Jumat, 04 September 2015

Soft Selling Training - TIGA KUNCI KEBERHASILAN SOFT SELLING

Banyak sales tidak menyadari, bahwa soft selling merupakan teknik penjualan yang harus dikuasai selain hard selling. Soft selling, yang disebut-sebut sebagai teknik dasar negotiation skill ini berkaitan dengan strategi (taktik) menjual yang tujuannya membuat konsumen tidak merasa ‘dirugikan’ atau mau membeli tanpa merasa ‘dijuali’, bahkan bangga membeli/ menyepakati kerjasama.
Setelah mengupas beberapa tema penjualan (sales) sebelumnya, kali ini ActionCOACH BARACoaching Surabaya kembali mengadakan training bertajuk “Soft Selling”, Kamis (27/08/15) lalu. Erfina Hakim, selaku pembicara memaparkan poin-poin penting, mulai apa itu soft selling, hal apa yang harus dihindari, bentuk dan teknik, sampai tips bertanya dalam soft selling.
“Dalam soft selling, yang terpenting adalah tekniknya, bukan medianya. Jadi bagaimana kita menyampaikan secara persuasif, nampak dalam visualisasi fisik yang wajar bahkan elegan, dan jauh dari kesan mendesak atau provokatif,” ujar Erfina.
Lebih lanjut, wanita yang akrab dipanggil bu Fina ini menyampaikan 3 kunci yang perlu dicermati dalam menjual dengan teknik soft selling.  Pertama, menyampaikan dari sudut pandang dia (pembeli). Poin ini bisa dilakukan dengan memahami temperamen calon pembeli, menemukan kebutuhan, bukan keinginan pembeli, dan paham teknik komunikasi dengan pembeli.
Kedua sesuai dengan kondisi Anda (penjual), dan terakhir melakukan dig deep atau menggali informasi lebih dalam tentang calon pembeli.
“Semua komposisi di atas harus Anda sempurnakan dengan pemilihan kata-kata (words), permainan voice, dan tampilan body language atau bahasa tubuh. Dalam penjualan, body language memegang peran sebesar 55% dalam keberhasilan closing dengan pembeli. Lebih besar dari 2 poin sebelumnya, words hanya 7% dan voice hanya 38%.”
Dalam training half day ini, wanita yang dikenal sebagai trainer yang friendly dan selalu ceria ini menyampaikan beberapa tips teknik bertanya dig deep (menggali lebih dalam). Pilihan kata tanya apa saja yang sebaiknya dipakai dan kata tanya apa saja yang justru harus dihindari. Sebelum kemudian sharing dengan para peserta tentang bagaimana prakteknya dan kendala di lapangan.
Erfina menegaskan, mengaktifkan ‘radar’ soft selling seperti mengaktifkan HP kita. Buka akses untuk banyak berkenalan bahkan bertemu orang dan terus instrospeksi teknik komunikasi dari sudut kita.

“Saya harap setelah pelatihan ini, para peserta bisa dengan mudah men’drive’ dan menutup (closing) penjualan secara elegan, dan lawannya (pembelinya) justru antusias dengan kita,” harap wanita yang punya passion terbesar mengajar, melatih dan berbagi pengalaman dengan orang lain ini. 

0 komentar:

Poskan Komentar