business-forum

coaches

Kamis, 28 Juli 2016

MEMAAFKAN - By: ActionCOACH BARACoaching

Dalam perjalanan kembali ke Surabaya, seperti biasa saya "membunuh" waktu dengan mampir di toko buku. Umumnya "windows shopping", tapi sering-sering akhirnya beli juga :D. 
Kali ini pada saat "browsing" beberapa buku, saya melewati rak majalah, dan di cover salah "dua" majalah ada judul yang mirip, judul artikelnya, "Manfaat Memaafkan" edisi bulan Agustus 2016. 
Dari judul inilah saya terinspirasi menuliskan artikel ini.
Memaafkan adalah keputusan yang diambil untuk "let go" segala sesuatu yang mengganjal di hati atau kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh orang lain terhadap kita. Memaafkan juga berlaku untuk diri sendiri, memaafkan diri sendiri untuk kesalahan yang kita perbuat dan mengambil nilai positif dari kesalahan tersebut, kemudian "move on".
Apa korelasi langkah ini dengan bisnis kita? Sebagai pemilik bisnis tentu kita juga manusia biasa (kalau ada yang superman mesti ngaku kali ya :D) yang mengalami kejadian-kejadian di bisnis kita sehari-hari, yang juga tidak terlepas dari salah dan maaf.
Tantangannya, jika kita bukan saja tidak bisa move on tetapi juga menyimpan kesalahan-kesalahan ini, dalam bisnis ada konsekuensi-nya. Misalnya, jika kita pernah ditipu oleh pelanggan, apakah kita kapok dengan tidak mencari pelanggan baru atau belajar cara-cara proteksi cerdas supaya tidak tertipu lagi, pilihan di tangan Anda. Keputusan kita untuk memaafkan, mencari cara yang lebih baik dan move on, menentukan keberhasilan kita. Semakin kita takut untuk mengambil langkah (dengan resiko-resiko yang bisa dihitung tentu) semakin lambatlah kemajuan usaha kita.
Cobalah mencari tahu, hal-hal apa yang tidak bisa kita lepaskan yang memperlambat kemajuan bisnis kita? Dengan pelanggan? Suplier? Saudara? Pegawai?
Selamat memberi maaf dan move on :).

Salam The NEXT Level!

Senin, 25 Juli 2016

MANAJEMEN HARTA - By: Coach Suwito Sumargo*

Suatu ketika, seorang pengusaha mengeluh : 'Puluhan tahun berbisnis, harta saya habis'. Saya pun bertanya : 'Kok bisa, apa yang terjadi?'
Beliau bercerita : 'Saldo di bank nyaris segitu-segitu aja. Padahal saya sudah berbisnis lebih dari 20 tahun'. Siang itu kami berdiskusi, mencari tahu kemana larinya si harta itu.
Yang pertama, kami definisikan dulu tentang apa yang dimaksud dengan 'HARTA'.
Harta yang kami perbincangkan ini adalah harta yang berwujud (terlihat) dan bisa diuangkan. Dengan kata lain, ada nilai rupiah-nya. Karena, selain harta di atas masih ada harta lain, misalnya kecerdasan, kreatifitas, reputasi, dan lain-lain yang tidak berwujud dan sulit diuangkan.
Ada juga harta lain yang berwujud, tapi sulit di-rupiah-kan, misal karyawan.
Harta kita ini mesti dicatat dengan tertib. Dan dikelompokkan sesuai kaidah akuntansi. Misal : harta berupa bangunan, mesin dan kendaraan dikelompokkan sebagai harta yang tak lancar dan harus disusutkan nilainya seiring waktu. Asal tahu saja, untuk penyusutan ini ada formula dan aturannya.
Lalu, ada harta yang berupa sejumlah uang di bank, baik berupa deposito atau tabungan. Ada juga harta yang berupa sediaan/stok barang, baik bahan baku maupun produk jadi.
Ada harta lain yang tersamar yaitu yang berupa Piutang. Ini harus diwaspadai. Berbeda dengan harta yang tersimpan di Bank, harta yang berupa Piutang ini sulit dikontrol dan tidak sepenuhnya aman. Bahkan sering kali terancam hilang, karena tak terbayar.
Cermati harta kita dengan melakukan pencatatan secara teratur. Dan lakukan evaluasi secara berkala, untuk menghitung kecukupan harta, terutama bila kita masih punya hutang/kewajiban kepada pihak lain. Kemudian, kita harus senantiasa hati-hati dalam belanja dan pengeluaran agar tidak melebihi batas aman. Karena itu bisa berbahaya, terutama bila posisi harta lancar terbatas.
Akhirnya, perbincangan kami berujung pada sebuah formula, yaitu :
Total Harta = Kas + Bank + Sediaan + Piutang - Hutang.
Hati-hati bila : Hutang > atau = Piutang + Sediaan + Kas + Bank.
Note : Sediaan = Stok.
Apakah kita punya catatan tentang Harta dan kecukupannya? 

Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Kamis, 21 Juli 2016

JULY SURPRISE!

Berikan komen (pendapat dan pengalaman Anda) di salah satu artikel kami bulan Juni-Juli.
Komen terpilih akan mendapatkan kesempatan FREE konsultasi bisnis..
Langsung dengan COACH bertaraf Internasional.


Salam The NEXT Level!

Kamis, 14 Juli 2016

POKEMON GO - By: ActionCOACH BARACoaching

Seorang teman yang baru saja bepergian ke Amerika menceritakan fenomena baru yaitu "Pokémon Go". Kemana saja pergi, di kerumunan orang, biasanya para remaja, dia menemukan mereka sedang bermain Pokémon Go. 
Game ini dirilis di Amerika & New Zealand pada 6 Juli 2016, dan langsung mendapat permintaan tinggi sehingga oleh CEO Niantic, John Hanke ditangguhkan rilis-nya di negara lain sambil melakukan beberapa perbaikan.
Hanya dalam waktu 24 jam setelah dirilis, Pokémon Go menduduki rating tertinggi di apps store baik di Apple Store maupun di Google Play. Hanya dalam waktu 5 hari setelah rilis,  games ini diperkirakan telah didownload 7,5 juta kali dan di-instal di lebih dari 5% android smartphone hanya di Amerika saja.
Terlepas dari kontroversi tentang beberapa kejadian negatif yang melibatkan pemain pokemon go, game ini diklaim sebagai permainan yang melibatkan aktifitas fisik di luar rumah.
Pokémon Go menggunakan GPS dan jam handphone kita untuk mengetahui dimana dan kapan kita berada dalam game tersebut, membuat pokemon "muncul" di sekitar Anda. Ide-nya adalah mendorong Anda untuk berjalan di "real world" untuk menangkap pokemon dalam game. 
Gabungan antara game dan interaksi dunia nyata disebut "augmented reality".
Jadi, bagaimana pembuat games ini bisa mendapat "uang"? Pemain games dapat membeli barang-barang perlengkapan di tokonya dengan uang nyata. Selain menjual data pengguna games yang mereka kumpulkan (hal ini tidak dipastikan, tapi kemungkinan dilakukan :))
Pokémon Go menggunakan goggle maps sebagai platform games-nya di dunia nyata, seperti beberapa apps lain yang menggunakan maps yang sama (Uber contohnya).
Apakah bisnis atau layanan kita bisa menggunakan tools yang tersedia secara online dengan biaya relatif rendah dan efektif?
Jika ya, apakah kita bisa mengeksplorasi lebih jauh sumber-sumber ini? 
Sumber-sumber online bukan hanya sekedar website/ promo online/ online store atau sosial media, namun ada sumber lain yang bisa kita gunakan. Siap naik ke level berikutnya?


Salam The NEXT Level!                           

Kamis, 30 Juni 2016

INNER BEAUTY - By: ActionCOACH BARACoaching

Meski penampilan memegang peranan penting, terutama untuk memberi kesan pertama (namanya kesan pertama artinya tidak ada kesempatan kedua kan?), namun tidak boleh dilupakan "kecantikan dari dalam" yang bahasa kerennya "inner beauty".
Karena inilah hal berikutnya yang memperkuat kesan pertama dan biasanya bersifat jangka panjang. Perempuan yang punya keduanya secara seimbang dijamin bakal menarik bagi orang lain dan menjadi idaman. Semakin mengenal semakin cantik! Wow!
Tantangannya, membangun "inner beauty" perlu waktu. Logikanya, jika dampaknya jangka panjang, usaha untuk membangunnya tentu juga memerlukan usaha yang jangka panjang/ proses.
Ups, jangan salah tangkap, ini bukan hanya membicarakan tentang perempuan, namun di dalam bisnis pun, kita mengenal juga "outer" dan "inner beauty". Biasanya usaha-usaha marketing dimana kita ingin menarik orang lain mendekat, kesan pertama sangat penting, ini yang saya sebut "outer beauty". Segala sesuatu yang langsung bisa dilihat oleh orang lain termasuk dalam kategori "outer", contohnya: packaging, promo visual, SPG, desain outlet, iklan-iklan, dan lain sebagainya.
Lalu, apa yang dimaksud sebagai "inner beauty"? Membuat sistem, monitor, perbaikan struktur organisasi, proses bisnis, membina, mengenali potensi dan mengelola orang, melakukan pelatihan, mengoptimalkan sumber daya sehingga menghasilkan keuntungan. Merancang proses keuangan, mengendalikan anggaran, disiplin pengeluaran, mengamati pemasukan, menganalisa hal-hal apa yang perlu dianggarkan dan mana yang harus dihemat, dan masih banyak lagi contoh-contohnya.
Semua proses yang disebutkan di atas, tidak dapat langsung dilihat oleh orang di luar perusahaan, semuanya dikerjakan di dalam. Semakin konsisten dilakukan, semakin baik dampaknya. Perusahaan yang mampu menyeimbangkan "inner" dan "outer" ini yang disebut  "semakin mengenal semakin cantik!" Keduanya penting, perlu usaha, biaya dan disiplin tinggi.
Jika bisa memainkan keduanya dengan baik, saya percaya Anda bukan hanya mampu menghadapi persaingan tetapi juga memenangkannya.
Semoga bermanfaat.

Salam The NEXT Level!                           

Senin, 27 Juni 2016

REKOMENDASI? - By: Coach Suwito Sumargo*

Salah satu aspek penting dalam Recruitment adalah Rekomendasi. Rasanya wajar saja bila kita mendahulukan kandidat yang direkomendasikan oleh teman, rekan bisnis dan keluarga. Tapi, yang sering terjadi adalah kandidat yang direkomendasi ternyata tidak bagus-bagus amat performance-nya. Jadi, bagaimana baiknya?
Coba kita cermati apa yang biasanya terjadi. Suatu hari, pak Riyan (pengusaha ekspedisi) bertanya ke karibnya, pak Sam.
"Pak Sam, punya kenalan yang sedang cari kerja?"
"Ehm...Oh ada, orangnya masih muda dan genit pula. Dulu pernah ikut saya sebentar, tapi sekarang sudah berhenti."
"Apakah pak Sam masih punya kontaknya? Atau saya minta tolong disampaikan ke dia, kapan-kapan minta dia untuk menemui saya."
Itu cuplikan percakapan pak Ryan dan pak Sam.
Singkat cerita, Doni (orang muda yang diceritakan pak Sam) pun akhirnya diterima kerja di perusahaan pak Ryan. Tanpa seleksi yang rumit, pak Ryan hanya menanyakan apa saja pekerjaan dia saat ini dan apakah Doni bersedia pindah kerja?
Tampaknya pak Ryan terkesan dengan apa yang disampaikan Doni saat interview. Apa yang disampaikan Doni, cocok dengan cerita pak Sam. Ternyata, setelah beberapa waktu, baru kelihatan karakter aslinya Doni.
Kita ini sering percaya saja atas rekomendasi yang diberikan. Terutama bila rekomendasi itu datang dari orang yang sudah kita kenal. Padahal, si pemberi rekomendasi belum tentu kenal betul dengan si calon karyawan. Atau si pemberi rekomendasi bukan seorang yang jeli dalam mengamati karakter seseorang. Bahkan si pemberi rekomendasi bukan seorang yang kompeten dalam menilai karakter dan performance.
Dalam menyeleksi seorang pelamar, sebaiknya kita sudah punya kriteria yang jelas tentang kompetensi dan karakter yang wajib dimiliki seorang kandidat. Kompetensi dan karakter yang dibutuhkan adalah yang sesuai dengan jabatan atau pekerjaannya.
Misalnya, kita butuh seseorang yang mampu bekerja mandiri di posisi admin/ accounting. Maka sebaiknya si pelamar kita pastikan punya keahlian di bidang accounting. Dan punya integritas yang baik.
Apakah kita sudah punya kriteria tentang kompetensi dan karakter untuk setiap posisi penting di perusahaan kita?

Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Kamis, 23 Juni 2016

TUA TIDAK SELALU GAPTEK - BARACoaching Surabaya

Sebuah iklan asuransi mobil yang baru saja saya lihat di salah satu TV swasta menggambarkan, mudahnya mengurus pelaporan claim jika mobil mengalami kecelakaan. Di iklan itu, pemeran-nya (maaf) sudah berumur dan suasananya di area pedesaan. Mobilnya pun model mobil bak terbuka untuk angkut barang. Pemilihan pemeran dan suasana ini brilian, karena penyampaian pesannya jadi jelas sekali.
Iklan ini memberi solusi buat pengurusan claim asuransi mobil yang biasanya ribet, pemilik mobil wajib datang ke kantor asuransi untuk diperiksa kondisi mobilnya. Pesan utama iklan adalah menggunakan foto pun bisa untuk laporan claim, bahkan orang berumur pun bisa (konon, kalau orang berumur kan gaptek :D). Bukan hanya memberi solusi kemudahan bagi pelanggan, namun juga menyampaikannya dengan tepat. Bravo!
Pelajaran apa yang kita bisa kita pelajari?
1.       Awareness
Perusahaan menyadari jika ada kesulitan yang dihadapi oleh pelanggan atau calon pelanggan. Bagaimana cara menemukan kesulitan yang dialami pelanggan? Cara yang paling mudah adalah bertanya kepada mereka. 
Cara lainnya adalah mendata komplain dari pelanggan atau menanyakan kepada staf kita apa keluhan yang disampaikan di lapangan (contohnya di toko/ outlet kita, pada saat pengiriman, pada saat pembayaran, dan lain-lain).
2.       Find Solution
Mengusahakan mencari cara mempermudah pelanggan. Menyesuaikan dan mempersiapkan proses internal di perusahaan. Dari semua yang ditemukan di poin 2, kita bisa membuat ranking mana kesulitan pelanggan yang jika diberikan solusi-nya dapat sangat membantu mereka.
Misalnya: menyediakan jasa pembayaran yang bervariasi, atau memberi kredit bekerjasama dengan pihak ketiga, otomatisasi proses sehingga lebih cepat, memperpendek proses antrian, dan lain-lain.
3.       Communication
Menyampaikan bahwa perusahaan menyadari kesulitan pelanggan, mencari solusi dan menemukan solusi (proses). Komunikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, terutama karena dengan teknologi pilihannya menjadi lebih bervariasi.
Semoga bermanfaat. 
Salam The NEXT Level!