Senin, 05 September 2016

MEASURE AND IMPROVE - By: Coach Suwito Sumargo*

"If you can't measure it, you can't improve it". Itu salah satu kata-kata bijak yang paling sering digunakan. Konon, Peter Drucker lah pencetus kata-kata bijak ini.
Saya juga sering 'memaksa' klien, agar menetapkan sebuah angka sebagai titik awal. Misalnya, berapa omzet Anda di bulan Januari 2016, Februari 2016 dan seterusnya. Adanya titik awal yang konkrit ini akan memudahkan kami, klien dan Coach, dalam menentukan sasaran.
Jadi, bila kita tahu omzet terendah dan tertinggi dalam 6 bulan terakhir, maka kita bisa menajamkan sasaran. Misalnya, mencapai omzet yang 10% lebih besar dari omzet tertinggi dari 6 bulan terakhir tadi.
Saya berikan sebuah contoh, bagaimana menerapkan 'measure and improve'. Seorang staf dibagian penjualan dalam 2 bulan terakhir tidak mampu mencapai target yang ditetapkan. Bila diperhatikan, dia sudah mematuhi semua petunjuk dan arahan. Dia sudah menelpon sedikitnya 20 customer lama.
Dia sudah menawarkan barang-barang, sesuai saran atasannya. Dia juga tergolong orang yang rajin dan tertib dalam bekerja. Laporan kerja harian selalu dibuat dan tidak pernah terlambat. Semuanya sudah terukur. Jadi, dimana 'salahnya'? Di bagian mana yang perlu kita perbaiki?
Sang atasan bersama dengan si staf, bersama-sama meneliti kembali semua prosedur dan aturan. Lalu, ditelitilah profile customer-customer yang jadi tanggung jawab si staf. Dan customer-customer itu mulai dipilah-pilah, dengan kriteria-kriteria baru. Setiap customer dipetakan kembali, menurut pola pembelian 6 bulan terakhir.
Nah, setelah selesai pemetaan ulang, si staf diminta untuk mulai menguji coba serangkaian script baru. Ternyata, dari 6 script yang diuji cobakan, 4 diantaranya menunjukkan hasil yang memuaskan. Meskipun dalam cerita singkat diatas, saya tidak memberikan angka-angka, Anda bisa menerka hasilnya, bukan? Yaa, staf tersebut membaik kinerjanya.
Sekarang Anda juga bisa mem-praktek-kannya. Atau, Anda ingin kami bantu? Silahkan ceritakan kesulitan Anda dan kirimkan melalui email ke suwito@baracoaching.com
Mari menggunakan kata-kata bijak Peter Drucker : "If you can't measure it, you can't improve it"
Sumber inspirasi artikel ini:
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Poskan Komentar