Senin, 08 Agustus 2016

KOMUNIKASI YANG JELAS - By: Coach Suwito Sumargo*

Kita sering jengkel, ketika 'perintah'  kita tidak dilaksanakan dengan baik oleh karyawan kita. Entah tidak dilakukan tepat waktu atau sudah dilakukan, tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita. Kita simak saja cerita berikut ini.
Suatu saat, saya makan siang dengan seorang teman. Sambil menunggu makanan disajikan, teman saya minta ijin untuk menelpon karyawannya. Begini katanya: “Aji, nanti kamu bawa mobil saya ke bengkel, dan suruh montirnya memeriksa bunyi-bunyi yang kita dengar tadi. Kalau biaya perbaikannya mahal, suruh bengkelnya telpon saya dulu yaa? Thanks.”
Karena makanan sudah tersaji, kami pun makan dan pembicaraan beralih ke topik yang lain.
Selesai makan, teman saya menelpon kembali. “Gimana Aji?... Kenapa ndak telpon dulu?”. Dengan nada marah, teman saya menutup telpon.
“Kenapa?” tanya saya.
“Sopir bodoh banget. Sudah tak bilangi suruh telpon dulu...eeh malah dah diputusi ganti onderdil macam-macam. Lha biayanya jadi mahal!”, demikian ucapnya dengan nada jengkel.
Kalau dicermati, ini cuman sekedar cerita tentang kebodohan si sopir. Atau miskomunikasi. Tapi bagi saya, ini jelas kecerobohan teman saya, yang tidak memberi batasan yang jelas, seberapa mahal yang membuat si sopir harus minta ijin dulu.
Kita pasti sering mengalami hal seperti ini. Dan ini bukan masalah bodoh-pinter, tapi lebih ke jernih-tidaknya komunikasi dan batasan yang seharusnya jadi kesepakatan bersama.
Mari kita pikirkan, apa yang perlu diperhatikan agar kita tidak terjebak di situasi semacam ini.
Yang terpenting adalah jangan ‘based on’ asumsi.
“Harusnya dia tau apa yang saya katakan, kan dia sudah lama bekerja di sini, kan dia sudah bla.bla.bla...dan seterusnya”.
Kita mesti tahu dulu kekuatan, kelemahan, dan karakter anak buah kita. Jadi cara berkomunikasi dengan mereka juga berbeda, sesuai dengan tingkat kemampuan mereka dalam memahami apa yang kita katakan. Jangan disama-ratakan.
So, sudahkan Anda ‘memahami’ anak buah Anda sebelum memberi perintah?
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.
- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar