business-forum

coaches

Tampilkan posting dengan label strategic alliance. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label strategic alliance. Tampilkan semua posting

Sabtu, 26 September 2015

SIAPA BILANG ORANG “INTROVERT” TIDAK BISA MENJUAL?

Dalam dunia penjualan (sales), seringkali mereka yang punya kepribadian introvert (tertutup) merasa ‘minder’ atau tidak percaya diri. Hal ini karena orang-orang introvert dianggap kurang mampu menghasilkan penjualan dibanding orang-orang extrovert, yang lebih terbuka terhadap calon pembeli.
Erfina Hakim, dalam training untuk tim PT. Iklan Pos Nusantara berujar sebaliknya. Justru mereka yang punya pribadi introvert lebih berpotensi menghasilkan kerjasama penjualan yang sangat menguntungkan. Kenapa? Semua dipaparkan dalam “Practical Sales Training”, Rabu (16/09/15) lalu.
Pada sesi awal, Erfina menjelaskan apa saja bekal seorang tenaga sales dan marketing. Pertama, pantang memiliki mental block. Salah satu yang bisa menghambat pikiran kita untuk maju adalah adanya mental block dalam diri kita. Hal ini sering terjadi ketika kita meremehkan atau diremehkan orang lain (underestimate/d).
“Karena itu, tantang diri Anda. Pecahkan rekor diri sendiri, untuk selalu mendapatkan lebih dan lebih,” tegas wanita yang lebih dari 17 tahun bergelut dengan dunia sales ini.
Bekal kedua, live with passion. Ada beberapa cara simpel mengenali, apakah kita punya passion ‘menjual’ atau tidak. Diantaranya, jika mampu mengendalikan bagaimana kita bekerja, merasa cakap melakukan, dan terus bisa meningkatkan. Selain itu, passion bisa dilihat bila pekerjaan kita memberi pengaruh atau kontribusi pada perusahaan.
Banyak hal diajarkan dalam training berdurasi kurang lebih 4 jam ini. Selain bekal seorang sales dan marketing, juga diberikan poin penting bagaimana langkah-langkah mudah dalam practical sales skills.
Langkah awal adalah proses mengenali diri sendiri. Pribadi introvert lebih sabar dan banyak mendengarkan keluhan serta kemauan calon pembeli. Sedangkan ekstrovert, sesuai dengan kepribadiannya, sesekali malah keluar dari prosedur penjualan.
“Dengan mengenali diri akan memudahkan kita memilih, akan menjual dengan menggunakan hard selling atau soft selling,” ujar Erfina.
Selanjutnya adalah mengawali aktivitas melalui media yang mengakomodir kemampuan diri, baik melalui sales call maupun kunjungan (tatap muka langsung dengan calon pembeli). Pada langkah ini, Erfina menegaskan wajib ada prinsip kesejajaran antara diri dengan prospek atau calon pembeli, serta senantiasa mencari cara termudah dan paling efektif dilakukan. 
“Tenaga sales dengan kepribadian introvert mungkin hanya dapat mengikat beberapa orang dalam bisnisnya, tetapi sedikit orang itu terus menghasilkan kerjasama yang sangat luar biasa menguntungkan. Kenapa? Karena orang-orang introvert lebih tekun, sehingga mereka cenderung punya teknik menggali lebih dalam,” papar trainer yang punya passion mengajar ini.
Selain teori, acara yang berlangsung di Ballroom BARACoaching Surabaya ini juga diwarnai dengan games seru untuk mengenali kepribadian. Di samping itu, edukasi tentang teknik menjual terhadap subyek target yang berbeda. Bagaimana tips menjual untuk orang dengan tipe Dominan (Koleris), Influence (Sanguin), Steadiness (Plegmatis), maupun Compliance (Melankolis).
Erfina berharap, para peserta training bisa lebih mampu men-challenge diri sendiri, mencari cara paling mudah untuk ‘jualan’ yang sesuai dengan kepribadiannya.

“Bagi orang-orang extrovert jangan mudah atau terlalu over confidence, merasa jago dalam menjual. Sebaliknya, bagi yang introvert jangan merasa gak punya kemampuan menjual. Karena sesuai pengalaman di lapangan, sebetulnya teknik-teknik introvert yang lebih berkualitas menghasilkan pelanggan yang loyal. Dan lebih penting lagi, bukan masalah extrovert atau introvert, tapi bagaimana mengcombine teknik keduanya untuk meraup angka penjualan tinggi.”

Kamis, 26 Maret 2015

SIASAT CERDAS AGAR BAYAR PAJAK LEBIH MURAH

Selain forum bisnis, BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) juga mengadakan seminar pajak bertajuk “Siasat Cerdas Agar Bayar Pajak Lebih Murah”, Kamis (19/03/15) lalu. Acara ini diadakan sebagai bentuk kerjasama dengan konsultan pajak ternama di Surabaya, PT. Karunia Mitra Bersatu.
Dwie Ratna Winarsih, selaku pembicara bertutur, selama ini wajib pajak hanya dibebani dengan kewajiban-kewajiban apa saja yang harus dilakukan atau dibayarkan.
“Jika kita datang ke kantor pajak, selalu yang digembor-gemborkan adalah kewajiban kita, tanpa dikasih tahu hak kita sebagai wajib pajak sebenarnya seperti apa. Karenanya, banyak yang kemudian berpikir pajak itu hanya membebani dan dipersepsikan sebagai biaya” papar bu Dwie.
Selanjutnya, wanita yang sekaligus founder PT. Karunia Mitra Bersatu tersebut juga menjelaskan hak-hak apa saja yang diterima wajib pajak, agar tidak bayar pajak lebih mahal dari yang seharusnya dibayar. Beberapa hal yang perlu dipahami, yang pertama adalah sistem perpajakan di Indonesia menganut sistem Self-Asesment bagi semua orang yang tinggal dan memiliki penghasilan di Indonesia.
Kedua, tertib administrasi. Dalam artian kesalahan laporan ataupun kesalahan hitung dan juga kesalahan administrasi perpajakan menjadi tanggung jawab wajib pajak masing-masing. Karena itu, sangat diperlukan pemahaman tentang apa saja hak dan kewajiban wajib pajak.
Pemahaman ini merupakan pendukung buat kita untuk dapat menentukan tarif pajak yang paling sesuai dan mudah, menurut kebutuhan bisnis kita. Jika tidak, maka pajak bisa jadi ‘bom waktu’ buat kita.
Coach Ruaniwati, dari BARACoaching Surabaya bertutur, kerjasama ini merupakan bentuk dari pengejawantahan salah satu visi dari ActionCOACH yaitu edukasi.
“Seminar ini bertujuan untuk memberikan update kepada pebisnis tentang aturan-aturan baru, strategi melakukan perencanaan pajak, serta memberikan informasi yang benar tentang pajak untuk para pebisnis. Sesuai dengan visi ActionCOACH, kami berharap acara ini bisa memberikan edukasi kepada para pebisnis untuk bisa mengatur atau memanage usahanya terutama berkaitan dengan perpajakan.”  

Jumat, 03 Oktober 2014

PELANGGAN MAKIN LENGKET DENGAN MAGNET ‘CINTA’


Dalam hidup berbisnis, manajemen cinta bukan hanya berlaku buat pasangan saja. Namun juga untuk konsumen, agar mereka ‘lengket’ bahkan ‘manut’ dengan kita. Bagaimana caranya?
Coach Humphrey Rusli, dalam acara yang dihelat SHE Radio : SHE & Friends Festival bertajuk “Me and Family”, memaparkan 5 jurus marketing CINTA agar konsumen menjadi loyal. CINTA, menurut pelatih bisnis kelas dunia ini merupakan akronim dari Ceritakanlah (C), Investasi (I), Niat (N), Tanya (T), dan Asik (A).
“C, Ceritakanlah aturan maen perusahaan. Aturan perusahaan itu seperti cara pembayaran, bagaimana aturan deliverynya, kalau umpama pakai sistem hutang, aturannya seperti apa, dan banyak lagi. Tujuannya agar konsumen tidak kaget dengan aturan yang ada,” tutur coach Humphrey di acara yang berlangsung pada Sabtu (27/09/14) ini.
Sedangkan I adalah singkatan dari Investasi, artinya pemilik bisnis harus selalu berusaha meningkatkan pelayanan, yang bisa dilihat dan dirasakan konsumen. Misal, seseorang punya bisnis kos-kosan, maka untuk menarik kecintaan konsumen, terus melakukan peningkatan dan pemeliharaan fasilitas, serta pelayanan yang bagus.
Jurus berikutnya adalah Niat (N). Bangunlah bisnis dengan niat yang bagus. Dalam artian peraturan yang dibuat tidak menunjukkan kita menang sendiri.  Seorang laki-laki pernah mampir ke sebuah gerai martabak dan memesan secangkir kopi. Ketika akan membayar, sang pemilik gerai berkata laki-laki itu tidak perlu membayarnya, karena gerainya memang menjual martabak saja, tidak kopi.
 Dalam menjalankan bisnis, janganlah kita menyalahi aturan yang telah kita buat sendiri. Berjalanlah ‘lurus’ sehingga konsumen akan lebih percaya dengan kita.
“Jurus keempat, T atau Tanya bisa diartikan dengan selalu melakukan survey kepada pelanggan. Ada 3 manfaat yang bisa diambil. Selain bisa tahu apa yang menjadi keinginan konsumen, pengusaha bisa menjalin silaturahmi dengan konsumen, dan konsumen bisa merasa bahwa peraturan yang ada (setelah survey dilakukan) berasal dari dan untuk mereka,” tutur Coach of The Year Indonesia 2014 ini.
Yang terakhir adalah Asik (A). Punya bisnis itu harus eksis dan care dengan konsumen. Kita bisa mengadakan semacam event atau acara, untuk menunjukkan keeksisan usaha kita. Selain acara, bisa juga dengan membentuk sebuah komunitas atau perkumpulan yang menunjukkan identitas usaha.
Edukasi bisnis yang diberikan coach Humphrey lebih pada bentuk dialog aktif. Para peserta, yang sebagian besar juga merupakan pendengar setia SHE Radio, mengaku puas dengan penjelasan Coach Humphrey yang ringan dan mudah dicerna.
Satu diantaranya, Ibu Suci yang awalnya tidak tahu tentang cara menarik konsumen. Perempuan asal Sidoarjo ini mengaku jadi mantap untuk memulai sebuah usaha bisnis. 

Sabtu, 08 Maret 2014

Kerjasama SURYA - TEKANKAN PENTINGNYA SISTEM DEFAULT


Jangan pernah mengubah sistem tanpa melakukan pencatatan atau dokumentasi sistem sebelumnya. Itulah inti dari edukasi bisnis yang diadakan oleh Harian SURYA bekerjasama dengan BARACoaching (ActionCOACH East Java-Bali), Rabu (26/02) lalu. Acara yang bertempat di kantor pusat Harian SURYA ini bertajuk “Designing Your Business To The Next Level”.
“Pada intinya, sistem itu adalah aturan main. Ada beberapa kendala atau tantangan ketika sistem baru dibuat. Salah satu tantangan terbesarnya adalah adanya resistensi terhadap perubahan sistem,” kata Humphrey Rusli selaku COO (Chief Operating Officer) BARACoaching sekaligus pembicara dalam acara ini.   
Mengatasi hal tersebut, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika membuat satu perubahan atau sistem baru. Dasar pertama yaitu mengetahui cara kerja kita seperti apa. Selain mengetahui, manajemen juga harus mengakui kerja timnya. Setelah itu membandingkan (compare) cara kerja sekarang dengan tercapainya tujuan. Terakhir, melakukan koreksi berupa penambahan dan pengurangan, sehingga cara kerja menjadi lebih efektif dan efisien.
Lalu bagaimana langkah-langkah untuk menentukan cara kerja? Pria yang akrab dipanggil coach Humphrey ini menyebut, diantaranya dengan menggambar organogram (diagram organisasi), membuat tahapan atau arus kerja (flowchart), mengikutsertakan seluruh tim, dan mengetahui aktivitas atau kerja tim.
“Kita bisa meminta tim membuat laporan kerja harian atau semacam daily report, untuk mengetahui secara real apa yang mereka lakukan. Komunikasi secara terbuka untuk mengetahui kondisi emosional tim. Di ActionCOACH, cara untuk mengetahui hal tersebut dikenal dengan metode ‘Your Team 40 Points’,” papar coach Humphrey.
Your Team 40 Points masing-masing berisi tentang 10 pekerjaan yang membuang waktu mereka, 10 hal yang paling membuat mereka stres, 10 hal yang membuat mereka merasa produktif, dan 10 hal yang membuat mereka senang atau gembira (happy).
Di acara yang dihadiri oleh tim manajemen SURYA ini, coach Humphrey menekankan perlunya membuat default terhadap sistem yang dibuat. Caranya dengan mencatat atau mendokumentasikan sistem sebelum-sebelumnya. Hal ini bertujuan agar perusahaan punya back up plan, ketika terjadi problem dengan sistem baru, sehingga bisa menggunakan atau kembali ke sistem yang lama dengan tepat.
Adi Sasono, Manager Produksi harian SURYA menanyakan kapan default dilakukan. Pada saat krisis atau ketika perusahaan masih dalam kondisi baik-baik saja sekalipun.
Default wajib dilakukan ketika perusahaan menginstal sistem baru. Atau paling tidak minimal 1 sampai 2 tahun sekali. Jadi perusahaan semestinya mengecek secara rutin,” jawab coach Humphrey.
Selain teknik mengubah sebuah sistem tanpa beresiko mengacaukan kondisi pada saat itu, forum ini juga membahas tentang kontrak posisi (positional contact) dan bagaimana mengaplikasikan pada perusahaan sehingga tim bisa bekerja optimal, dan pemahaman KPI (Key Performance Index) yang benar, untuk hasil lebih terprediksi.
“Saya merasa tim SURYA memiliki kreativitas tinggi dan punya potensi untuk menjadi calon leader yang baik. Meskipun di awal forum sepertinya enggan, namun saya sangat apresiatif, karena pada akhirnya mereka kooperatif, mau belajar dan diskusi,” jelas coach Humphrey di akhir acara.
Sepakat dengan itu, Puput Rodiar Sari dari tim harian SURYA berkata bahwa dirinya dan tim merasa edukasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan, khususnya terkait dengan sistem perusahaan. Meskipun waktunya pendek, namun materi dan cara penyampaian yang diberikan bagus. Dia berharap dari diskusi dan sharing yang dilakukan, tim SURYA bisa menerapkan, sehingga akan membawa hal positif bagi perusahaan. 

Rabu, 05 Maret 2014

Sharing Bisnis Bersama Rotary Club Surabaja - PERAN COACHING SEBAGAI FITNESS CENTER


Mana yang biasanya akan lebih diutamakan oleh pemilik bisnis, mempunyai sumber daya manusia (tim) yang mumpuni, atau strategi marketing yang bagus? Lalu mana yang lebih penting, teknikal kompetensi atau bisnis kompetensi?
Dua hal itulah yang dibahas dalam sharing bisnis dengan anggota Rotary Club Surabaja, Kamis (27/02) kemarin. Menghadirkan Humphrey Rusli, sebagai pembicara, acara yang bertempat di hotel J.W Marriot Surabaya ini diikuti oleh sekitar 15 anggota Rotary Club Surabaja. Coach Humphrey memaparkan, bahwa dewasa ini sebagian pemilik bisnis hanya fokus pada teknikal kompetensi saja.
“Saat ini problem pemilik bisnis lebih banyak dikarenakan karena mereka fokus pada teknikal kompetensi saja. Padahal, teknikal kompetensi harus seimbang dengan bisnis kompetensi. Begitupun dengan strategi marketing. Yang diutamakan adalah menyiapkan sumber daya manusianya dulu. Percuma saja jika sistem atau strateginya bagus, tapi orangnya tidak mendukung,” papar pria yang pernah menjadi top number one International Business Coach ini.
Lebih lanjut, dijelaskan tentang perlunya pemilik bisnis memiliki pelatih bisnis (coach). Seorang coach akan membantu mengembangkan bisnis ke level lebih tinggi, karena perannya bukan sebagai seorang dokter yang hanya dibutuhkan ketika bisnis sedang sakit. Istilah tepatnya, business coaching sebagai program fitness center yang akan meningkatkan ‘stamina’ bisnis ke level lebih tinggi.
“Ada 4 area yang dibedah dalam coaching sebuah bisnis. Keempat area itu adalah sales, operational, Human Resource Development (HRD) dan area finance,” kata coach Humphrey.
Sri Wulandari, salah satu anggota Rotary Club Surabaya berujar, sharing yang dilakukan coach Humphrey sangat bermanfaat buat mereka.
“Meskipun hanya sebentar, namun apa yang disampaikan oleh coach Humphrey sangat bermanfaat buat kami, khususnya terkait dengan pengembangan bisnis ke depan,” tutur wanita berkacamata ini. 

Jumat, 21 Februari 2014

SHARING BISNIS BERSAMA ROTARY CLUB SURABAYA DARMO


BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java & Bali) mengadakan kerjasama dengan Rotary Club Surabaya Darmo, Senin (10/02) kemarin. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 20 pelaku bisnis anggota ROTARY ini, menghadirkan Humphrey Rusli, selaku COO BARACoaching Surabaya sebagai pembicara.
Bertempat di Hotel J.W Marriot Surabaya, acara ini juga merupakan meeting rutin anggota ROTARY Club Surabaya Darmo yang bersifat mingguan. Selain sharing dengan peserta terkait problem bisnis terkini, coach Humphrey memperkenalkan ActionCOACH sebagai lembaga pengembangan bisnis yang fungsinya disamakan dengan fitness center.
“ActionCOACH bukan dokter bisnis. Tujuan kita bukan mengobati bisnis yang sedang sakit. Jika ada yang seperti itu, maka saya sarankan untuk menghire konsultan. Kita bisa dikatakan sebagai fitness center. Jadi bagaimana menjaga agar bisnis tetap sehat sampai menuju kesuksesan,” papar pemenang Associate Coach of The Year 2012 dan 2013 ini.
Lebih jauh, Soeharto, selaku adviser Rotary Club Surabaya Darmo berharap, melalui acara ini ActionCOACH bisa memberikan tips sekaligus strategi bisnis yang berhubungan dengan kondisi saat ini. 

Jumat, 04 Oktober 2013

Kerjasama dengan JMP - STRATEGI PERSAINGAN BISNIS JITU***

Penyerahan tanda terima kasih dari Prasetyo (kanan), selaku Kabag Event & Promotor  JMP kepada Humphrey Rusli (kiri), pembicara sekaligus COO SEA Corp.

SURABAYA (Surabaya Pagi)—ActionCOACH Surabaya atau SEA Corp., sebuah lembaga pendampingan bisnis kembali menyapa Jembatan Merah Plaza Surabaya. Ini merupakan kunjungan ketiga setelah dua pertemuan sebelumnya dinilai cukup sukses. Pertemuan ketiga ini kembali diadakan di Meeting Room Even dan Promosi Jembatan Merah Plaza Surabaya. Kali ini, seperti yang sebelumnya, pihak JMP kembali mengajak beberapa karyawan dan pemilik bisnis dari beberapa tenant yang ada di JMP untuk menghadiri seminar tersebut.
Pada seminar singkat yang dilangsungkan Selasa (24/9) ini, Coach Humphrey Rusli selaku pembicara menegaskan perlunya seorang pebisnis memiliki strategi jitu untuk bersaing dalam menjalankan usahanya. Bisnis, kata Coach Humphrey Rusli, tidak akan terlepas dari strategi pemasaran. Hal itu dibutuhkan untuk mengundang pembeli sebanyak mungkin agar memperoleh keuntungan besar. Hanya, tentu ada beberapa kiat yang perlu diperhatikan.
“Ini akan berhubungan dengan advertising,” kata Coach Humphrey Rusli pada Surabaya Pagi yang ditemui di sela acara berlangsung. “Advertising di sini adalah bagaimana melakukan pemasaran dengan cara yang sehat, bukan dengan cara yang tidak sehat. Bukan hanya dengan cara besar-besaran uang, bukan hanya dengan promosi besaran harga (diskon), tapi dengan cara yang lebih smart,” papar Coach Humprey Rusli. Seperti prinsip ekonomi, pengeluaran sekecil mungkin untuk keuntungan yang lebih besar.
Selama ini, orang-orang yang berbelanja berkutat dengan masalah kualitas barang, “padahal memang tidak ada yang akan ngomong sebuah produk tidak berkualitas atau tidak bagus. Apakah kita berani bilang produk kita lebih bagus dari yang lain? Sekarang banyak produk yang sama diproduksi oleh orang berbeda, kualitasnya tidak beda jauh. Jadi jika kita tidak memiliki kualitas premium dibanding produk lain, itu tak akan berpengaruh di mata pembeli,” kata coach yang sudah berpengalaman di bidang seminar bisnis ini.
Jadi, masalahnya bukan hanya pada kualitas, karena orang tidak akan terlalu mempedulikan itu di bawah alam sadarnya. Pada kenyataannya, ada hal-hal di luar kualitas yang bisa mempengaruhi laku tidaknya suatu produk, “contoh, seorang pasien lebih memilih dirawat seorang dokter yang cantik walau tak seberapa pintar, dibanding dokter lainnya. Ada faktor yang tak logis, tetapi berpengaruh dalam mengundang pelanggan.” Bagaimana mengemas produk kita secara smart dan memperkenalkan produk pada pelanggan tanpa terlalu mengeluarkan biaya besar, itu yang sering dilupakan.
Walau ini menjadi seminar terakhir dari SEA Corp. untuk JMP di bulan ini, tetapi melihat animo peserta seminar yang hadir, tak menutup kemungkinan SEA Corp. dan pihak JMP akan bekerjasama lagi di lain kesempatan.

***Berita ini merupakan berita kerjasama ActionCOACH dengan JMP, yang dimuat di harian Surabaya Pagi, 25 September 2013 hal. 14.

Jumat, 13 September 2013

Kerjasama Dengan SPAZIO - IRONIS, BANYAK PELAKU BISNIS TIDAK MENYADARI WAKTU DAN MODALNYA HILANG

Peserta serius mendengarkan materi "Leverage Your Business" dari Humphrey Rusli

PT. Surabaya Excellence Action (ActionCOACH East Java-Bali) mengadakan kerjasama dengan SPAZIO (Intiland Group) dalam sebuah seminar bertajuk “Leverage Your Business”. Hal ini sebagai salah satu bentuk pengejawantahan misi ActionCOACH untuk memberikan edukasi bisnis yang sesuai dengan perkembangan dan situasi bisnis saat ini.
Bertempat di Auditorium gedung Spazio, Rabu (11/09), acara ini menghadirkan Humphrey Rusli, selaku Chief Operating Officer (COO) SEA Corp. sebagai pembicara. Di sini, International Business Coach ini akan memberikan edukasi bisnis kepada owner bisnis umumnya di Surabaya dan sekitarnya, dan relasi bisnis Intiland (pemilik tenant di gedung Spazio) khususnya.
”Di sini, saya akan memberikan materi tentang seni menciptakan hasil bisnis yang besar secara smart. Inti dari tema Leverage Your Business adalah tentang bagaimana agar pengusaha punya daya ungkit agar bisnisnya profitable dan berkelanjutan,” tuturnya di tengah acara yang dihadiri oleh sekitar 50 owner bisnis ini.
Menurut Humphrey, ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk mendaya ungkitkan sebuah bisnis menuju puncak sukses. Pertama adalah people and education. Dalam artian, bagaimana para owner bisnis menitik beratkan pada pembentukan tim yang solid dan pemberian training.
Kedua, efisiensi pada delivery dan distribusi, dimana owner bisnis harus punya bekal langkah ini dengan perencanaan dan pengaturan yang matang. Selain itu, sistem teknologi juga merupakan salah satu alat untuk meningkatkan daya ungkit bisnis. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, para owner bisnis bisa menggantikan sistem manual yang sebelumnya dipakai. Diharapkan, langkah ini bisa meningkatkan efisiensi waktu dan biaya yang ada.
“Terakhir melakukan testing dan measuring. Pada dasarnya, semua orang khususnya pebisnis, merasa sayang jika harus kehilangan biaya secara sia-sia. Ironisnya, selama ini mereka bahkan tidak tahu jika banyak waktu dan uang mereka yang hilang secara percuma. Hal ini karena sebagian pelaku bisnis tidak melakukan uji ukur terhadap marketing atau pemasaran produknya, sehingga tidak menyadari spent waktu dan biaya yang hilang,” tekan Top Number One Business Coach tingkat dunia Juli 2013 ini
Di lain pihak, Fronika Puspita sebagai Event and Promo Coordinator SPAZIO merasa senang dengan kerjasama ini.
“Ke depan, kami berharap para owner bisnis, khususnya di wilayah Surabaya barat dan sekitarnya dapat menggunakan fasilitas di gedung Spazio sebagai pusat kegiatan bisnis dan lifestyle,” jelas wanita yang akrab dipanggil Fro ini. 

Kerjasama dengan Wismilak - EDUKASI BISNIS PREMIUM KEPADA AGEN DAN SELLER BERPRESTASI WISMILAK

Humphrey Rusli memberikan edukasi bisnis "From Super Boss to Super Team" kepada para agen dan teller terbaik Wismilak Group dari seluruh Indonesia.

Setelah menggandeng beberapa perusahaan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk memberikan edukasi bisnis dan meningkatkan perekonomian, khususnya di wilayah Surabaya, kini SEA Corp. (ActionCOACH East Java-Bali) bekerjasama dengan PT. Gawih Jaya (Wismilak Group) dalam acara intern Wismilak bertajuk PT. Gawih Jaya Europe Gathering Tour.
Bertempat di Resto Nine, acara yang diadakan pada 10 September 2013 ini, menghadirkan pembicara Humphrey Rusli, Chief Operating Officer (COO) SEA Corp., sekaligus pemenang ‘Associate Coach of the Year 2012 dan 2013’ tingkat internasional dan ‘Sales Coach of the Year 2012’ se-Asia dan Australia.
Menurut Humphrey, dalam edukasi bisnis bersifat premium ini, dirinya akan memberikan materi bertema “From Super-Boss to Super-Team”. Sebuah tema yang diangkat, agar pemilik bisnis berujung pada bisnis yang sukses dan berjalan tanpa tergantung kehadiran mereka.
“Saat ini 96% perusahaan tidak bisa berjalan tanpa kehadiran pemiliknya. Kondisi ini terjadi karena para ‘owner’ bisnis tidak fokus pada ‘team building’, namun lebih menghadapi para customers (konsumen). Padahal, kewajiban menghadapi konsumen ada pada pundak tim bisnis. Kalau para pemilik bisnis hanya terpusat menghadapi konsumen, begitu juga timnya, maka yang ada bisnis menjadi terbengkalai,” jelas pria yang hobi membaca ini.
Humphrey Rusli bersama jajaran Direksi PT. Gawih Jaya (Wismilak Group)
Di lain pihak, Ricky Junaidi, selaku National Sales Manager Wismilak Group bertutur, gathering dan pemberian edukasi bisnis ini merupakan bentuk apresiasi terhadap agen dan seller PT. Gawih Jaya (Wismilak Group) yang berprestasi, sebelum diberangkatkan ke Eropa.
”Meskipun beberapa agen dan seller di bawah Wismilak Group sudah mapan, namun sebagian besar bisnisnya masih bersifat running, dan belum memiliki tim yang solid untuk mendukung bisnis ke depannya. Dengan kerja sama ini, kami berharap mereka dapat meningkatkan prestasi dalam bisnis mereka, melalui pondasi tim yang kuat,” papar Ricky.
Sebagian peserta yang hadir, juga mengaku adanya problem tim yang selama ini terjadi. Diantaranya Retno, salah satu agen Wismilak dari Kotabaru, Kalimantan Selatan.
“Selama ini problem yang sering terjadi adalah kurangnya waktu untuk saling sharing dan evaluasi. Intinya koordinasi tim kami kurang,” tutur Retno. “Edukasi bisnis yang diberikan pak Humphrey bagus dan sangat memberi masukan buat saya, khususnya terkait dengan manajerial dan tim bisnis,” tutupnya. 

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kerjasama dengan JMP - BISNIS KELUARGA = BISNIS NO.1 KELUARGA NO.2

Humphrey Rusli-COO SEA Corp.+Pembicara (kiri) dan Prasetyo-Kabag Event & Promotion (kanan)

Membangun sebuah bisnis keluarga, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan dan problem yang harus dihadapi, mulai dari permasalahan bisnis sampai keprofesionalan untuk tidak mencampur-adukkan antara bisnis dan masalah keluarga. Untuk itulah, bekerjasama dengan Jembatan Merah Plasa (JMP), SEA Corp. (ActionCOACH East Java-Bali) menyelenggarakan seminar bertajuk “5 Ways to Super Profitable Family Business”, 27 Agustus 2013.

Bertempat di Ballroom JMP Surabaya, acara ini dihadiri oleh beberapa pemilik bisnis, khususnya para tenant di Jembatan Merah Plasa. Humphrey Rusli sebagai pembicara berujar, selain mengupas trik rahasia, lebih jauh seminar ini bertujuan agar peserta (owner bisnis) paham, apa fundamental membangun bisnis  keluarga yang profitable dan sustainable.

“Selama ini banyak yang masih mengedepankan urusan intern keluarga. Padahal dalam bisnis keluarga, bisnis tetap yang terpenting, dan keluarga nomor dua. Problem lain yang sering terjadi adalah tidak adanya jobdesc yang jelas. Selain itu sebagian besar masih tidak fair, entah itu dari profesionalisme kerja yang tidak dinilai, sampai beban kerja yang berbeda antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain,” jelas Humphrey terkait problem dalam bisnis keluarga.

Seminar Pertama
Kabag Event dan Promotor JMP, Prasetyo, bertutur, pihak manajemen merasa senang dengan kerjasama ini, karena ini merupakan pertama kalinya pihak JMP mengadakan seminar yang ditujukan untuk para tenant mereka.

“Acara ini luar biasa. Saya berharap, ke depannya pesertanya lebih banyak dan semakin antusias untuk menerima edukasi bisnis dari ActionCOACH,” kata pria yang akrab dipanggil Pak Pras ini.

Lebih jauh, para peserta yang hadir juga puas dengan materi yang diberikan. Salah satunya, Ani Wahyuni Rezeki, Store Manager Batik Trusmi Cirebon cabang Surabaya.
“Penjelasannya sangat gamblang dan mudah diserap. Coach Humphrey banyak memberikan contoh-contoh, sehingga secara teknik kita paham, dan ini sangat berguna untuk kami terapkan dalam pengembangan bisnis, mulai dari pengaturan SDM sampai pengembangan produk,” paparnya.

Kamis, 15 Agustus 2013

Kerjasama dengan Sampoerna : PEBISNIS KONVENSIONAL ANTUSIAS BELAJAR BERSAMA ACTION COACH

Setelah sukses bekerjasama dengan beberapa instansi bisnis, kini ActionCOACH Surabaya (SEA Corp.) menggandeng PT. Sampoerna, Tbk dalam upayanya untuk meningkatkan perekonomian, khususnya di wilayah Surabaya. Bentuk kerjasama ini direalisasikan dengan pemberian edukasi bisnis kepada anggota SRC (Sampoerna Retail Community), dalam acara SRC Member Gathering, 20 Juni 2013.
Humphrey Rusli (COO SEA Corp.) memberikan edukasi tentang Business in Extreme Season kepada para anggota SRC
Acara yang bertempat di Restoran Agis Ahmad Yani ini, merupakan salah satu program Sampoerna yang ditujukan pada anggota komunitas retail Sampoerna (pemilik bisnis toko/usaha retail), agar mereka punya pandangan luas terhadap dinamika market dan punya paradigma baru dalam menjalankan bisnis, dengan mengadopsi sistem market modern yang simpel.
Humphrey Rusli, selaku pembicara dan COO SEA Corp. dalam acara tersebut memberikan materi bertema “Business in Extreme Seasons”. Tema ini sengaja diambil, agar pemilik bisnis tidak mengeruk untung pada waktu musim ‘panen’ (high seasons) saja, tapi juga saat-saat extreme atau sepi.
“Mayoritas pemilik bisnis sangat mengandalkan musim-musim high season, seperti hari raya, sebagai taruhan mengeruk keuntungan besar, sekali dalam setahun. Hanya segelintir pengusaha yang berpikir berbeda, dan menemukan pola baru yang konsisten dalam mendapatkan profit signifikan dan tetap bisa dipakai walaupun musim panen telah usai,” papar Humphrey.
Tidak Hanya Teori
Robby Wijaya, selaku Regional Manager Sales PT. Sampoerna, Tbk bertutur, bahwa ini merupakan kedua kalinya Sampoerna bekerjasama dengan ActionCOACH.
“Kami berharap bisa bekerjasama lagi ke depannya, karena tips-tips bisnis yang diberikan bisa menambah wawasan dan dapat diaplikasikan. Para anggota SRC pasti bisa mengambil manfaat untuk usaha bisnisnya, karena penjelasan yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tapi lebih pada prakteknya langsung,” kata Robby tentang kerjasama ini.
Sepakat dengan hal itu, Sahlan, salah satu anggota SRC (Sampoerna Retail Community), merasa puas mengikuti acara ini.
“Semua pertanyaan saya dijawab dengan jelas. Cara menjawabnya juga enak. Lebih banyak contoh kasus yang diberikan, sehingga saya mudah mengerti,” ujar wanita ini. 

Kamis, 27 Juni 2013

Kerjasama dengan Bogasari: 7 DARI 10 SIFAT PRODUK TERLARIS DI DUNIA, ADA DI BISNIS KULINER

Humphrey Rusli (COO SEA-Corp.) memberikan sambutan dan materi bisnis kepada mitra Bogasari
Dalam hubungannya dengan instansi bisnis lain, ActionCOACH Surabaya (SEA Corp.) menjalin kerjasama dengan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills, di sebuah acara bertajuk “Bogasari Expo 2013”. Acara yang dihadiri para mitra usaha Bogasari ini, bertempat di Malang Olympic Garden (MOG), pada Kamis, 6 Juni 2013.  
Humphrey Rusli, selaku COO SEA Corp., dalam sambutannya, memaparkan tentang 10 sifat produk terlaris di dunia. Dan 7 diantaranya dimiliki oleh pebisnis makanan dan minuman, seperti pengusaha kuliner, roti/pastry.
“Bisnis makanan dan minuman memiliki sedikitnya 7 dari 10 sifat produk terlaris di dunia. Itu artinya, bisnis ini sangat tinggi tingkat kemungkinan untuk sukses, dibandingkan bisnis-bisnis yang lain. Selain, makanan juga merupakan kebutuhan pokok manusia, selama dia hidup,” ujar business coach yang banyak meraih penghargaan internasional ini.
Tujuh sifat produk tersebut diantaranya, menimbulkan hasrat atau daya tarik (sex). Sifat ini terutama berhubungan dengan penampilan, rasa, sampai bau. Berikutnya adalah membuat konsumennya merasa bergengsi (powerfull). Hal ini bisa terkait dengan harga, penampilan, sampai showroomnya. Dimana ketika seorang konsumen membeli produk Anda, maka yang ada dia merasa menjadi bagian dari kalangan atas.
Ketiga, sifat berkelimpahan atau kaya pilihan. Sebagaimana kita tahu, saat ini ada beragam jenis produk makanan dan minuman. Seorang pebisnis di bidang usaha ini, haruslah kreatif dan inovatif, agar produknya bervariasi dan tidak monoton beberapa jenis saja. Sehingga konsumen merasa kaya pilihan akan produk anda.
Keempat, sifat yang berhubungan dengan perasaan senang atau kenikmatan. Tentu saja sifat ini berhubungan dengan rasa (taste) pada produk Anda. Semakin lezat dan bervariasi rasa pada produk Anda, semakin tinggi konsumen yang berminat pada produk Anda.
Selanjutnya, sifat yang berhubungan dengan rasa aman, kesehatan, dan kasih sayang. Sifat ini bisa Anda jelaskan melalui cerita, testimonial, dan communal approval tentang jaminan dan proses pembuatannya.
“Sayangnya, selama ini para owner bisnis makanan hanya menjual komoditas saja, tanpa mengeksplor sifat-sifat di atas. Yang terpenting adalah skill untuk membuat bisnis Anda berbeda, sehingga mudah dikenal, bahkan tidak mudah dilupakan konsumen. Misalnya, Anda bisa menyisipkan cerita (story) di balik pembuatan produk, yang menekankan beberapa poin dari sifat-sifat di atas,”papar Humphrey.

Ariawan Budiprabawa, selaku Vice President of Sales Area 3 Bogasari Flour
Ucapan Terima Kasih
Ariawan Budiprabawa selaku Vice President of Sales Area 3 Bogasari Flour bertutur, Bogasari Expo 2013 diadakan dalam rangka promosi, edukasi, dan rekreasi untuk keluarga besar Malang. Lebih lanjut, dia juga berterima kasih kepada pihak ActionCOACH yang sudah memberi inspirasi kepada mitra usaha Bogasari.
“Kami berterima kasih kepada ActionCOACH, yang sudah memberikan inspirasi dan motivasi kepada pengusaha kuliner, khususnya untuk mitra usaha Bogasari Flour,” kata pria yang akrab dipanggil Ivo ini.
Di acara itu, selain memberi pengetahuan bisnis, ActionCOACH juga membagikan undangan seminar bertema “Business in Extreme Seasons” secara free kepada mitra usaha Bogasari.


Rabu, 05 Juni 2013

Kerjasama dengan Pertamina : PERTAMINA INGINKAN KERJASAMA LAGI DENGAN ACTIONCOACH

Penyerahan tanda terima kasih dari Prawito (Pjs. Coord. SME & SR PP Region Jatim Balinus) kepada Humphrey Rusli (Pembicara sekaligus COO SEA Corp.)
Jumlah modal, bukanlah bekal utama untuk menghadapi jebakan dalam dunia bisnis, namun kemauan untuk terus melakukan pembenahan yang tidak berkesudahan.
Itulah inti pesan yang disampaikan oleh Humphrey Rusli, dalam seminar bertajuk “Jebakan dalam Bisnis dan Bagaimana Menghindarinya”, di Las Vegas Room, Master Office ActionCOACH, Pakuwon Trade Center (PTC), Surabaya. Acara yang diadakan pada 26 April 2013 ini merupakan bentuk kerjasama ActionCOACH Surabaya (SEA Corp.) dengan Pertamina, selain sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk meningkatkan perekonomian, khususnya di wilayah Surabaya. Menghadirkan pembicara Humphrey Rusli, Chief Operating Officer (COO) Sea Corp., sekaligus pelatih bisnis yang pernah menyabet ‘Associate Coach of the Year 2012 dan 2013’ tingkat dunia.
Pjs. Coordinator SME & SR PP Region Jatim Balinus, Prawito, bertutur, para peserta yang dihadirkan, merupakan para UKM yang tergabung dalam mitra Program Binaan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina wilayah Surabaya dan sekitarnya. Pihaknya sengaja memilih tema ini, karena rata-rata pemilik UKM, baru merintis dunia bisnis. Maka itu, ke depannya mereka perlu tahu seluk beluk bisnis, agar tidak salah langkah dan terjerumus dalam jebakan bisnis yang menjatuhkan mereka.
Menanggapi itu, Dian Pratiwi, selaku Strategic Alliance dan Public Relation ActionCOACH mengungkap, ActionCOACH dan Pertamina sama-sama memiliki keinginan dan berupaya agar para owner bisnis sukses dalam mengembangkan bisnisnya, melalui pelatihan-pelatihan bisnis.
“Seminar ini adalah salah satu ajang pelatihan bisnis, dimana para peserta diharapkan mampu mengenali dan menganalisa setiap jebakan dalam bisnis, serta mengetahui lebih lanjut bagaimana cara mengatasinya. Dengan begitu, mereka mampu membangun dan meningkatkan profit dalam bisnisnya,” tegas Dian.

Inginkan Kerjasama Lagi
Acara ini ditutup dengan penyerahan tanda terima kasih oleh Prawito, kepada Humphrey Rusli sebagai bentuk apresiasi Pertamina atas kerjasama ini.
Kalau ada kerjasama dan acara seperti ini lagi, saya dihubungi ya,” celetuk pria yang akrab dipanggil Pak Wito ini.
Sebagian peserta yang hadir, juga mengaku puas dengan acara ini. Salah satunya H. Sahri, pemilik usaha mebel yang mengaku beruntung mengikuti seminar ini.
“Saya sudah sering kali mendatangi seminar-seminar bisnis, namun baru kali ini yang begitu membuka mata saya tentang jebakan bisnis yang selama ini sering dihadapi,”ungkapnya.
Sepakat dengan Sahri, Nur Salam, pemilik bisnis asal Kedurus, berujar, bahwa seminar ini bagus untuk pengembangan dan membuka wacana bisnis.
“Jebakan bisnis yang selama ini ada di depan mata, dan tidak kita sadari, sekarang menjadi jelas dan terbuka,” papar pria yang aktif bertanya selama seminar ini.