Senin, 29 Juni 2015

MIKIRIN PRODUK ANDALAN - By: Coach Suwito Sumargo**

Ketika Handphone (HP) baru mulai diperkenalkan, konsumen tidak berkomentar tentang bentuk dan beratnya. Keunggulan HP saat itu ialah sebagai alat komunikasi yang lebih fleksibel dibanding telepon mobil (yang 'terikat' pada mobilnya).
HP juga dianggap lebih unggul dari pager dan telpon umum, yang merupakan alat komunikasi dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan HP, kita 'nyaris' bisa berkomunikasi dimana saja dan kapan saja.
Saat HP mulai menggejala, saya sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya. Pertama, karena mobilitas saya memang rendah (saya lebih sering di bengkel, ketimbang keluyuran di luar). Kedua, saya jarang menelpon (lagi-lagi karena saya lebih sering di bengkel dan hanya menerima telpon).
Lama kelamaan, ukuran HP mengecil dan ringkas. Kemampuan yang dijejalkan ke dalam alat komunikasi ini semakin banyak, HP pun menjadi multifungsi. Selain punya banyak pilihan nada dering, HP juga bisa menjadi weker karena ada fungsi alarm nya. Jam yang ada di HP pun bisa disesuaikan dengan wilayah keberadaan kita, di belahan Asia, Eropa atau Amerika.
Sekarang, HP bisa berfungsi sebagai kamera, penyimpan data, pemutar lagu, bahkan bisa difungsikan seperti laptop. Entah apa istilah tepatnya: HP yang setara laptop atau laptop yang bisa dipakai menelpon. Entah HP yang bisa berfungsi sebagai kamera atau kamera yang bisa langsung meng-upload ke internet. HP yang sedemikian canggihnya pun menjadi semakin murah dan ringkas.
HP merupakan produk teknologi yang sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen atau pemakainya. Kemudahan dan kelengkapan dari berbagai fitur nya membuat si pemakai menjadi lebih mudah kecanduan. Dan karena perubahan/perkembangannya yang sangat cepat, life cycle dari produk HP juga menjadi sangat pendek.
Orang mudah berubah kegemarannya, berpindah dari merk gadget satu ke yang lainnya. Begitu ada fitur baru, konsumen pun berbondong-bondong membelinya. Bagaimana dengan produk yang kita miliki? Apakah kita 'mikiri' sedemikian rupa? Maksudnya, apakah kita selalu berusaha mencari terobosan-terobosan baru, yang membuat produk kita senantiasa disukai konsumen?
Apakah kita 'mengenali', kapan life cycle produk kita mulai menurun? Apakah kita menjaga agar produk kita selalu di posisi teratas (di benak konsumen)? Apakah kita pernah punya produk yang begitu hebatnya, sehingga ditiru oleh kompetitor? Apa saja keunggulan produk kita selama ini?
Sebagai business owner, kita tidak bisa diam saja atau berpangku tangan. Bahkan ketika kita sedang di posisi tertinggi, sebagai market leader sekalipun, kita harus selalu menyiapkan produk-produk andalan.
Apakah Anda sudah punya produk andalan?

** Coach Suwito Sumargo: The Winner Supportive Coach Award & System Award 2014 (Business Excellence Forum Award 2014)


0 komentar:

Posting Komentar