Sabtu, 23 Mei 2015

55% KUNCI KOMUNIKASI ADA PADA ‘BAHASA’ TUBUH

Sebagian besar pelaku bisnis berpendapat, sales yang handal adalah sales yang pandai ‘bicara’. Padahal faktanya, pendukung terbesar kunci keberhasilan ‘closing’ adalah dengan memainkan bahasa tubuh.
Hal ini dipaparkan Erfina Hakim dalam training “Body Language As Behaviour Detector”, Kamis, (20/05/15) lalu. Bertempat di Office BARACoaching Surabaya, acara ini merupakan bagian dari pelatihan internal untuk klinik kecantikan de Lovely.
Banyak hal dikupas dalam forum ini, diantaranya fakta penting tentang bahasa tubuh.
“Fakta penting yang selama ini tidak disadari tentang bahasa tubuh adalah 55% sebagai pemegang penting dalam keberhasilan komunikasi. Banyak pelaku bisnis yang tidak tahu dan justru terjebak pada pemahaman, tenaga sales dan marketing yang handal itu jika mereka pintar ‘ngomong’,” tutur Erfina selaku pembicara.
Selain fakta penting, para peserta diajak belajar contoh-contoh perilaku non verbal dan aplikasinya dalam pekerjaan sehari-hari. Juga diajarkan bagaimana membaca bahasa isyarat (untuk mengenali perasaan, pikiran, dan niat) yang ‘disampaikan’ oleh wajah, torso, tangan, serta kaki.
“Satu lagi fakta yang kita tidak tahu, bahwa sebenarnya bagian tubuh yang paling jujur adalah kaki,” ungkap wanita murah senyum ini.
“Itulah sebabnya, para pelaku bisnis yang sudah tahu hal ini sering melakukan negoisasi di ruang terbuka, atau yang memungkinkan melihat kaki calon prospeknya,” tambahnya lagi.
Diikuti oleh seluruh karyawan, jajaran manajerial, sampai pemilik perusahaan, acara ini berlangsung seru. Para peserta juga aktif berdiskusi dengan pembicara terkait problem yang mereka hadapi dalam pekerjaan sehari-hari.
Olivia Woen, salah satu peserta mengaku merasa puas dengan training ini.
“Training ini berjalan sesuai dengan harapan saya. Pembicaranya interaktif, all out, dan bisa menghidupkan suasana, sehingga peserta training tidak bosan mengikuti. Hal baru yang saya pelajari diantaranya tentang torso dan kaki sebagai bagian tubuh yang paling jujur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, wanita yang juga pemilik klinik de Lovely ini berharap, setelah mengikuti training ini, timnya bukan hanya bisa membawa diri, namun juga bisa membaca kemauan customer lewat bahasa tubuh. 

0 komentar:

Poskan Komentar