Senin, 27 Juli 2015

BINGUNG MILIH PENERUS USAHA? - Coach Suwito Sumargo**

"Saya sudah tahu semua yang kamu katakan. Bahkan saya sudah tahu yang akan kamu katakan." demikian sergah teman diskusi saya malam itu. Sejenak, kami sama-sama terdiam.
Teman saya ini, punya usaha yang serupa dengan usaha yang saya geluti sampai sekarang. Bisnis kami sama-sama berkembang dengan pola dan gaya yang berbeda. Setiap kali kami ketemuan, kami selalu terlibat diskusi hangat, membicarakan kemajuan yang telah kami capai. Kali ini kami berdiskusi tentang "siapa yang akan melanjutkan usaha".
Kami pernah membahas topik ini, bertahun-tahun sebelumnya. Dalam memilih penerus usaha, pilihan pertama jatuh pada "Anak Lelaki Tertua". Masalah akan muncul, bila Anak Lelaki Tertua tersebut tidak tertarik pada bisnis ini. Kita bisa saja tetap optimis: bila saat ini belum tertarik, suatu saat pasti tertarik. Tapi yang kadang-kadang terjadi ialah: si anak lelaki (dikatakan) tidak berbakat di bisnis. Konon, anak ini sudah diramal demikian, dan kita mempercayainya. Akibatnya, si anak lelaki itu tidak pernah dilibatkan dalam bisnis.
Sebagai pebisnis, kita mungkin akan mengalami hal serupa, yaitu kebingungan dalam memilih penerus usaha. Dalam tradisi timur, orang tua akan mewariskan ke anak dan keturunan lelakinya. Pola pikir seperti ini sudah jamak.
Dengan tetap memperhatikan bakat, kecenderungan dan talenta masing-masing, kita sebenarnya tetap bisa melatih anak kita untuk terjun di bisnis. Bila dia belum mahir, maka kita bisa menyiapkan karyawan yang men-support dia. Atau, kita menyiapkan bisnis sedemikian rupa, sehingga bisa berjalan dengan sendirinya. Sementara penerus usaha (boleh lebih dari satu), bisa terlibat dalam pekerjaan sehari-hari, sambil belajar dari orang-orang di sekitarnya.
Saya percaya, proses alih generasi akan lebih mudah terlaksana, bila kita membangun bisnisnya terlebih dahulu. Seperti definisi apa itu bisnis sukses, yang dianut oleh ActionCOACH: komersial, menguntungkan dan 'enterprise' yang bisa berjalan sendiri tanpa saya. Wujudkan dulu bisnis yang bisa 'berjalan tanpa saya', maka proses alih generasi akan lebih mudah, bagi siapapun penerusnya.


** Coach Suwito Sumargo: The Winner Supportive Coach Award & System Award 2014 (Business Excellence Forum Award 2014)

0 komentar:

Posting Komentar