Senin, 20 Maret 2017

HAAH! 400 PELAMAR? - By: Coach Suwito Sumargo*

“Haah! 400 pelamar?” sergah teman saya sambil terbeliak. Dia betul-betul kaget, ketika staf-nya bilang ada 400 orang yang memasukkan lamarannya.
“Gimana nih nanganinya?” sambungnya.
“Tenang, aku bantu deh”.
Dia pun langsung nggak panik lagi. 
Selama seminggu berikutnya, saya (dibantu seorang admin) men-download semua lamaran. Lalu memilah-milahnya berdasarkan background pendidikan, gender, usia & pengalaman kerja. Berikutnya, seleksi mulai dilakukan. Yang punya pengalaman kerja, kayaknya bisa langsung diundang interview. Tapi jumlahnya puluhan, gimana nih? 
Maka seleksi awalpun dilakukan. Caranya, menelpon satu per satu. Dari percakapan singkat, rata-rata 7-10 menit, langsung bisa dikenali karakter si kandidat. Dan hanya kandidat terpilih yang perlu kita panggil untuk interview tatap muka lanjutan. 
Artikel kali ini bukan untuk membahas langkah-langkah rekrutmen. Kejadian di atas sebetulnya diawali oleh kejadian: karyawan yang mendadak resign. Bahkan bukan hanya 1 orang. Dan teman saya pun langsung panik dan tergopoh-gopoh melakukan rekrutmen. 
Untunglah, sekarang sudah banyak portal yang mengakomodasi rekrutmen. Proses pemasangan iklan lowongan hampir sudah tidak jadi masalah. Dan kalau mau mencari kandidat yang fresh graduate, gampang banget. Karena pelamar fresh graduate sudah ‘melek’ internet dan lebih suka melamar via internet. 
Setiap perusahaan pasti mengalami pergantian karyawan. Jadi, kalau ada karyawan yang sudah tidak mau lagi bekerja di perusahaan kita, ya nggak usah dipikiri, apalagi dimasukkan hati. Nah, bila pergantian karyawan ini sudah bisa dihadapi dengan tenang dan kepala dingin, maka proses rekrutmen bisa dijalani tanpa gejolak emosi. 
Selanjutnya, kita toh sudah tahu job desc yang nantinya harus dikerjakan oleh si karyawan baru. Dari situ kita harusnya tahu ciri-ciri, profile dan karakter yang tepat untuk posisi itu. 
Ada baiknya, meski sedang tidak ada pergantian karyawan, kita tetap melakukan rekrutmen. Setidaknya, kita selalu melatih ketajaman dalam membaca karakter melalui interview
Pertanyaan yang muncul, apakah kalau ada kandidat yang baik, harus langsung direkrut? Bila memungkinkan, ya sebaiknya direkrut. Konon, mencari calon bintang itu tidak mudah. 
Bagaimana pengalaman Anda dalam rekrutmen? Apakah saat ini Anda sedang dalam proses rekrutmen? Silahkan kirim e-mail, bila Anda butuh bantuan. 
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar