Senin, 15 Juni 2015

APA SAJA CIRI PEMIMPIN YANG BAIK ITU? - By: Coach Suwito Sumargo**

Konon, pemimpin yang baik dituntut harus mampu memberi contoh atau jadi teladan.
Wah...saya malah kalah trampil dengan anak buah dan itu berarti saya tidak bisa memberi contoh?
Gimana dong?
Ada lagi, pemimpin yang jempolan itu harus bisa memberi solusi, bila anak buah mengalami kesulitan. Ehm...inipun saya juga belum tentu bisa. Lha wong anak buah saya lebih senior dan berpengalaman.
Gimana nih, apakah berarti saya tidak bisa jadi pemimpin yang baik dan jempolan? Apa sih ciri-ciri pemimpin itu? Mengapa banyak pemimpin gagal, apa saja yang hambatannya?
Seorang pemimpin bisnis, selain memahami kompetensi bisnis yang dijalankan, juga harus menerapkan nilai-nilai moral dalam kesehariannya. Dalam artian, bagaimana dia berhubungan dengan orang lain, termasuk dengan bawahan atau timnya.
Semua orang bisa menjadi pemimpin, tapi belum tentu menjadi pemimpin yang baik. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, sebagai dasar atau pondasi membentuk kepemimpinan yang kuat.
Pertama adalah sikap terbuka terhadap masukan bawahannya. Jika diibaratkan dengan organ tubuh manusia, bawahan atau tim, merupakan alat gerak kita. Untuk membuatnya ‘berjalan’ bahkan ‘berlari’ kita harus tahu cara menggerakkan mereka. Caranya? Dengan melakukan komunikasi intens dan mengerti karakter setiap anak buah, sehingga memudahkan untuk mengarahkan mereka seperti kemauan kita.
Contoh aktivitas untuk membangun hubungan dengan tim bisa dengan melakukan evaluasi berkala. Di sini kita bisa mendengarkan penjelasan, keluhan, pendapat dan respon tentang kebijakan atau hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan. Dan tugas kita adalah mendengarkan dan menjawab, serta memberi masukan dan ‘mendorong’ mereka.
Kedua berhubungan dengan tujuan (visi dan misi) perusahaan dan gairah untuk mewujudkannya. Tujuan perusahaan bukan hanya dibuat ‘sebagus’ mungkin. Sesempurna mungkin. Tujuan itu harus disampaikan dengan tim kita. Sampaikan dengan cara sederhana dan mudah dimengerti.
Gairah dalam mewujudkan visi misi perusahaan bisa membangkitkan semangat tim untuk mengejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari, sampai akhirnya menjadi budaya dalam perusahaan.
Ketiga adalah menetapkan rencana tindakan dan aturan main. Rencana tindakan harus sesuai dengan aturan main yang ada. Sesuai dengan standar dan norma yang sudah ditetapkan atau jadi budaya perusahaan.
Namun, janganlah standar tersebut jadi membatasi ‘gerak’ kerja tim Anda. Doronglah mereka untuk selalu bereksperimen dan berpikir ‘out of the box’. Jangan lupa untuk memberikan mereka reward agar mereka semakin tertantang untuk berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan.
Poin ini juga harus didukung dengan sikap tanggung jawab. Mau bertanggung jawab atas semua konsekuensi terhadap keputusan yang dibuat atau diambil anak buah.
Terakhir, pastikan agar semua orang yang ada dalam tim terlibat. Memberikan perhatian, upaya dan komitmennya kepada bisnis Anda. Kenapa? Agar kerja ‘alat gerak’ Anda tidaklah timpang.
Nah, lalu bagaimana dengan Anda? Sebagai pemimpin, sudahkah Anda melakukan poin-poin dalam bisnis Anda?

** Coach Suwito Sumargo: The Winner Supportive Coach Award & System Award 2014 (Business Excellence Forum Award 2014)


0 komentar:

Posting Komentar