Sabtu, 20 Juni 2015

LEADERSHIP, BISA DIBENTUK ATAU BAKAT DARI LAHIR? - Moderator : Coach Ruaniwati

Dalam penelitian ini, 52% responden bergerak dibidang jasa dan 48% bergerak di bidang manufacture. 93% dari mereka  memiliki pendapat bahwa jiwa kepemimpinan mereka tumbuh dari proses pembelajaran, sedangkan sebanyak 7% responden berpendapat bahwa jiwa kepemimpinannya tumbuh sejak kecil atau bakat lahir.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang leadership, beberapa peserta Forum Diskusi Grup (FDG) berpendapat bahwa pengertian dari leadership sendiri adalah jiwa kepemimpinan seseorang dimana orang tersebut berada digaris depan yang memiliki pengaruh dan pengikut dalam mencapai suatu visi misi serta memiliki kualitas seperti: bertanggung jawab, konsisten, memiliki integritas, memiliki kecepatan dalam mengambil keputusan dan memiliki banyak strategi.
Jika leadership itu lahir dari bakat, apakah langsung dapat dipakai/ diterapkan di dalam  perusahaan? Mengapa? 80% berpendapat  leadership yang lahir dari bakat tidak bisa langsung dipakai/ diterapkan perusahaan  karena leadership  perlu pengetahuan dan melalui proses/ tahap pengalaman, 20% berpendapat leadership bisa langsung dipakai/ diterapkan diperusahaan.
Jika leadership bisa dibentuk, yang perlu ditanamkan atau diajarkan terlebih dahulu yaitu kedisiplinan,  kekuatan mental, tanggung jawab, dan kemauan belajar tinggi.

Beda Leadership yang Sengaja Dibentuk dengan yang Benar-Benar  Bakat dari Lahir
Leadership yang sengaja dibentuk :
Ø Terkadang ada kendala dalam proses pembentukannya
Ø Leadership yang dibentuk berdasarkan situasi dan kondisi pada saat tertentu
Ø Bukan dari jiwa/ mentalnya sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam membentuk leadership.
        Leadership yang dari bakat:
Ø  Terkadang mengandalkan insting
Ø  Cenderung ditaktor
Ø  Lahir dari bakat sehingga cenderung
     memiliki mental kuat
Menurut coach Ruani jika kita mengingat apa yang dulu pernah kita dengar, seperti ungkapan dari Ki Hajar Dewantara tentang pemimpin, banyak hal yang dapat kita ambil dan implementasikan sebagai seorang leadership. Berikut Pendapat Ki Hajar Dewantara:
1.                       Ing Ngarso Sung Tulodo
2.                       Ing Madyo Mangun Karso
3.                       Tut Wuri Handayani
Ing Ngarso Sung Tulodo’ jika dikaitkan dengan leadership memberikan pengertian sebagai seorang pemimpin kita harus mampu memberikan teladan. ‘Ing Madyo Mangun Karso’, kita juga harus dapat meningkatkan semangat, ‘Tut Wuri Handayani’ yaitu memberikan dorongan atau meluruskan tujuan kembali sesuai dengan arah yang ingin diraih.
Sebagai seorang pemimpin kita juga harus menyiapkan second layer, atau pengganti diri kita jika suatu saat kita berhenti memimpin, apakah itu nantinya anak kita ataukah orang lain.
Beberapa peserta berpendapat bahwa hal yang harus dipersiapkan untuk second layer adalah sharing visi dan misi perusahaan/ dream, succession plan dan dedikasi.
Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa mereka memilih poin tersebut.
·      Sharing visi-misi/ dream, calon seorang leader pertama harus mengetahui visi dan misi perusahaan  dengan jelas, sebelum melangkah untuk menjadi seorang leader.  Sebagai penerjemahannya perlu dibuat langkah-langkah strategis yang berorientasi pada jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi, setiap individu mempunyai acuan untuk bergerak dan mengembangkan kreativitas yang menunjang kemajuan perusahaan.
·      Succession Plan, hal ini sangat berpengaruh pada setiap individu di perusahaan yang memang diproyeksikan/ diharapkan menduduki posisi strategis/ jabatan yang lebih tinggi. Pada saat karyawan itu masuk ke perusahaan, seharusnya sudah ada tes yang jelas (seperti psikotest, tes bakat minat dan lain-lain) supaya kita bisa membangun carreer path yang jelas. Lebih tepatnya  yaitu “put the right man on the right place".
·      Dedikasi, dedikasi dapat dijabarkan sebagai pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha. Di sana mengandung unsur loyalitas, kejujuran, kemampuan personal, memahami job description, visi-misi/ orientasi perusahaan, team work, tanggung jawab dan pencapaian hasil usaha. Hal itulah yang merupakan salah satu dasar yang diperlukan bagi seorang pemimpin.
Selain poin-poin yang diajarkan untuk mempersiapkan second layer, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengukur keberhasilan dari apa yang sudah kita ajarkan dan bagaimana caranya mengukurnya?
Kemudian tanda-tanda seperti apakah seorang leader yang baik itu? hasil survey dan hasil dari forum diskusi kami   menyebutkan beberapa tandanya adalah :
Ø     Memiliki banyak pengikut
Ø     Memiliki kharismatik
Ø     Memiliki integritas
Ø     Berani mengambil tantangan/ resiko
Ø     Memiliki skill dan insting bisnis
Ø     Visioner
Ø     Mampu menciptakan leader baru.
Leadership yang memang sengaja dibentuk dan leadership yang merupakan bakat dari lahir bisa memiliki tingkat kemampuan berbeda tetapi akan tergantung juga dengan orangnya, dimana jika tidak diasah meskipun leadership itu merupakan bakatnya maka tidak akan dapat berkembang berbeda dengan leadership yang dibentuk, meskipun dibentuk tetapi jika terus diasah maka kemampuannya akan lebih berkembang.

Salam The Next Level!
Research & Development Team


0 komentar:

Posting Komentar