Kamis, 07 Mei 2015

SHERLOCK HOLMES - By: Coach Ruaniwati

Siapa tidak tahu detektif terkenal rekaan Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes? 
Buku-bukunya laris sepanjang masa, filmnya di bioskop selalu di-antri penonton, sampai dibuat berseri. Tak ketinggalan serial televisi beberapa versi. Lengkap!
Mengapa begitu banyak orang nge-fans dengan tokoh ini? Sherlock digambarkan sangat pandai, hampir-hampir dianggap dewa di dunia per-detektif-an :). 
Yang paling menarik adalah kemampuan deduksi yang luar biasa, yang diperoleh dari pengamatan sangat detail. Pemecahan suatu kasus biasanya digambarkan rumit dan tidak dapat ditebak oleh orang pada umumnya. 
Sherlock dapat menghubungkan bukti-bukti detail sederhana sedemikian rupa sehingga dapat mengetahui kejadian sesungguhnya yang memecahkan misterinya.
Selain itu, pengamatan menyeluruh tentang perilaku dan mengetahui motivasi seseorang melakukan suatu tindakan yang membuat Sherlock jadi detektif kawakan.
Apakah kemampuan deduksi dan mengamati hal-hal detail seperti ini dapat kita pelajari dan dibawa ke kondisi sehari-hari perusahaan? Tentu saja bisa jika kita mau!
Bagaimana pengamatan detail dan kemampuan deduksi dapat diterapkan? Coba amati anak buah Anda, apakah jika diperlakukan aturan baru terjadi perubahan perilaku? Positif atau negatif? Apa yang menyebabkan mereka bertindak seperti itu?
Apakah detail-detail sederhana perilaku mereka dapat dikembangkan menjadi perilaku yang baik dan memberi benefit bagi perusahaan?
Apakah Anda punya contoh lain di bisnis Anda yang memerlukan deduksi ala Sherlock?
Selamat jadi detektif!
Salam The Next Level


0 komentar:

Poskan Komentar