa meningkatkan competitiveness di market, sehingga omset bertambah dan demikian juga profit anda.

Salam The NEXT Level!