Senin, 16 Oktober 2017

KADERISASI - By: Coach Suwito Sumargo*

Karena pak M (manager) akan pensiun, maka atas permintaan Owner, staf S sebagai yang paling senior di divisi tersebut, dipersiapkan sebagai kader pengganti pak M.
Suatu hari, pak Owner menyampaikan kepada saya :
"Mengkader itu ternyata sulit ya, Coach?
"Oh ya?" tanya saya dengan nada heran.
"Ini buktinya, manager saya tidak bisa mengkader anak buahnya."
Setelah omong-omong, saya akhirnya tahu, apa yang dilakukan si manager. Ternyata si manager hanya mengajarkan tugas-tugasnya saja. Hanya 'mengalihkan' job desc manager ke stafnya.
Si manager tidak meng-identifikasi skill gap yang muncul bila nantinya si staf berperan sebagai manager. Selain itu, si manager juga tidak mengenali dulu, bagaimana leadership si staf. Apakah lemah, ataukah mampu bila harus memimpin teman-teman sejawatnya.
Di akhir sesi coaching, sang Owner akhirnya menyadari, kaderisasi sebenarnya tidak sulit. Memang masuk akal, bila staf yang paling mumpuni dan senior dipersiapkan untuk menjadi pengganti. Tapi, jangan lupa membekali dengan latihan untuk pembentukan leadership. Karena seorang manager tidak hanya me-manage, tapi sekali waktu juga harus berperan sebagai leader.
Leader bukan cuma sekedar membagi-bagi tugas. Leader juga perlu mengenali karakter anak buah. Leader butuh kharisma. Leader harus mampu menginspirasi, menggerakkan atau memotivasi.
Apakah Anda mengenali karyawan-karyawan yang berpotensi jadi leader
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar