Senin, 05 Februari 2018

KEPO AH… - By: Coach Suwito Sumargo*

“Masukkan 2 ekor ayam dewasa, ke dalam sepanci besar air bersih. Panaskan panci itu dengan api kecil selama 4 jam. Lalu dinginkan.”
Ini adalah resep andalan nenek, saat membantu kakek berjualan. Konon, kuah buatan nenek sangat terasa kaldunya. Angka-angka dan urutan di atas hanya karangan saya. Karena yang sebenarnya jauh lebih rumit.
Pokok permasalahannya adalah si Kakek (dan juga anaknya) hanya bisa berjualan mulai siang sampai sore. Menjelang magrib, kuah sudah habis. Lalu, bagaimana caranya menambah omzet (dan laba tentunya)?
Cucu tertua, enggan melanjutkan usaha si Kakek. Penghasilannya tidak sepadan dengan kerjanya. “Nggak worth it”.
Cucu kedua, mau melanjutkan dengan syarat: diperbolehkan melakukan perubahan. Setelah mendapat ijin, si cucu melakukan serangkaian eksperimen.
Pertama, bagaimana memperbanyak jumlah kaldu? Gampang, kerja paralel 5 resep sekaligus. 10 ayam, 5 panci dan 5 kompor. Semua dibuat sama persis dengan takaran asli si nenek. Hasilnya diuji. Ternyata hasilnya sama baiknya dengan buatan si nenek.
Kedua, bagaimana kalau ayamnya diganti dengan ayam horn (bukan ayam kampung)? Atau, bagaimana kalau seharian kita terus berproduksi dan kaldunya disimpan dalam freezer? Si cucu terus bereksperimen.
Dalam bisnis, melakukan ekperimen (penelitian dan percobaan) penting dilakukan. Sebagian besar pebisnis sukses, memulai usaha kecilnya dengan terus bereksperimen, terus mencoba dan mencoba lagi (trial and error). Dari situ, mereka bisa menyesuaikan kondisi bisnis dengan perkembangan jaman, apa yang dibutuhkan konsumen saat itu, selalu berinovasi dan bahkan tidak jarang menemukan gagasan kreatif yang membuat produknya lebih ‘dilirik’ konsumen daripada kompetitor.
Kita sebagai pebisnis pun juga bisa melakukan pengembangan seperti itu. Kunci utamanya ada dalam benak dan hati kita. Curiosity atau rasa ingin tahu. Bahasa kerennya: KEPO. Ya, mulai sekarang ubah mindset dan tumbuhkan rasa ingin tahu yang kuat, gigih, pantang menyerah dan selalu mencoba hal baru.
Kenapa sih mesti begitu? Memangnya apa yang akan terjadi, jika hanya mengikuti alur bisnis yang ada, tanpa perlu repot ‘ngepoin’ banyak hal? Yang pasti, Anda akan menjadi pribadi monoton tanpa semangat bertumbuh. Bayangkan, jika kompetitor akhirnya berhasil mengalahkan Anda, tapi Anda hanya diam dan tidak tertantang mengejarnya. Mau menjadi pebisnis seperti itu?
So, mulai sekarang perbaiki diri, selalu ingin tahu, terus mencoba, dan jawab tantangan bisnis Anda!  
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

1 komentar:

  1. Hallo Selamat pagi,
    Salam hangat, Perkenalkan kami perusahaan yang bergerak di bidang IT dan Jasa pemasangan serta Maintenance semua kamera CCTV indoor dan Outdoor (sesuai kebutuhan) yang berkantor di Jakarta Timur.
    Website : https://www.hebros.co.id
    Email : support@hebros.co.id

    BalasHapus