Senin, 28 Mei 2018

COMPLAIN - By: Coach Suwito Sumargo*


Saya sedang menunggu keberangkatan pesawat jam 7.35.
Saat itu, jam sudah menunjukkan jam 7.15 dan tidak ada tanda-tanda bahwa petugas akan mengumumkan boarding. Dua orang petugas yang berjaga disitu tetap bercanda dengan santai.
Saya pun maklum, dan berkata dalam hati: “Pasti terlambat lagi, seperti biasanya.”
Saya memang tidak terkejut karena penerbangan ini hampir selalu terlambat. Tapi satu dua penumpang tampak bergegas dan bertanya ke petugas di counter. Petugas pun menjawab: “Ditunggu saja. Sebentar lagi dipanggil.”
Saat menyampaikan kalimat itu, wajahnya biasa saja. Tidak ada kesan ramah atau penyesalan.
Keesokan harinya, saya duduk menunggu keberangkatan travel/ shuttle langganan saya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.20. Biasanya petugas sudah mengumumkan agar penumpang bersiap-siap menuju kendaraan dengan nomor polisi tertentu.
Saya pun menanyakan: “Terlambat ya, Mbak?”
Si mbak kaget dan baru sadar bahwa dia terlambat mengumumkan. Wajahnya tegang dan setelah mengumumkan dia mendekati saya: terima kasih sudah diingatkan. Sebuah kesan yang berbeda dengan cerita pertama tadi, bukan?
Anda pernah mengalami hal serupa? Bagaimana sikap karyawan kita saat menghadapi complain? Atau bagaimana seharusnya sikap mereka?
Pelanggan itu butuh perhatian, lho. Dan jangan lupa, pelanggan juga mengamati tingkah laku karyawan kita. Bagaimana rasanya kalau sebagai konsumen atau pelanggan, Anda dicuekin?
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.
- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar