Kamis, 03 September 2015

VISI ATAU HALUSINASI - By: Coach Humphrey Rusli ***

Mungkin kita para pelaku bisnis sudah sering mendengarkan tentang kata visi dalam bisnis, sudah sering mendengar judgement, bahwa kalau tidak ada visi, perusahaan kita akan sulit berkembang jauh ke depan. Begitu banyak perusahaan besar, baik di dalam maupun di luar negeri yang memiliki visi yang begitu mempesona. Mungkin juga karena ini, kita lantas cepat-cepat mencari apa sebetulnya visi kita dan kemudian sibuk menyusun kata-kata nan indah untuk kita rangkai menjadi visi kita.
Semua ini sebetulnya baik dan sungguh disarankan. Namun, alangkah baiknya jika kita paham dulu apa itu visi dan bagaimana visi yang benar dibentuk. Jangan-jangan, visi kita hanya sebatas kata-kata indah dan masuk ke kategori sekedar halusinasi semata. Kita tidak ingin itu bukan?
Lalu apa unsur penting pembentuk visi yang benar? Ada 3 hal paling fundamental yang harus kita penuhi untuk membentuk visi yang powerful!
1.       What is Your Passion?
Apa yang kita senangi? Apakah pekerjaan dan bisnis yang kita geluti ini sesuai dengan semangat dan panggilan hidup kita?
Nah, hati hati. Tidak semua pekerjaan dan bidang usaha bisa kita cintai secara langsung. Contoh bila kita punya usaha sedot tinja. Sudah barang tentu kita tidak (bila masih normal) mencintai tinja, bukan? Lain ceritanya jika kita buka usaha bakery. Mudah bagi kita untuk mengatakan saya passionate dengan bakery!
Lalu bagaimana? Passion atau hasrat ini tidak selamanya harus terhadap konten (bakery dan tinja adalah konten), namun sebaiknya kita passionate terhadap konteksnya.
Apa contoh konteks? Misalkan kita buka usaha toko baju. Alih alih kita passion terhadap baju dan garmen, kita passion dalam "membantu mempercantik konsumen". Perhatikan perbedaannya! Contoh lain, kita menjual lipstik, kontennya adalah Lipstik, konteksnya membuat wanita tampil cantik dan percaya diri.
Kalau anda bisnis sedot tinja, bagaimana? Apa konteksnya? Mungkin anda bisa passionate dalam menciptakan konsumen yang puas dan memuji anda, atau anda passionate terhadap kebersihan dan pekerjaan yang detail, dan sebagainya.
Silahkan anda latihan membuat konteks untuk bisnis anda yang benar-benar anda punya passion di situ.

2.       What Are You BEST At?
Poin kedua dalam membuat visi adalah mengukur apakah apa yang anda lakukan bisa dikategorikan yang terbaik atau belum? Dan jika belum bagaimana usaha anda untuk memperbaikinya?
Ada 2 aspek yang perlu anda ukur:
A. The Best secara teknis
B. The Best secara non teknis
Apa perbedaannya? Secara teknis berarti anda jagoan sesuai bidang usaha anda. Contoh jika anda tukang potong plat, maka anda yang paling jago potong plat di kota, desa, provinsi anda, semua plat anda kenali, jenis alat potong anda hafal di luar kepala, dan bahkan anda berani membuat seminar tentang bagaimana memotong plat yang profesonal dan benar.
Secara non teknis berarti anda sangat jago dalam hal-hal komplimentari. Contoh anda tukang plat yang paling jago membuat konsumen terbahak-bahak karena lelucon anda (mungkin anda melawak sembari memotong plat, atau menyanyi sembari memotong plat, dan sebagainya). Atau anda adalah tukang potong plat yang paling cepat dalam melayani, atau anda tukang potong plat yang paling necis dan perlente, dan sebagainya.
Di Surabaya ada toko elektronik yang terkenal bukan karena kepiawaiannya terhadap barang elektronik, namun toko ini terkenal karena "kelengkapannya". Bukan saja kelengkapan dalam hal variasi merek TV, kulkas, mesin cuci saja, namun juga mampu melayani puluhan variasi jenis pembayaran kartu kredit dari puluhan bank retail di Indonesia. Lengkap bukan?
Nah, silahkan latihan menentukan dimana anda bisa menjadi yang terbaik? Di sisi teknis, non teknis, atau kedua-duanya?

3.    Do You Make MONEY?
Tentu ini faktor terpenting yang membedakan apakah visi anda benar-benar bisa bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan atau hanya bertahan seumur jagung. Bagaimana menjawab ini?
Ada pertanyaan-pertanyaan sederhana yang bisa anda jawab dan diskusikan dengan partner bisnis atau teman anda:
A. Apakah konsumen atau calon konsumen anda peduli dengan apa yang anda kerjakan?
B. Cukup banyakkah yang peduli?
C. Mengapa mereka peduli? Apa problem yang anda pecahkan yang memang calon pelanggan anda sedang butuhkan saat ini?
D. Apakah problem ini akan masih ada 5, 10, 15, 50 tahun lagi? Ataukah problem ini akan hilang dengan sendirinya dengan kemajuan jaman?
E. Seberapa mandirikah calon pelanggan anda bisa memenuhi kebutuhan ini tanpa pihak lain (anda)?
Nah, silahkan anda jawab pertanyaan-pertanyaan di atas.
Jika anda sudah menemukan 3 hal paling mendasar untuk membuat visi seperti dijabarkan di atas, anda sudah siap merangkai kata-kata indah. Semoga bermanfaat!
Salam the NEXT Level!


*** Coach Humphrey Rusli:
- Coach of the Year 2014 (BEF Award Indonesia 2014);                                                 
- Sales Coach of the Year 2012 se-Asia dan Australia;

- Associate Coach of the Year 2013 tingkat Internasional (44 negara).

0 komentar:

Poskan Komentar