Kamis, 19 Mei 2016

FROM GOOD TO GREAT CEO - By: Coach Humphrey Rusli*

Beberapa waktu lalu saya diminta untuk membawakan suatu Master Mind group bertema: Creating Powerful CEO’s. Group ini dihadiri oleh para pemilik bisnis dari berbagai bidang usaha dan kebanyakan peserta ingin mengetahui apa yang membuat perusahaan, khususnya corporate, menjadi solid dan berkembang besar. Apakah karena kemampuan kognitif CEO semata ataukah ada hal-hal lain.
CEO yang handal tentunya akan membawa perusahaan menuju ke tujuan jangka panjangnya, layaknya sebuah kapal yang tergantung Nahkodanya. Untuk itu kemampuan kognitif memang sangat diperlukan dan tidak bisa diabaikan. Namun ternyata yang membuat perusahaan menjadi berkelas dan mempunyai dampak signifikan ke masyarakat luas adalah perusahaan yang dikomandoi oleh CEO yang ber”karakter” dan mampu memiliki team yang juga ber”karakter”. Apa artinya ini?
Survival mode: Perusahaan baru dimulai dan membutuhkan cash or revenue hari demi hari
Stability Mode: Perusahaan sudah mulai mendapatkan ritme kerja, loyal customers dan mulai tersistemisasi
Success Mode: Perusahaan masuk ke masa keemasannya atau kejayaan dan memiliki goal jangka panjang yang terarah dengan baik. Kelimpahan materi adalah salah satu indikasinya, team yang solid dan aturan main yang teratur dengan baik. Customer loyal yang sebagian besar sudah menjadi raving fans menjadi penopang utama di level ini.
Significance Mode: Nah, di sini perusahaan sudah menjadi fungsi penting dan krusial dalam kehidupan masyarakat dan berdampak luas dan dalam secara sosiologis, ekonomis, maupun cultural.  Di sinilah waktu dimana a GREAT CEO akan lahir.
Karakter adalah kombinasi dari sekumpulan kualitas moral, etika, sifat-sifat dasar, kemampuan, pemikiran dasar (default thinking pattern) dari pribadi per orangan. Karakter akan menyiratkan, mendefinisikan, dan membedakan satu orang dengan yang lainnya dan akan menjadi acuan untuk segala tindakan dalam keseharian mereka. Secara sederhana dapat dikatakan, bahwa karakter yang baik akan menentukan masa depan orang tersebut.
Di dalam dunia korporasi, dan dalam kegiatan bisnis yang penuh tantangan dan tekanan,  seringkali yang membedakan perusahaan yang berdampak (significance) dan kurang berdampak terhadap lingkungan adalah seberapa besar pengembangan dan pengaktualisasian  karakter ini terbentuk. Karakter ini tentunya bukan hanya milik CEO semata namun yang lebih penting adalah karakter top level management secara keseluruhan.
Pengembangan dan aktualisasi karakter dimulai dengan penerimaan dan pengakuan terhadap nilai-nilai di setiap individu para pemimpin di korporasi tersebut. Penguasaan coaching skills memampukan CEO untuk membangun genuine interest terhadap pribadi para eksekutif, dan tidak lagi semata mata menghargai mereka hanya sebagai alat untuk mencapai sasaran perusahaan saja.
Pendekatan coaching akan membuat hubungan menjadi lebih produktif dan para eksekutif mempunyai wadah untuk mendapatkan feedback atas performa kerja mereka selama ini, bukan untuk kepentingan perusahaan semata, namun lebih kepada kepentingan akan pengembangan diri untuk kebaikan mereka sendiri.
Para CEO dengan skill coaching akan mampu untuk membantu para eksekutif mengidentifikasikan  kekuatan dan kelemahan masing-masing pribadi mereka dan untuk kemudian disinergikan dengan aspirasi pribadi dan karir mereka. Dampak coaching ini akan membawa para eksekutif mempunyai inner driving force yang akan terus menerus menarik mereka sedikit demi sedikit menuju ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, mendaki dan menaklukkan tantangan yang lebih besar dari sebelumnya.
Sudah siapkah anda membawa perusahaan dan diri anda sendiri “to be the best you can be”?

* Coach Humphrey Rusli:
-     Pelatih bisnis dengan pengalaman International Marketing selama lebih dari 15 tahun.
-     Pemenang International Coach of The Year 2012 (Australia), 2013 (Beijing) dan 2014 (Indonesia).

- Telah membantu kliennya meraih peningkatan profit dari 20% hingga 2000% melalui sesi-sesi coachingnya.

0 komentar:

Posting Komentar