Senin, 19 Maret 2018

MENGUKUR KOMPETENSI - By: Coach Suwito Sumargo*


Saya sering mengajarkan: upah itu setara dengan kompetensinya. Kesulitannya ialah bagaimana mengukur kompetensi seseorang. Kompetensi pasti sejalan dengan skill atau keterampilan. Mari kita pahami dulu, bagaimana mengukur keterampilan.
Seseorang diminta mengisi data customer ke sebuah form. Tentunya, ia menggunakan keyboard untuk mengetik. Ada rentetan pertanyaan yang harus diisi oleh customer. Misal ada 24 pertanyaan. Dalam waktu 1 jam, orang ini berhasil mengisikan data 20 orang customer.
Diantara 5 orang yang diminta mengisikan data, ada 2 orang yang bisa mengisikan lebih dari 20 customer dan ada 1 orang yang hanya mampu mengisikan data 12 customer. Orang yang mampu mengisikan data 12 customer terpaksa digugurkan, karena terlalu lamban. Sedangkan yang berhasil mengisikan lebih dari 20 data menerima ekstra bonus.
Itu adalah salah satu cara mengukur keterampilan. Bila seseorang menguasai banyak keterampilan dan ia secara konsisten senantiasa bisa memenuhi syarat mininal, maka orang ini saya anggap kompeten.
Kompetensi berkaitan dengan penguasaan beberapa keterampilan, yang selalu bisa didemonstrasikan secara terus menerus (konsisten). Kompetensi harus diberi nilai rupiah, sebagai penghargaan atas kontribusinya terhadap omzet dan (terutama) profit.
Salam The NEXT Level!


* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.
- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar