business-forum

coaches

Senin, 17 April 2017

SECURITY DAN STROLLER - By: Coach Suwito Sumargo*

Satu hari, waktu menunggu jemputan di lobi hotel, tampak sebuah mobil berhenti. Dengan tergopoh-gopoh driver-nya keluar, membuka pintu belakang dan mengeluarkan stroller. Dari dalam mobil keluar pula seorang wanita muda dan baby sitter-nya. Si driver tampak kesulitan membuka stroller. Security yang sejak tadi mengamati, dengan sigap membantu...dan dalam sekejap stroller pun sudah siap. 
Iseng-iseng saya menyapa si security tadi, “Anda terampil sekali, ya?”
“Oh...membuka stroller? Iya pak, mungkin karena saking seringnya mengamati kejadian seperti tadi.”
Dari omong-omong sejenak itu, saya tahu bahwa si security ternyata memang dilatih untuk mengamati kejadian di sekitar nya dan wajib tanggap mengulurkan tangan atau bantuan. Kebetulan, si security ini tergolong orang yang ‘prigel’ dan gampang paham hal-hal yang bersifat teknis seperti membuka/ melipat stroller. Dia bahkan bisa bercerita bahwa tiap stroller pasti ada tombol atau tuas untuk melipat/ membukanya. 
Di perusahaan kita, mungkin ada satu-dua orang yang ‘prigel’ dan bisa langsung belajar sendiri. Tapi, saya masih sering melihat bahwa sang Boss malah mengerjakan sendiri beberapa pekerjaan yang seharusnya bisa didelegasikan. 
“Ah, kerjaan seperti ini nggak bisa saya delegasikan. Bisa rusak nih peralatan ini. Perbaikannya mahal,” begitu jawab seorang teman, ketika saya bertanya kenapa hal itu dikerjakan sendiri? 
Ada beberapa alasan, kenapa seseorang tidak mendelegasikan:
1. Dia tidak bisa atau tidak tahu bagaimana cara mengajarkannya. 
2. Dia tidak mau mengajarkannya, karena berbagai alasan. 
3. Dia sudah mencoba mengajarkannya, tapi selalu gagal. Mungkin karena cara mengajarkannya yang salah atau keliru dalam memilih orang. 
Mengajarkan (apa saja) ke orang lain butuh metodologi, butuh langkah-langkah/ urutan, butuh kesabaran dan yang terpenting adalah butuh kemauan untuk membuat orang lain untuk bisa dan jadi pintar. 
Apakah Anda pernah mengalaminya? 
Salam The NEXT Level!



* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.
- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

Senin, 03 April 2017

KISAH PERANG HARGA PENJUAL SOTO - By: Coach Suwito Sumargo*

Kali ini saya bermalam di hotel, minus sarapan. Berarti, saya punya kesempatan untuk keluyuran pagi-pagi, mencari sarapan. 
Pagi itu, saya menyeberang jalan. Di situ ada rombong soto ayam dekat halte bis. Sudah ada 4 - 5 orang yang duluan. Dari pakaian, kelihatan kami beda kelas. Setelah selesai makan, saya bertanya: “Berapa?”
Nasi soto plus es teh manis, 13 ribu,” sahut si penjual sambil senyum. 
Keesokan harinya, saya bangun lebih pagi. Kali ini saya memilih sarapan soto yang lain, 100 meter lebih jauh.
Dari eksteriornya, tampak depot ini lebih berkelas. Ada tempat parkirnya pula. Di dinding ada poster promosi: bla bla bla... 8ribu. Dengan enteng saya mengacungkan jari ke poster itu sambil berkata: “Tambah es teh manis satu.”
Saatnya membayar. “Berapa?”
“10 ribu,” sahut si kasir tanpa ekspresi. Saya pun melongo, lebih murah dari soto yang kemarin! Gila, ternyata soto pun ada perang harga. 
Penjual soto pertama, tak punya pegawai. Semua dikerjakan sendiri. Depot soto kedua punya 3 orang pegawai. Urusan rasa, tidak beda jauh. 
Depot soto kedua memang ramai dikunjungi, sejak jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Rombong soto pertama hanya berjualan hingga jam 9 pagi, lalu pindah entah kemana. 
Diam-diam saya menggerutu, sampai kapan si rombong soto pertama bisa bersaing dengan depot soto kedua?
Anda mungkin mengalami situasi serupa. Positioning pesaing mungkin lebih baik ketimbang Anda. Pesaing Anda menang lokasi (dekat Halte Bis). Sementara Anda menang eksterior dan lebih berkelas. Masing-masing punya pelanggan dari segmen yang berbeda. 
Pertanyaannya : “Bila Anda pemilik depot soto kedua, apakah Anda juga akan melakukan promosi harga (8ribu)?”
Ingin tahu pendapat saya? 
Jawab dulu pertanyaan diatas, lengkapi dengan alasan Anda dan kirim ke suwito@baracoaching.com.
Salam The NEXT Level!



* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.