Senin, 07 Agustus 2017

KESALAHAN KARYAWAN? - By: Coach Suwito Sumargo*

“Coach, gimana ya cara mendisiplinkan karyawan?” 
“Apa dulu kasusnya?” 
“Gini...ini biasanya terjadi setelah meeting bulanan. Manager saya, yang mestinya setelah melakukan follow up, dia wajib melaporkan proses dan hasilnya. Tapi dia tidak melaporkan, sampai saya tanyai dia. Saya pinginnya sih, karyawan-lah yang otomatis melaporkan perkembangannya. Gimana, Coach kalau seperti ini?” 
Kejadian seperti ini, sudah sering saya dengar. Mari kita cari solusinya. 
Karyawan tidak otomatis melaporkan, karena dia tidak/belum merasa punya kepentingan dengan 'urusan' itu. ‘Sebodoh’ amat...mereka cuek saja, karena beranggapan si Boss-lah yang butuh. 
Kalau seperti ini, maka kita harus berusaha mengubah pola meeting-nya. Jangan hanya one-way, tapi lebih interaktif dan karyawan diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Lalu, mereka diminta komitmennya untuk menjalankan. 
Bila mereka bisa menjalankan dengan baik, maka kita hargai upayanya. Ini akan merangsang mereka untuk menjalankannya terus-menerus sehingga akhirnya menjadi kebiasaan. Kita tak perlu lagi menagih laporan. 
Memupuk kebiasaan ini tentu tidak mudah. Itu sebabnya, kita seringkali mencari karakter orang yang disiplin. Yang sudah punya kebiasaan, atau yang mungkin sudah terbiasa/ dibiasakan disiplin di tempat kerja sebelumnya.
Disiplin itu umumnya hasil dari bentukan, entah karena tradisi keluarga, atau lingkungan. 
Bila kita ingin karyawan kita disiplin, sebaiknya dimulai dari diri kita. Dan kita harus berusaha menularkannya hingga lingkungan di sekitar kita punya kebiasaan disiplin. 
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar