Senin, 07 September 2015

APA USP ANDA? - By: Coach Suwito Sumargo**

Ketika saya menanyakan: Apa USP Anda? (USP = Unique Selling Proposition), maka kadangkala saya mendapat jawaban seperti ini :
# Produk saya ini sudah ber-sertifikat yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga internasional ternama.
Atau,
# Kami memberikan bukti, tidak hanya sekedar janji.
Atau,
# Perusahaan kami sudah berdiri sejak 50 tahun yang lalu.
Atau,
# Pemilik perusahaan ini termasuk dalam 500 orang terkaya di dunia.
Wah...luar biasa yaa. Tapi, apakah ungkapan-ungkapan ini langsung kita percayai begitu saja? Tentu tidak! Sepintas, sesaat setelah mendengar ungkapan-ungkapan diatas, kita akan menilai 'kebenaran'nya. Tak jarang, dalam hati kita mengumpat: Ah gombal. Dasar Sales.
Jelas, kita tak mudah mempercayai begitu saja kata-kata seperti itu. Lalu, apa yang sebenarnya kita percayai? Konsumen seringkali melakukan pengamatan sendiri dan dia juga melakukan penilaian sendiri.
Salah satu cara yang dilakukan konsumen untuk menilai sebuah produk adalah membuktikannya sendiri. Untuk produk yang nilai rupiahnya tergolong kecil, konsumen akan melakukan pembelian 'coba-coba'. Bila pembelian 'coba-coba' ini memuaskan, maka mungkin dia akan melakukannya sekali lagi di kemudian hari. Dan bila sangat memuaskan, maka dia mungkin akan me-rekomendasikan ke teman atau kenalannya. Dan bila sangat-sangat memuaskan, maka dia akan mem-promosikan. Ini yang disebut 'Buah Bibir' atau 'Word of Mouth'.
Sebaliknya, bila produk yang ditawarkan bernilai mahal dan beresiko (misal terhadap kesehatan), maka konsumen akan mencari berbagai rekomendasi terlebih dulu sebelum memutuskan membeli. Bagi saya, USP itu bukan cuma sekedar omongan promosi dari kita sebagai penjual atau produsen. Entah itu produk bernilai tinggi atau rendah, USP harus MENGENA di hati konsumen.
USP itu harusnya berujung pada pujian dan sanjungan yang keluar dari lubuk hati konsumen. Kita tentu saja harus tetap menyampaikan kelebihan, keunggulan dan keunikan produk atau perusahaan. Dan kita harus terus berusaha untuk memperoleh pengakuan yang tulus dari konsumen atau pembeli. Karena dari pengakuan yang tulus itulah bakal muncul hubungan (relationship) jangka panjang. Dan relationship jangka panjang inilah yang memberikan hasil (transaksi) yang terus menerus.
Salam The NEXT Level!


** Coach Suwito Sumargo: The Winner Supportive Coach Award & System Award 2014 (Business Excellence Forum Award 2014)

0 komentar:

Poskan Komentar