Senin, 24 Agustus 2015

SERVICE - By: Coach Suwito Sumargo**

Ada sebuah cerita yang saya kutip dari sebuah WA group. Di Victoria British Columbia, ada satu SPBU milik pebisnis sekaligus motivator bernama Dunsmuir. Meski hanya SPBU, tapi SPBU ini sangat terkenal dan maju.
Sebagian besar SPBU di AS adalah self service, tetapi di SPBU milik Dunsmuir, ada 4 orang pekerja yg melayani setiap mobil yg datang. Pekerja 1 membukakan pintu dan mempersilakan penumpangnya keluar, kemudian memakai penyedot debu untuk membersihkan bangku dan interior mobil. Pekerja 2 membuka kap mobil untuk mengecek olinya. Pekerja 3 mengisi tangki bahan bakar sambil membersihkan semua kaca jendela mobil. Pekerja 4 mengecek ban mobil. Semua dilakukan dengan ramah dan bersahabat.
Kebanyakan pekerja itu adalah anak-anak muda. Menjadi petugas pompa bensin tentu bukan profesi idaman karena bukan pekerjaan bergaji tinggi. Namun Mr. Dunsmuir selalu menekankan bahwa sangat mungkin pengemudi mobil yg mereka layani adalah calon bos mereka. Artinya, jika mereka melayani dengan baik dan bersemangat, itu akan menjadi promosi yg baik.
Faktanya memang demikian, banyak dari pekerja SPBU itu kemudian direkrut oleh para bos yg terkesan dengan etos kerja mereka. Hal itupun memotivasi para pekerja untuk selalu melayani dengan prima, dan SPBU itu seolah menjadi batu loncatan dan "kampus" kehidupan mereka. Tak heran, SPBU itu selalu kebanjiran pelamar. Dan reputasi SPBU dengan pelayanan istimewa itu juga membuatnya selalu laris.
Yg tak kalah menarik, para mantan pegawai Mr. Dunsmuir juga kemudian selalu mengisi bahan bakar di situ. Kunci suksesnya adalah EXCELLENT SERVICE dan MOTIVASI YANG MENYALA.
Hal itu juga berlaku bagi setiap kita. Dimanapun kita bekerja, apapun yg kita kerjakan, dan bagaimanapun posisi kita saat ini: lakukanlah yg terbaik dan tetap miliki motivasi yg tidak kenal menyerah. Percayalah..kesuksesan hanya menunggu waktunya!!
******
Dalam bisnis, pelayanan (service) yang baik, sering dipakai untuk menarik atau membuat customer semakin ‘lengket’ dengan kita. Hampir semua pebisnis berlomba-lomba untuk memberikan service yang ‘tidak terlupakan’ bagi customer mereka.
Service sendiri ada Service (dengan ‘S’ besar) dan service (dengan ‘s’ kecil). Apa bedanya Service dengan service
Service...dengan 'S' besar, artinya produk atau sesuatu yang kita jual, yaitu: JASA. Sedangkan service...dengan 's' kecil adalah bila kita memberikan layanan sebagai tambahan saja dari produk yang kita jual.
Service dengan ‘s’ kecil merupakan COST. Jadi, kita mesti waspada agar jangan sampai nilainya terlalu besar dan menggerus laba. Oleh karena itu, nilai rupiah service tidak boleh besar. Sebagai contoh, McD mengeluarkan McD Toys (dengan berbagai tema kartun Disney, dsb) sebagai ‘bonus’ jika kita membeli salah satu paket McD. Nah, produk ini yang dimaksud dengan service (s ‘kecil’).
Bila di sebuah perusahaan, service (dengan s ‘kecil’) -nyalah yang justru dicari customer atau jadi andalan/daya tarik, maka kita bisa menaikkan harga produk yang kita jual.
Sebaliknya, Service dengan 'S' besar, yang jadi unggulan adalah jasa. Nilai rupiahnya boleh besar/mahal, sesuai dengan persepsi atas manfaat dan value yang diperoleh customer. Service di sini memang benar-benar menjadi poin utama untuk menarik konsumen, jadi bukan pada produknya.
Bagaimana dengan bisnis Anda? Apakah pelayanan yang Anda berikan kepada customer, termasuk dalam Service (dengan ‘S’ besar) ataukah service (dengan ‘s’ kecil)?
Jangan sia-siakan upaya kita dengan memberikan pelayanan yang premium, secara cuma-cuma alias gratis. Service maupun service, haruslah merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. Yang harus dapat memberikan nilai tambah (baca: PROFIT) bagi kita.
Salam The NEXT Level!


** Coach Suwito Sumargo: The Winner Supportive Coach Award & System Award 2014 (Business Excellence Forum Award 2014)

0 komentar:

Poskan Komentar