Kamis, 27 Agustus 2015

RAHASIA DALAM BISNIS - By: Coach Humphrey Rusli ***

Apakah bisnis jaman sekarang masih ada yang perlu dirahasiakan? Saya masih ingat cara-cara orang tua saya dan teman-teman beliau berbisnis jaman dahulu. Bisnis jaman itu masih sangat kental dengan aroma "secret recipe" alias penuh dengan ketidakjelasan, dan siapapun yang bisa menemukan rumus yang pas di bidangnya akan menuai hasil yang gemilang. Konsep (baca: kepercayaan) ini tak ayal menjadi sangat dijunjung tinggi bagi para pengusaha sejak jaman dulu sampai hari ini. Apa saja yang dirahasiakan?
Mari kita telaah secara singkat, apa saja yang dulu dirahasiakan. Dan apakah jaman sekarang masih perlu merahasiakan hal-hal tersebut.
  1. Supplier
Siapa suppliernya, berapa orang suppliernya, di mana beli barang (kulakannya) dan bagaimana proses pembayarannya. Semua itu TABOO bagi orang lain selain sanak saudara dan orang-orang kepercayaan tertentu untuk mengetahuinya. Ini adalah salah satu rahasia paling mendasar yang dijaga dengan jiwa raga pada jaman dulu. Mengapa? saya kira cukup jelas alasannya. Supplier adalah sumber yang menjamin keberlangsungan komoditas, bila pihak lain tahu, maka si penjual akan mendapat pesaing.
Jaman sekarang : Walaupun masih kurang etis untuk menanyakan langsung, siapa yang mensupply produk tertentu kepada si penjual, namun karena keterbukaan informasi dan semakin sadarnya si supplier terhadap citra dirinya (brand), maka setiap orang akan mendapat akses yang sedemikian mudahnya untuk mengetahui asal usul sebuah produk.
Bahkan bila si penjual sangat concern dengan persepsi tokonya, maka dia sendiri yang akan menunjukkan, bahwa dia ditunjuk oleh si supplier ternama untuk mendistribusikan produk mereka. Di beberapa tempat, bahkan si supplier mencantumkan di kemasannya cara menghubungi dia langsung. Sehingga, siapapun yang membeli produk tersebut akan dapat berhubungan langsung dengan si supplier besarnya bahkan manufaktur nya.
Demikian juga dengan harga beli, kadang (emang tidak semua) berani memberitahukan harga yang harus dibayar secara cukup terbuka, sehingga hampir semua bisa menerka harga pokok penjualan.

  1. Harga Jual / Profit
    Ini juga cukup menarik untuk dibahas. Pada umumnya, konsumen jaman sekarang cukup kritis untuk menanyakan berapa harga pasaran atau berapa harga jual di kompetitor, langsung ke penjual.
Kemudian penjual (yang baik) akan langsung menjelaskan perbedaan kira-kira harga jualnya dan mengapa ada perbedaan harga. Demikian juga sebaliknya, perusahaan yang baik akan menerima kritikan dan memberi kesempatan bagi konsumen untuk meneliti harga di pesaing dan melaporkan ke perusahaan langsung.
"Jika murah beritahu teman, jika mahal beritahu kami" ... kurang lebih begitu slogan di salah satu toko elektronik yang cukup terkenal di Surabaya.
Jaman dulu, ini tidak bisa dan menjadi topik sangat aneh untuk dibicarakan antara konsumen dan penjual.

  1. Gaji Pegawai
Yang menarik di jaman sekarang, gaji pegawai sangat dikomersilkan untuk menarik calon-calon pegawai bagus untuk melamar di tempatnya. Mungkin tidak langsung bernada gaji, namun bisa berupa komisi menarik, bonus jalan-jalan, asuransi, dsb.
Bahkan, antar sesama teman di satu perusahaan, mereka bisa saling paham gajinya tanpa harus bertanya langsung ke pihak tersebut. Ada perusahaan yang memberikan hint-hint perbedaan gaji dan fasilitas untuk setiap jenjangnya. Misal kelas kelompok 1A, 1B, 2A, 2B, dst. Tinggal tanya di jenjang berapa dia, maka kisaran gaji teman tersebut akan diketahui. Menarik bukan?
Jaman dahulu ini sangat..sangat...sangat rahasia.

  1. Racikan atau Resep Masakan
    Bila anda membuka restoran di jaman dulu, sudah pasti anda merahasiakan yang satu ini. Mengapa? karena laris tidaknya restoran anda terletak pada enak tidaknya masakan anda.
Jaman sekarang, restoran yang rasanya enak malah bisa tutup. Sebaliknya, restoran yang rasanya biasa-biasa saja malah larisnya bukan kepalang. Bahkan, dengan semakin merebaknya waralaba, bisnis restoran menjadi sangat terbuka (racikan sudah dalam bentuk sachet, tinggal dimasukkan saja), konsep open kitchen pun makin digemari konsumen.

So, berarti masihkah ada yang dirahasiakan di bisnis jaman sekarang?
Saya terus terang kesulitan mencari, apakah ada yang masih perlu dirahasiakan oleh pengusaha agar bisnisnya langgeng.
Prinsip bisnis untuk langgeng jaman sekarang sudah tidak sama lagi dengan jaman dahulu. Produsen dan penjual harus semakin yakin tentang kualitas pelayanan dan produknya serta wajib memiliki keunikan yang nyata-nyata membawa manfaat bagi konsumennya. Jika kita masih menggunakan prinsip rahasia sana rahasia sini, niscaya kita akan tertinggal.
Masihkah anda menggunakan konsep rahasia di bisnis anda?
Salam the Next Level

*** Coach Humphrey Rusli:
- Coach of the Year 2014 (BEF Award Indonesia 2014);                                                 
- Sales Coach of the Year 2012 se-Asia dan Australia;

- Associate Coach of the Year 2013 tingkat Internasional (44 negara).

0 komentar:

Posting Komentar