Senin, 14 November 2016

INVEST DI PROPERTY, BIJAKKAH? - By: Coach Suwito Sumargo*

Banyak pemilik bisnis yang termangu, ketika harga property mendadak naik gila-gilaan. Mereka menyesali, kenapa tidak sedari dulu membeli property? Berdasar pengalaman sebelumnya, maka orang pun mulai ngotot membeli property. Kata mereka: Ini investasi masa depan. Harga property tidak pernah turun. Nah, seperti judul diatas : Bijakkah?
Saya bukan orang yang antipati dengan para 'investor' property. Saya juga bukan expert di bidang property. Tapi, kali ini saya ingin mengajak Anda untuk melihat dari sudut yang berbeda. Pernah tahu A-S-P-C? Asset - Sales - Profit – Cash. Ini sering saya pakai dalam menjelaskan sisi keuangan dari sebuah perusahaan.
Konsep ini saya kutip dari buku The Ultimate Blueprint or an Insanely Successful Business, karangan Keith J. Cunningham.
Dalam menjalankan usaha, kita perlu asset atau modal. Asset ini dibutuhkan untuk menggerakkan atau menghasilkan sales atau penjualan. Bila kita berhasil menemukan formulanya, maka kita hanya butuh sedikit modal untuk menghasilkan penjualan sebesar-besarnya. Dan formula ini bisa berbeda-beda antara satu bisnis dengan yang lainnya. Atau bisa berbeda-beda antara satu pebisnis dengan yang lainnya.
Sales akan menghasilkan profit atau laba. Tentu saja, profit adalah salah satu tujuan kita dalam berbisnis. Dan pengusaha yang jempolan tentu bisa menghasilkan profit optimal. Akhirnya, profit itu harus berwujud uang cash (dana tunai) di tangan kita.
Profit yang hanya tercatat saja di laporan keuangan, tentu tidak cukup bermakna. Profit yang masih diawang-awang, karena masih harus ditagih, tidak bisa memberikan rasa lega, bukan? Nah, setelah duit ditangan, kita seringkali silau (atau khilaf). Seringkali kita berpikiran pendek: ini keuntungan yang jadi hak saya, dan bisa dibelanjakan untuk apa saja.
Dan orang pun seringkali membelanjakannya menjadi property. Property yang dikemudian hari akan naik harganya. Kembali ke pertanyaan saya: Bijakkah?
Mari kita cermati satu persatu dan tolong jawab pertanyaan berikut ini :
1.    Apakah kita masih memiliki hutang? Mana yang lebih penting, menggunakan dana tunai yang ada untuk membayar (melunasi) hutang atau menggunakannya untuk membeli property?
2.    Apakah untuk mendorong sales yang lebih profitable, kita perlu menambah asset (modal)? Mana yang lebih penting, menambahkan dana tunai ini untuk memperkuat modal, atau membeli property?
3.    Apakah kita punya rencana ekspansi? Mana yang lebih penting, menggunakan dana tunai ini untuk mewujudkan ekspansi atau membeli property?
4.    Apakah untuk meningkatkan sales, kita membutuhkan dana untuk membiayai program marketing? Mana yang lebih penting, menggunakan dana tunai ini untuk program marketing atau membeli property?
Dan kita pun masih bisa mempertanyakan banyak hal, mana yang lebih penting, ......atau membeli property? Bagaimana keputusan Anda, masih tetap ingin membeli property?
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:                                           
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Poskan Komentar