Senin, 21 September 2015

CASH IS KING - By: Coach Suwito Sumargo**

Beberapa minggu terakhir, kurs USD menjadi hot topic. Di setiap forum pertemuan pengusaha, saya selalu ditanya dan dimintai pendapat/nasehat: “Coach, ini sudah krisis bukan? Apa yang harus kita lakukan?” atau “Menurut Coach, kapan krisis ini berakhir?”.
Yang terjadi sekarang ini, krisiskah? Andai memang benar krisis, apa yang bisa kita lakukan?
1. Cash
Jaga dan pertahankan agar perusahaan tetap masih bisa mendapatkan fresh-cash, sesedikit apapun. Dimasa krisis tahun '97 - '98, fresh cash saya peroleh (antara lain) dari penjualan asset non-produktif.
2. Hemat
Perketat dan kurangi segala macam pengeluaran. Prioritaskan pengeluaran hanya yang essential saja. Penghematan yang paling berkesan di tahun' 98 ialah memotong gaji direksi.
3. Hutang dan Piutang
Salah satu pengeluaran yang harus diperketat adalah pembayaran bunga dan cicilan. Peninjauan ulang perjanjian hutang merupakan salah satu solusi. Sementara itu, memperpendek umur piutang dan memastikan penagihan akan membantu aliran dana masuk.
4. Creative Sales
Penetrasi ke ceruk pasar baru atau meluncurkan produk baru, merupakan upaya bertahan yang jitu di situasi seperti sekarang. Saya masih ingat, di masa krisis dulu, pabrik susu formula meluncurkan kemasan karton atau sachet yang harganya lebih murah. Saat itu, kemasan refill juga mulai diperkenalkan.
5. Keep It Up
Pertahankan karyawan terbaik Anda. Dan jangan lupa menjaga semangat mereka. Karyawan yang jempolan merupakan asset yang harus dipertahankan hingga krisis berakhir.

Tetaplah optimis, positive thinking: krisis akan segera berakhir. Salam The NEXT Level!


** Coach Suwito Sumargo: The Winner Supportive Coach Award & System Award 2014 (Business Excellence Forum Award 2014)

0 komentar:

Posting Komentar