business-forum

coaches

Tampilkan postingan dengan label CEO powerlunch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CEO powerlunch. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

CEO PowerLunch - UNGKAP JURUS JITU MENUJU BISNIS PREMIUM

Humphrey Rusli memberikan materi “Being Premium: Sales, Price, & Clients”

Rabu, 18 September 2013, SEA Corp. (ActionCOACH East Java & Bali) kembali mengadakan forum intern rutin, CEO PowerLunch bertajuk “Being Premium: Sales, Price, & Clients” di Pelangi Room, Hotel Shangrila Surabaya.
Humphrey Rusli, selaku pembicara dalam acara ini menyampaikan, bagaimana agar seorang pelaku bisnis menjadi premium, baik itu dalam hal penjualan, harga, maupun mendapatkan customer.
Menurut Humphrey, kualitas dalam bisnis bukan satu-satunya faktor utama yang bisa mendongkrak bisnis menjadi premium. Karena kualitas adalah wajib hukumnya dalam sebuah bisnis.
“Kualitas dalam bisnis bukan satu-satunya faktor utama yang mendongkrak bisnis kita menjadi premium. Ada beberapa faktor untuk menjadi premium, salah satunya adalah niche (ceruk pasar). Namun, sifat niche di sini lebih pada spesialisasi. Usahakan agar bisnis Anda lebih spesialis, dan ambil sisi yang bisa dijadikan pembeda dibanding usaha bisnis lainnya yang bersifat sama,” ungkapnya di depan sekitar 25 peserta yang hadir.
Di akhir acara, Humphrey berharap, dengan mengikuti acara ini, para CEO bukan hanya paham secara teori saja, namun juga bisa mempraktekannya dalam bisnis mereka, sehingga mampu menembus level premium.


Para CEO dalam ‘ritual’ makan siang bersama, sebelum acara CEO PowerLunch dimulai

Pendapat para CEO :
1.     Theresia Setiadi – GBT Laras Imbang
Penjelasan yang diberikan coach Humphrey langsung fokus ke materi dan tidak bertele-tele, sehingga cukup jelas dan mudah dimengerti. Satu hal baru yang langsung mengena adalah melakukan sesuatu dengan continous atau terus-menerus, untuk mencapai puncak bisnis.
Selama ini untuk menjadi premium, kita berusaha berempati kepada pelanggan, bagaimana kita menempatkan posisi, seandainya menjadi mereka. Sehingga kita selalu memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan. Jangan sampai mereka kembali dengan keluhan atau komplain.

2.     Moegiono – MUSTIKA Hotel & Restaurant
Banyak  hal baru yang saya dapatkan selama mengikuti acara ini. Materi dan penyampaian yang diberikan juga bagus. Berkaitan dengan being premium sendiri, menurut pendapat saya, sebuah bisnis dikatakan premium, jika semua elemen yang ada dalam bisnis kita sudah tertata dan mencapai hasil maksimal. Mulai dari SDM yang mumpuni dan sejalan dengan keinginan owner, proses pembuatan produk dan pelayanan pada konsumen yang maksimal, sampai tingkat customer yang loyal, sehingga dia tidak keberatan untuk merekomendasikan usaha kita kepada orang lain.
Selama ini, dalam menjalankan bisnis, banyak hal yang kami lakukan untuk being premium. Diantaranya perbaikan pelayanan, upgrading karyawan, selalu mengadakan inovasi-inovasi, dan mengadakan market intelegent.

Humphrey Rusli bersama sebagian besar peserta CEO PowerLunch

Sabtu, 21 September 2013

CEO PowerLunch - SENI DAN PERAN TIM DALAM MENARIK SUPER-STAR



Dalam dunia bisnis, keberhasilan usaha tidak lepas dari peran karyawan. Itu kenapa owner bisnis perlu memiliki pengetahuan bagaimana cara mendapatkan karyawan yang ‘mumpuni’, baik dari segi skill, maupun attitudenya.
Bekal itu yang diberikan kepada owner bisnis dalam acara CEO PowerLunch, bertajuk “The Secret of Hiring Best People”, Rabu, 28 Agustus 2013 lalu.
Selain menjelaskan tentang tantangan yang ada saat proses perekrutan, Humphrey Rusli sebagai pembicara juga mengungkap ‘seni’ menarik seorang karyawan jempolan (super-star).
“Karyawan jempolan memang punya kelebihan sejak lahir. Namun untuk menjadi super-star, itu didapat dari jangka panjang (long term), dengan proses yang benar dan disiplin tentunya. Diperlukan kemampuan owner untuk mendapatkan dan kemudian melatihnya menjadi seorang great employee ,” tutur Humphrey di tengah acara yang berlangsung di Pelangi Room, hotel Shangrila Surabaya ini.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan agar bisa mendapatkan seorang super-star? Humphrey menyebut, yang pertama adalah menunjukkan pada mereka bahwa perusahaan Anda punya level yang akan terus meningkat. Karena seorang super-star itu pada dasarnya senang tantangan dan selalu ingin berkembang.
“Beberapa contoh hal yang bisa dilakukan, diantaranya bisa dengan menunjukkan fasilitas training perusahaan pada mereka. Lebih baik lagi jika perusahaan Anda punya Corporate Social Responsibility, karena bisa menyentuh mereka secara holistik, bukan hanya skill saja, tapi juga rasa sosial mereka,” ungkap International business coach ini.
Selanjutnya, selain menunjukkan reputasi baik perusahaan pada mereka, juga harus dibarengi dengan atmosfir dan nuansa kerja yang kondusif saat mereka mulai bekerja pada perusahaan Anda.
“Yang terpenting adalah kualitas tim Anda juga harus dilatih untuk mendapatkan seorang calon super-star. Usahakan memberikan kualifikasi pertanyaan bermutu, dan pihak yang memberikan interview juga harus ‘mumpuni’,” kata Humphrey. “Kerjasama tim dan owner bisnis diperlukan untuk melatih dan memotivasi, agar seorang super-star tidak hanya super secara skill saja, tapi juga menjadi great employee yang bisa mengembangkan sistem mencapai puncak,” tambahnya lagi.

Pendapat para CEO : 
1.     Sesilia Mulyadi (PT. Bangun Adinata Indokarya)
Problem terbesar ketika merekrut adalah bagaimana mendapat karyawan yang karakternya sesuai dengan perusahaan kita. Kalau masalah skill tidak masalah, karena skill bisa dilatih. Dengan penjelasan yang diberikan coach Humphrey, sangat bermanfaat menambah pengetahuan, khususnya tentang bagaimana menghire orang yang tepat untuk perusahaan kita.

2.     Kris Dwiantoro (PT. Nisrina Indonesia)
Yang paling penting pada saat merekrut adalah memperhatikan heart dan spirit yang dipunyai oleh seorang calon karyawan. Namun justru inilah problem utama dalam proses hiring. Dengan mengikuti CEO Powerlunch, banyak hal baru yang didapat. Selain jenis-jenis pertanyaan untuk proses rekruitment, juga bagaimana mengungkap heart dan spirit calon karyawan.

Rabu, 28 Agustus 2013

CEO PowerLunch : EDUCATION IS THE BEST MARKETING STRATEGY


Mendapat konsumen loyal bukanlah sebuah keberuntungan semata. Lebih lanjut, poinnya adalah bagaimana strategi yang digunakan. Hal ini disampaikan oleh Humphrey Rusli, dalam CEO Power Lunch, sebuah acara rutin SEA Corp. (ActionCOACH East Java & Bali) yang ditujukan khusus untuk para owner bisnis.

Coach Humphrey memberikan materi tentang "Getting and Keeping Best Customer"
Bertempat di Kahuripan Room, hotel Sheraton Surabaya (24/07/13) acara ini mengangkat tema “Getting and Keeping Best Customer”. Kendala utama untuk mendapatkan customer yang ‘baik’ ternyata terletak pada tim. Seperti diungkapkan Humphrey, tim dalam sebuah perusahaan, harus punya konsistensi untuk menembus level best customer.

“Kami para business coaches melihat, selama ini owner bisnis masih disibukkan berbagai masalah seperti keuangan, distribusi barang dan sebagainya, sampai melupakan tim mereka. Padahal, how well you train your team menentukan seberapa cepat Anda mendapatkan best customer Anda,’ tegas COO SEA Corp. sekaligus business coach internasional ini.

Humphrey menyebut, ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam mengontrol sebuah tim. Pertama, siapa orang yang tepat untuk melakukan itu (who’s doing it) dan bagaimana owner bisnis mengontrol timnya (how do you control your team).

Lebih lanjut, selain training tim, kunci utama terletak pada strategi. Dalam getting and keeping best customer, strategi berarti melakukan “education-based marketing”, sebuah konsep marketing yang didasarkan pada pemberian edukasi pada masyarakat atau prospek yang dituju.

Getting your best customer is not about luck. Ada proses dan strategi yang dijalankan untuk mencapai semua itu, salah satunya dengan membuat calon customer kita teredukasi. Selain membangun kepercayaan, keuntungan lainnya akan lebih banyak menarik orang, karena Anda mengedukasi mereka, tanpa terlihat selling barang Anda,” papar pria yang akrab dipanggil coach Humphrey ini.

Pendapat para CEO :
1.       Wahyudi Jonathan – Gaya Indah
“Gaya penyampaian materi dalam CEO Power Lunch lebih pada komunikasi 2 arah. Kita sebagai business owner lebih dihargai dan tidak dihakimi, karena coach Humphrey merangkum dan menyamakan beberapa pemikiran peserta yang berbeda. Materi yang diberikan juga mengena. Sifatnya mendasar dan berguna memancing para pemilik bisnis untuk diterapkan dalam usaha mereka.” 

2.       Yudi Chandra – GBT Laras Imbang
“Materi yang diberikan lebih fokus dan tidak melebar. Sifatnya juga simpel dengan gaya penuturan yang mudah dicerna, sehingga kami juga bisa dengan mudah mengaplikasikannya.”