Senin, 23 Maret 2015

KARYAWAN SAYA NGGAK BERKUALITAS? - By: Coach Suwito Sumargo

“Saya kesulitan mendapatkan karyawan yang berkualitas. Karyawan saya ini selalu merepotkan. Mereka berulang kali bertanya dan tidak mau memutuskan sendiri.” Demikian sekilas perbincangan saya dengan seorang pemilik toko.
Saya berkunjung ini atas permintaan Pak Danny (pemilik toko). Sambil berbincang-bincang, bola mata Pak Danny 'berkeliaran' mengamati seluruh penjuru toko. Berkali-kali beliau minta maaf kepada saya, karena beliau harus segera 'mencegat' karyawan dan memberi serangkaian perintah. Ini untuk mencegah agar karyawannya tidak melakukan kesalahan.
Setengah jam kemudian, kesibukan toko pun mereda. Kami bisa berbincang lebih santai. Sambil menghela nafas, beliau berkata, “Ya seperti inilah kesibukan saya, setiap hari. Karena itu, saya tidak mungkin meninggalkan toko ini dan menghadiri seminar. Sebenarnya saya sangat ingin memiliki karyawan yang nggenah dan bisa dipercaya.”
Kejadian seperti ini sangat sering saya temui, ketika saya makan di depot atau belanja di sebuah toko kelontong atau membeli sesuatu di toko bangunan. Dan setiap pemilik usaha melakukan hal yang serupa dengan cerita diatas. Keluhan baru terasa ketika kegiatan usaha mulai tumbuh dan berkembang, ketika pembeli/pelanggan mulai banyak. Dan ketika keluhan makin sering muncul, punya usaha tidak lagi menyenangkan. Malah menjadi beban.
Bagaimana membebaskan kita dari beban ini?
Pertama, pikirkan satu bagian pekerjaan, yang PASTI bisa dikerjakan oleh karyawan-karyawan kita, dengan sempurna. Cukup satu bagian saja, bukan seluruh proses. Kemudian, coba latihkan ke karyawan-karyawan itu dan amati siapa yang menunjukkan tanda-tanda akan bisa melakukannya dengan baik.
Lalu, bagaimana bila karyawan-karyawan itu enggan mengikutinya?
Saya biasanya meminta klien untuk menceritakan ke karyawan-karyawannya, sebuah cerita tentang masa depan perusahaan dan bagaimana peluang karyawan-karyawan itu untuk maju dan sukses bersama. Ini bukan cerita tentang visi-misi yang nggombal, melainkan sebuah cerita atau cita-cita yang disampaikan dengan sepenuh hati, tulus dan jujur. Cerita yang disampaikan dengan penuh semangat. Dan...ternyata tidak banyak pemilik usaha yang mampu melakukannya dengan baik.
Tapi, bila si pemilik usaha berhasil meyakinkan karyawan-karyawannya, maka mereka akan berusaha sebaik-baiknya. Bahkan, tak jarang terjadi kompetisi diantara mereka. Dengan demikian, setiap karyawan itu akan berusaha menunjukkan yang terbaik.
Apa yang kita pelajari dari artikel saya kali ini?
1.    Kuasailah urut-urutan pekerjaan, lakukan pemenggalan-pemenggalan, agar setiap penggalan bisa dilakukan dengan baik.
2.    Menyemangati karyawan dengan menceritakan masa depan perusahaan dan bagaimana mencapainya. Bila kita berhasil melakukannya, maka kita mengajak karyawan-karyawan kita untuk memahami dan melaksanakan visi-misi.
Anda akan belajar lebih banyak, bila Anda menghubungi kami...

Salam The NEXT Level!

0 komentar:

Posting Komentar