business-forum

coaches

Senin, 09 Juli 2018

INDIKATOR KEUANGAN - By: Coach Suwito Sumargo*


“Seingat saya, menjelang libur Lebaran setahun lalu, saya lihat rekening tabungan masih tersisa puluhan juta”. Kemudian dia melanjutkan lagi: “Tapi sekarang sisa uang di tabungan kok menyusut?”
Ini adalah penggalan cerita teman saya, seorang pengusaha percetakan. Menurut dia, 3 tahun terakhir ini sisa uang di tabungan (saat jelang libur Lebaran), terus menerus menyusut. Kami berdua lalu berusaha melacaknya.
Yang pertama kami cek adalah berapa besar kisaran pengeluaran bulanan. Karena teman saya ini belum menerapkan pembukuan yang tertib dan rapi, maka pengecekan ini cukup sulit.
Kami juga memeriksa pendapatan bulanan, lalu menghitung laba bulanan. Kemudian nilai hutang dan piutang. Juga stok bahan tinta, kertas, dan lain-lain.
Setelah beberapa saat, akhirnya didapat gambaran tentang aliran keuangan, nilai kekayaan bersih dan beberapa temuan menarik lainnya.
Selain itu, kami mendapat data, pengeluaran biaya operasional cenderung meningkat dari tahun ke tahun, sementara rupiah laba bersih cenderung tetap. Juga ada temuan: umur piutang yang cenderung bertambah lama dan nilai piutang yang membesar. Pelanggan cenderung tetap dan pertambahan pelanggan baru sedikit sekali. 
Sambil menghela nafas, teman saya bertanya: “Mestinya saya melakukan ini setidaknya 3 atau 6 bulan sekali ya? Sekarang saya punya banyak indikator yang harus saya cek secara teratur.”
So, Pebisnis, bagaimana dengan Anda? Bagaimana cara Anda memeriksa indikator keuangan dalam bisnis?
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.
- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.