Kamis, 30 Juli 2015

INTENSIVE PRACTICE - By: Coach Ruaniwati**

Dalam 7 bulan terakhir, saya meng-hire seorang "personal trainer” untuk melatih otot-otot badan supaya menjadi lebih ramping.
Pada 3 bulan awal, tidak terlihat hasil yang berarti pada otot saya, selain kesakitan pada otot yang dilatih bergantian (biasanya sampai 3-4 hari setelah latihan). Dari minggu ke minggu, bulan demi bulan, sampai mendekati 4 bulan, mulai terasa perubahan, berat badan turun sekitar 4 kg.
Hampir bersamaan dengan pola latihan yang terstruktur, saya juga mulai mengatur pola makan yang baik. Setelah 3 bulan, kebiasaan pola makan menjadi lebih terbentuk. 
Sejujurnya, awalnya saya agak kurang yakin apakah bakal ada hasil, terutama pada saat-saat awal. Ada waktu-waktu selama periode latihan, muncul rasa malas dan bosan.
Setelah berjalan 3 bulan, pelatih saya mulai memberikan lebih banyak variasi gerakan dan menambah beban latihan, bagaimana hasilnya?
Ternyata saya sudah mampu untuk ditambah beban latihan, dan karena otot badan sudah lebih terlatih, rasa sakitnya biasanya hanya sekitar 2 harian.  Saya menyadari bahwa saya mampu karena ada latihan-latihan sebelumnya, intensitas teratur dan seorang pelatih yang bisa ramah pada suatu saat dan galak pada saat yang lain.
Selama proses latihan itu, pelatih dan saya menemukan bahwa ada gerakan tertentu yang tidak membentuk otot tapi menimbulkan cedera bagi saya (setiap orang bisa mempunyai reaksi tubuh yang berbeda untuk gerakan latihan tertentu).
Pelatih yang baik mampu melihat kemampuan orang yang dilatihnya, kapan menambah beban, kapan meningkatkan massa otot, kapan mulai variasi gerakan baru. Mengamati secara berkesinambungan kemajuan, memberi motivasi, memberitahu pengetahuan lain yang relevan dengan latihan, misalnya pola makan yang baik, dan tips lainnya. Mampu menerapkan disiplin jika diperlukan.
Mengapa saya menceritakan pengalaman ini? Karena pengalaman ini mirip sekali dengan proses business coaching. Bisa saja terjadi pada awal pendampingan, seorang pebisnis tidak merasakan hasil berarti di bisnisnya. 
Sama seperti proses latihan yang saya ceritakan tadi, proses coaching juga adalah proses pembentukan otot-otot usaha Anda. Semakin terlatih, semakin mampu untuk mengangkat beban lebih berat dan bervariasi, sehingga semakin baik juga bisnis Anda.
Anda ingin naik ke level usaha berikutnya? Action!

** Coach Ruaniwati: pelatih bisnis dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di bidang marketing, branding, dan advertising.

0 komentar:

Posting Komentar