Kamis, 10 Maret 2016

OVER EXPOSED - By: Coach Ruaniwati*

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Media Dynamics, Inc. tentang paparan iklan di media, diketahui bahwa rata-rata konsumsi media orang dewasa tumbuh dari 5,2 jam sehari pada tahun 1945 menjadi 9,8 jam (atau 590menit) pada tahun 2014. 
Wow, bayangkan angka ini sejenak! Itu artinya lebih dari sepertiga waktu kita dalam 24 jam atau lebih dari setengah waktu kita dalam kondisi terjaga.
Saat ini kita mempunyai kendali lebih besar terhadap media yang dipilih (TV, radio, internet, koran & majalah).  Kesimpulan studi ini yaitu ada 360 paparan iklan sehari dan hanya 150-155 iklan yang mendapat perhatian, dan lebih sedikit lagi jumlahnya yang di-ingat, apalagi yang menghasilkan penjualan.
Penelitian ini sebenarnya membandingkan paparan iklan antara tahun 1945, 1985 dan 2014, namun ada hasil lain yang menunjukkan peningkatan luar biasa dari aspek lamanya seseorang terpapar oleh suatu iklan. Yang menarik, walaupun waktu paparan lebih lama, namun jumlah pesan yang di-ingat relatif sama dari tahun ke tahun. 
Jadi, walaupun seseorang menghabiskan lebih banyak waktu terpapar iklan, bukanlah merupakan indikator bahwa suatu pesan/iklan bisa menghasilkan atau membawa dampak.
Lebih jauh dari penelitian itu disebutkan, 30 tahun yang lalu seseorang melihat kurang lebih 2.000 pesan per hari dibandingkan 5.000 pesan hari ini. Pesan bisa melihat bungkus suatu produk, papan nama, merek produk tertentu, dan pesan lainnya, bukan hanya iklan.
Berikut beberapa angka yang disajikan:
Rata-rata jumlah semua pesan, iklan dan paparan brand per orang per hari : 5.000 pesan.
Rata-rata jumlah paparan “iklan saja” per hari : 362 iklan.
Rata-rata jumlah iklan yang diperhatikan per hari : 153 pesan.
Rata-rata jumlah iklan yang memperoleh awareness per hari : 86 pesan
Rata-rata jumlah iklan yang memberikan kesan (engagement) dan diingat per hari: 12 pesan
Intinya yang paling penting adalah menaikkan engagement sehingga customer bisa mengenali dan tidak teralihkan oleh ribuan pesan lainnya
Apa manfaat penelitian ini bagi kita pebisnis? Tentu kita perlu semakin jeli menempatkan pesan-pesan (tidak selalu berupa iklan) yang tepat kepada orang-orang tertentu yang sesuai dengan target kita, sehingga menimbulkan perhatian, awareness, diingat dan menghasilkan kesan dan ikatan tertentu (engagement). Baru setelah itu, pesan kita dapat dikonversikan menjadi penjualan.
Terlalu banyak paparan tidak selalu bisa menghasilkan penjualan, tetapi paparan yang cukup untuk orang yang tepat dapat menghasilkan bukan hanya penjualan jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Pesan apa yang Anda ingin expose hari ini?
Salam The NEXT Level!

* Coach Ruaniwati:
-     Pelatih bisnis yang telah makan banyak asam-garam di dunia Marketing, Branding dan Advertising selama lebih dari 15 tahun.

-          Aktif membantu para womanpreneur dan start-up entrepreneur melalui siaran radio di She 99.6 FM, Mercury 96.0 FM dan aktifitas belajar-mengajar di berbagai kampus terkemuka Surabaya. 

0 komentar:

Poskan Komentar