Senin, 30 November 2015

LOKASI STRATEGIS, MASIH PERLUKAH? - By: Coach Suwito Sumargo*

Hampir di semua kota, pebisnis sejenis terkumpul di suatu lokasi. Contohnya di Surabaya, pedagang spareparts mobil terkumpul di Kedungdoro. Pedagang peralatan teknik terkumpul di Raden Saleh. Pedagang ban terkumpul di daerah Undaan, dan sebagainya.
Di pusat perbelanjaan (Mall), pedagang emas dan perhiasan terkumpul di satu area. Penjual makanan terkumpul di satu area yang lain. Pedagang baju atau fashion terkumpul di area yang berbeda. Sehingga timbul anggapan, bahwa lokasi tersebut adalah strategis bagi jenis atau kelompok barang dagangan tertentu.
Dalam hal ini, arti strategis bagi pebisnis adalah karena tokonya lebih mudah ditemukan oleh konsumen atau calon pembeli. Dengan demikian, barang-barang di tokonya akan mudah ditemukan oleh konsumen yang butuh barang tersebut. Bisa juga si pebisnis berpikir, lokasi tersebut strategis karena gampang dijangkau dari rumahnya. Atau orang mungkin akan berpikir bahwa sebuah lokasi strategis karena jalanan menuju kesana tidak macet.
Tapi, apa kata konsumen? Bagi konsumen, strategis bisa berarti lokasinya mudah dijangkau. Strategis itu bisa berarti dari tempat itu, konsumen bisa dengan mudah kemana-mana. Strategis juga bisa berarti di satu lokasi tersedia berbagai keperluan (one stop shopping).
Berkumpulnya pedagang sejenis di suatu area tertentu memang memudahkan konsumen atau calon pembeli dalam mencari produk yang diinginkan. Sebaliknya, ini menjadi tantangan bagi para pedagang/penjual.
Karena dengan berada di satu lokasi atau area yang sama, maka calon pembeli jadi lebih mudah membanding-bandingkan keunggulan satu produk dengan yang lainnya. Sehingga, bila sebuah produk tidak punya deferensiasi yang kuat, maka akan lebih sulit terjual dan dianggap sebagai barang biasa/komoditi.
Bagi pebisnis yang masih membutuhkan tempat berjualan atau tempat men-display barang-barang dagangannya, maka lokasi strategis masih jadi pilihan utama. Meskipun demikian, terkadang terjadi anomali, yaitu meski lokasinya tidak strategis ada saja bisnis yang tetap sukses. Memang, lokasi strategis bukan satu-satunya penyebab sukses-gagalnya sebuah bisnis.
Ada banyak faktor yang bisa membuat sebuah bisnis sukses. Misalnya: kwalitas produk yang sangat bagus. Atau produk tersebut punya diferensiasi yang kuat. Atau strategi marketingnya yang jempolan. Atau punya brand/merk yang kuat, dan lain sebagainya. 
Belakangan, banyak pebisnis yang sukses melalui internet (bisnis online). Berjualan secara online, punya cara tersendiri. Dan mereka ini seringkali tidak butuh tempat atau lokasi yang strategis. Apakah Anda punya kisah tentang kiat sukses yang sudah teruji? Atau Anda mungkin tidak setuju dengan uraian diatas?
Salam The NEXT Level!


* Coach Suwito Sumargo:
- Memiliki pengalaman membangun Bisnis Keluarga dan franchise otomotif yang sukses selama lebih dari 30 tahun.
- The Winner Supportive Coach of The Year 2014.
- The Winner System Award 2014.

- Telah banyak membantu kliennya mendesain bisnis yang lebih efektif, lean dan lincah serta lebih menguntungkan dengan mengurangi bahkan meniadakan kebocoran-kebocoran dalam bisnisnya.

0 komentar:

Posting Komentar