Kamis, 13 Oktober 2016

PERJALANAN - By: BARACoaching-ActionCOACH Surabaya

Perjalanan kali ini saya menggunakan maskapai Etihad yang mempunyai Hub di Abu Dhabi. Karena menurut peringkat dunia, Etihad ini masuk di 10 maskapai penerbangan terbaik dunia, maka tentunya saya punya harapan yang sangat besar dengan melihat nama dan hasil penilaian lembaga independen. Ini adalah harapan seorang customer terhadap produk yang dia beli.
Bahkan sebelumnya saya sudah mencari di internet seperti apa nantinya pesawat ini, konfigurasi tempat duduk, tipe tempat duduk, makanan, entertainment dan pramugarinya.
Nah inilah kenyataannya. Masuk pukul 11.00 malam. Di pintu masuk, kebersihan ternyata rata-rata saja, tidak ada yang istimewa. Tempat duduk, yah lumayanlah cukup untuk orang seukuran saya dengan tinggi 180cm.
Setelah take off, mulai buka entertainment video, film tidak terlalu baru tetapi lumayan banyak juga, game standard ada. Nah, masalah timbul ketika kursi anak saya tidak bisa ditidurkan. Wah, 7.5 jam perjalanan dengan kursi tegak akan sangat melelahkan. Ternyata setelah tengok kanan-kiri ada beberapa penumpang mengalami hal sama.
Akhirnya saya berpindah tempat duduk dengan anak saya dan meminta bantuan pramugarinya. Dari beberapa penumpang lain yng mengalami masalah sama, saya termasuk yang bernasib tidak terlalu baik karena kursi saya tetap tidak dapat ditidurkan. Saya hanya berpikir, kalau ini top 10 terbaik di dunia bagaimana yang di luar ini.
Kemudian kita transfer di Abu Dhabi, dengan ganti pesawat yang malah bikin saya deg-degan karena pesawat yang di pakai adalah Allitalia dan mereka beberapa tahun lalu mempunyai reputasi yang kurang bagus, walaupun tahun lalu saham mereka sebagian besar dibeli Etihad. Ditambah dengan kejadian di Etihad, saya hanya membayangkan apa yang akan terjadi. Boarding, pesawat sedikit lebih tua, entertainmet system kelihatan lebih jadul, tapi ternyata kursinya lebih lega, dan yang penting dapat ditidurkan. Pramugarinya yang katanya sangat tidak ramah ternyata ramah-ramah. Wah, bisa istirahat akhirnya untuk next 7 jam lagi.
Pulangnya kedua pesawat adalah kepunyaan Etihad dan mulai dari kursi sampai entertainment system berfungsi dengan baik, tetapi..nah ini tapinya..tempat duduk kami berjauhan dan tidak ada yang berdekatan. Ada yang di no 16, 21, 25, 27 dan 28.
Ketika kita minta untuk yang berdekatan karena kita adalah family dan ada anak kecil, petugas di bandara bilang sudah tidak bisa: “Karena anda di grup tour, jadi tukar saja dengan member grup yang lain”. Akhirnya kita arrange sendiri tempat duduknya. Puji Tuhan penerbangan pertama bisa berdekatan dalam satu deret. Penerbangan kedua (Abu Dhabi – Jakarta) walaupun sudah ditambah dengan meminta bantuan grup tour lain  tetap saja tidak bisa dijadikan satu deret atau berdekatan.
Rangking bagus, pujian tinggi yang sudah dimiliki tidak boleh membuat kita lengah dalam mempertahankan kualitas yang ada. Kalau kita tidak bisa berbenah dan selalu melaksanakan improvement terhadap barang atau jasa yang kita deliver ke customer, maka kompetitor kita akan selalu melihat kesempatan untuk membuat customer kita beralih ke mereka.

Salam The NEXT Level!

0 komentar:

Posting Komentar