Kamis, 17 Maret 2016

BANDARA - By: Coach Ruaniwati*

Bagi Anda yang harus melakukan perjalanan dengan pesawat, baik itu untuk urusan bisnis maupun berlibur pasti tidak asing dengan tempat ini. Orang berpapasan dan lalu-lalang di sini, dan semuanya pasti berkaitan dengan aktifitas menunggu. 
Bagi saya, aktifitas menunggu adalah waktu untuk mengamati perilaku orang lain, kalau sedang bosan membaca buku atau di "wajib"kan menulis artikel seperti ini (sedikit curcol) .
Jika "traveling" sendirian, mereka ini biasanya asik di gadget, kadang tersenyum-senyum sendiri (jaman dulu jika orang senyum-senyum sendiri dianggap gila, jaman sekarang dianggap wajar dengan gadget di tangan), atau jika "traveling" bersama teman/ keluarga, mereka berbincang-bincang (walaupun banyak juga yang tetap asik dengan gadget-nya).
Kalau sedang kumat isengnya dan "traveling" sendirian, saya biasanya menantang diri sendiri untuk berbincang-bincang dengan orang yang tidak saya kenal (yang sangat jarang terjadi). Kadang jika beruntung saya menemukan lawan bicara yang menarik, ya lumayan lah.
Yang pasti terjadi adalah rasa "bosan menunggu". Kebosanan ini bisa berubah menjadi kemarahan jika ada delay karena alasan apapun dan tidak adanya kejelasan informasi. Saya pernah menyaksikan sekelompok orang begitu marah karena tidak ada informasi pasti kapan terbang, sampai- sampai petugas penerbangan harus memanggil "security" bandara. 
Luapan ini bisa dimengerti walaupun tidak perlu, karena tidak mengubah keadaan, pesawat akan tetap delay. Namun sayangnya tidak semua orang bisa menahan diri jika stres, capek dan kadang perlu menunggu lama tanpa kepastian.
Reaksi lain dari kejadian yang sama untuk sebagian orang adalah kembali ke tempat duduk dan melanjutkan menunggu, ada yang mengomel, ada yang tanpa komentar, pasrah :).
Apa lagi yang menarik dari perilaku orang di bandara? Oya, ada yang mengisi waktu dengan belanja (walaupun kita tahu barang yang dijual di bandara harganya jauh lebih tinggi dari harga normal). 
Sejauh yang saya tahu di bandara-bandara di Indonesia, biasanya ruang tunggu cukup nyaman, kecuali jika delay berkelanjutan, sehingga terjadi penumpukan penumpang.
Well, Anda mungkin bertanya-tanya apa poin cerita saya ini dan apa hubungannya dengan bisnis?
Silahkan Anda kaitkan sendiri kalau ada dari cerita saya yang bisa Anda ambil hikmahnya (atau malah tidak ada ya. Hehehehe...)
Anyway, tulisan ini saya buat untuk mengatasi kebosanan saya menunggu di bandara hehehehe. 
Khusus buat Anda yang sedang menunggu, Selamat menunggu, enjoy!
Salam The NEXT Level!

* Coach Ruaniwati:
-      Pelatih bisnis yang telah makan banyak asam-garam di dunia Marketing, Branding dan Advertising selama lebih dari 15 tahun.

-          Aktif membantu para womanpreneur dan start-up entrepreneur melalui siaran radio di She 99.6 FM, Mercury 96.0 FM dan aktifitas belajar-mengajar di berbagai kampus terkemuka Surabaya. 

0 komentar:

Poskan Komentar