business-forum

coaches

Senin, 24 Juli 2017

JALAN TIKUS - By: Coach Suwito Sumargo*

Pernah dengar istilah 'Jalan Tikus'? 
Mungkin istilah ini sudah jarang terdengar lagi. Orang lebih mempercayai Apps sebagai penunjuk jalan. 
'Jalan Tikus' ialah jalan yang tak lazim atau tak populer. Tidak banyak yang tahu, sehingga jarang dilewati orang & kendaraan. Relatif lebih sepi, sempit, berkelok-kelok, kadang kondisi jalannya tidak mulus, dan mungkin malahan lebih jauh jarak tempuhnya. Tapi lebih lancar. 
Kita memilih 'Jalan Tikus' karena jalan yang biasa ditempuh sedang macet, atau ditutup. 'Jalan Tikus' adalah jalan alternatif atau terobosan. 
Bagi sebagian orang, menemukan sebuah terobosan itu terasa luar biasa. Bangga dan senang, apalagi bila terobosan itu ternyata berguna dan jadi panutan banyak orang. 
Dalam bisnis juga seperti itu. Pengusaha ditantang untuk (selalu) mencari dan menemukan terobosan-terobosan baru yang bakal jadi diferensiasi dan keunggulan bisnisnya. 
Isteri saya punya langganan, penjual ayam potong (ehm,.salah..:D). Isteri saya adalah pelanggan si penjual ayam potong itu. Dari 3-4 penjual ayam potong di pasar, hanya 1 orang ini saja yang menyempatkan diri dan bertanya alamat rumah kami. Dia pula satu-satunya yang menginfokan nomer hape-nya: “Ini WA saya. Silahkan hubungi bila butuh apa-apa,” ucapnya seraya senyum. 
Seminggu kemudian, kami mulai memesan ayam potong via WA. Adalagi, pesanan kami di kirim ke rumah, tanpa biaya tambahan. Wow!
Saat rekan sesama pedagang ayam potong belum mengoptimalkan gadget-nya, pedagang yang satu ini sudah membuat terobosan. Hanya saja, terobosan ini bukan jalan tikus lagi, tapi jalan ’Tol. Nyaman’ (ndak usah jalan ke pasar lagi), cepat dan terjamin. 
Dulu, 'Jalan Tikus' jadi keunggulan, karena jarang yang tahu. Sekarang, semua orang punya informasi. Tapi, tetap saja kita harus mencari terobosan. Kalau perlu, lewat Tol...supaya lebih cepat. Apakah Anda masih pakai 'Jalan Tikus'?  
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Senin, 10 Juli 2017

CHANGE IS A PROCESS - By: Coach Suwito Sumargo*

Di Instagram, saya mengutip quote: Change is a process, not an event. Ini terinspirasi oleh gejala yang marak di kalangan orang-orang muda masa ini. Mereka umumnya berpendapat, segala hal bisa diraih secara instant serta enggan mengikuti proses yang lama dan ‘njlimet’
Di kehidupan sehari-hari,  banyak contoh produk atau usaha yang mendadak populer. Misalnya di Surabaya, ada penjual kue Terang Bulan yang mendadak terkenal. Saat itu, saya harus antri hingga 1 jam hanya untuk mendapatkan 1 kotak kue yang legit itu. 
Ini berbeda dengan 10 atau 15 tahun yang lalu, dimana orang butuh waktu lama untuk terkenal. Padahal, bagaimanapun itu butuh proses: dari belum dikenal hingga terkenal.
Pada prosesnya, hal pertama yang mesti dipikirkan adalah kita harus memilih: ingin dikenal sebagai siapa atau apa? Misalnya, ingin dikenal sebagai penyedia jasa pendampingan yang bertaraf internasional. Kemudian, kita bisa memilih, kepada siapa kita akan mengomunikasikannya? Apakah ke setiap orang atau ke orang-orang di kelompok tertentu saja. Lalu kita harus memilih, menggunakan media komunikasi apa?
Nah, bila kita memang punya keistimewaan (dan itu biasanya bukan terjadi serta merta), lalu kita pintar mengomunikasikannya dan memilih media komunikasi yang tepat, maka kita akan terkenal dalam waktu singkat, di kalangan tertentu. Tapi sekali lagi, itu tidak terjadi secara instant, lho!
No! Tetap butuh proses. Ketepatan kita dalam berproseslah, yang menentukan lama tidaknya sukses (terkenal) yang kita raih.

Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.