Sabtu, 30 Mei 2015

PINTAR ‘MENJUAL’, BELUM TENTU BISA JADI LEADER

Sales yang berhasil mencetak penjualan paling tinggi, belum tentu bisa jadi leader. Hal ini ditegaskan Erfina Hakim, selaku pembicara training “Sales Leadership Training”, Kamis (21/05/15) lalu.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh ActionCOACH BARACoaching Surabaya ini, Erfina juga menjelaskan karakter sales yang belum mampu menjadi seorang leader. Diantaranya sales yang hanya bergerak sesuai instruksi, tanpa memiliki fleksibilitas jangkauan dan hanya setia pada cara aman yang telah tercipta dan terbukti ‘closing’.
“Jadi dia hanya bergerak sesuai rule aja. Hal ini memang sudah benar, namun jadi seperti robot. Monoton, tidak ada ide, cara, dan gaya baru. Padahal dalam dunia sales, kreativitas proses adalah tuntutan untuk menjangkau pasar yang selalu berubah,” papar wanita yang sudah lebih dari 15 tahun bergelut di dunia sales dan marketing ini.
Lalu bagaimana ciri sales yang bisa menjadi seorang pemimpin itu? Erfina kembali menjelaskan calon leader haruslah peka terhadap kedinamisan setiap individu. Kenapa?
“Dalam dunia sales, bukan anak buah yang menyesuaikan terhadap leadernya. Namun sebaliknya, leaderlah yang harus menyesuaikan diri dengan potensi kini dan nanti dari anak buahnya, untuk kemudian mengemas sedemikian rupa dalam kerja tim dan mendobrak penjualan,” tegas penyuka musik beat ini.
Ada 6 pemahaman aspek manusia sebagai individu dinamis yang disebutkan dalam forum ini. Dua diantaranya: pertama berhubungan dengan karakter. Seorang leader perlu paham karakter setiap anak buahnya dan melihat sejauh mana konsistensi pendirian mereka. Selama ini banyak yang mengira bahwa karakter itu bawaan dari lahir dan tidak bisa diubah.
Padahal, karakter itu hanya bersifat semi permanen. Justru yang melekat dalam diri kita adalah temperamen. Temperamen merupakan gaya perilaku seseorang dan cara khasnya dalam memberi tanggapan.
“Misal, ada konsumen pemarah. Nah bagaimana kita tahu atau bisa membedakan apakah sifat ini karakter atau temperamen?” tanya seorang peserta di tengah diskusi.
Dari diskusi dengan peserta lainnya didapat kesimpulan, bisa diidentifikasi salah satunya dengan melihat seberapa lama marahnya itu hilang.
Lebih jauh, pemahaman tentang temperamen memungkinkan seorang sales leader bisa menghandle anak buah sekaligus calon konsumen, untuk meningkatkan penjualan.
Salah satu peserta, Ellen Anatasia mengaku, ada hal baru yang dia dapat dari training ini.

“Satu poin yang paling mengena dan baru buat saya, bahwa sales yang terbaik dalam penjualan itu belum tentu bisa jadi leader yang bisa memimpin anak buahnya,” tutur wanita yang juga pemilik dari EDEN Wedding Decoration ini. 

0 komentar:

Posting Komentar