Selasa, 03 Februari 2015

Training Tim Ando - TAKTIK SALES: ‘MEMBURU’ ATAU ‘MENANAM’?

Ternyata bagaimana cara kita ‘berjualan’ juga dipengaruhi oleh kondisi pasar atau permintaan konsumen. Itu sebabnya muncul istilah hunter dan farmer dalam sistem penjualan (sales).
Hal ini disampaikan Coach Suwito Sumargo, selaku pembicara dalam training internal yang diadakan oleh PT. Halimjaya Sakti, Selasa (27/01/15) lalu. Pelatihan yang dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta, dari tim sales dan marketing juga jajaran manajerial produsen sandal-sepatu merek “Ando” ini, bertajuk “Sales Made Simple”.
Dalam dunia sales dikenal teknik hunter dan farmer. Para sales yang menggunakan teknik hunter biasanya mereka yang bisa langsung mengenali ‘mangsa’. Lebih tajam dan cepat dalam menjual. Berbeda dengan teknik farmer, yang lebih slow dan tidak langsung menuju sasaran (pelanggan).
Baik teknik hunter maupun farmer bisa digunakan dalam menjual. Seorang sales tidak melulu harus langsung me’nembak’kan jualannya pada pelanggan. Ada kalanya dia harus bergerak lebih ‘slow’, dengan melakukan pengenalan dan pendekatan kepada calon pelanggannya terlebih dulu.
Which technique you choose? Semua itu melihat daerahnya, bagaimana kondisi pasar dan permintaan konsumennya,” ungkap coach Suwito.
Selain teknik sales, pembicara asli Surabaya ini juga mengupas tentang bekal apa saja yang harus dimiliki untuk menjadi seorang ‘penjual’ yang sukses. Bekal ini datang dari lingkungan di luar kita dan dari diri sendiri.
Bekal dari luar seperti mengikuti training secara berkala, pengetahuan tentang strategi menjual dan menghadapi customer. Poin ini tidak terlepas dari peran perusahaan, yang sebaiknya jangan hanya menjual komoditi saja, namun memperhatikan juga kualitas SDM-nya.
Sedangkan bekal dari dalam diri diantaranya meliputi: semangat untuk bekerja dan berprestasi, jujur, loyal, kerjasama (team work), sesuai dengan peraturan perusahaan atau tertib administrasi, sampai mempersiapkan penampilan sebelum menemui customer.
“Pada dasarnya semua karyawan itu memang harus punya semangat kerja dan berprestasi. Manfaatnya bukan hanya untuk perusahaan saja, namun yang terbesar adalah untuk dirinya sendiri. Kalau semangat itu kita punya, maka yang meraih kesuksesan nantinya kita juga,” tegas Coach yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun di dunia bisnis ini.
Lebih lanjut, the Most Supportive Coach 2014 ini juga berdiskusi dengan peserta terkait problem dan pengalaman di lapangan.
Di akhir acara, Handoko Halim selaku Direktur PT. Halimjaya Sakti berharap training ini benar-benar bisa membawa manfaat yang besar juga perubahan positif yang diharapkan.
“Perubahan positif ini sangat berguna untuk menunjang perkembangan perusahaan dan memenangkan persaingan pasar. Lebih jauh, perubahan positif bukan hanya untuk perusahaan saja, namun untuk mereka pribadi juga,” ujarnya. 

0 komentar:

Poskan Komentar