Senin, 13 Juni 2016

QC...PERLUKAH? - By: Coach Suwito Sumargo*

Owner dari sebuah pabrik mengeluh :
“Coach, tolong bantu saya membenahi pabrik.”
“Apa yang terjadi?”
“Ini lho, saya lagi gemes, bagian produksi selalu saja ada salahnya, tidak pernah sempurna. Tiap hari selalu ditemukan ada yang ndak beres. Kemarin, ada yang sekrupnya kurang. Minggu lalu, catnya belang. Itu baru yang ditemukan oleh bagian QC (Quality Control). Belum lagi keluhan yang diterima oleh bagian Customer Service. Tiap hari selalu ada saja claim dan complaint dari Customer.”
“Sebegitu parahnyakah?” Gumam saya dalam hati.
Saya pun lalu menjanjikan kunjungan ke pabriknya. Singkat kata, saya menemukan permasalahannya. Permasalahan pertama ialah para karyawan bekerja nyaris tanpa guidance. Kok bisa yaa?
Ya bisa saja! Karena para manager dan bawahannya adalah orang-orang lama yang dianggap skillful dan terpercaya. Mereka beranggapan bahwa masing-masing sudah tahu tugas dan tanggung jawabnya. Yang terjadi? Justru sebaliknya.
Sebagian dari orang-orang lama, yang tadinya skillful, ternyata memudar. Dan (celakanya) mereka ini berada di posisi penting, yaitu mentor. Para mentor inilah yang akhirnya melahirkan generasi baru karyawan yang tidak skillful lagi.
Solusi atau action pertama ialah menyeleksi kembali semua karyawan dan berusaha menemukan orang-orang yang berkarakter teliti, cermat, detail, konsisten dan tegas. Kemudian melatih ketrampilannya dan menempatkan orang-orang pilihan ini sebagai mentor.
Action berikutnya ialah membuat guidance yang baku dan memastikan agar guidance tersebut dilaksanakan. Guidance dibuat bergambar dan berwarna, agar mudah dipahami. Guidance itu diletakkan di tempat yang eye catching. Lalu ada punishment bila guidance tidak dilaksanakan.
Action berikutnya adalah setiap orang dilatih agar bisa berperan sebagai QC. Dan setiap orang wajib menyampaikan koreksi sesegera mungkin ke bagian sebelumnya, bila ditemukan cacat atau penyimpangan. Ini karena sebagian proses produksi/perawatan seperti 'ban berjalan'. 
Masih banyak rentetan action yang harus dijalankan. Lalu suatu hari, si pemilik pabrik bertanya kepada saya, “Coach, bagian QC dan Customer Service sekarang banyak nganggurnya. Mau diapakan?”
Bila Anda berada di posisi saya, apa jawaban Anda?
Salam The NEXT Level!

* Coach Suwito Sumargo:
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar