Senin, 26 Januari 2015

PRODUK IDAMAN - By: Coach Suwito

 “Kalau udah (jelas-jelas) punya produk idaman, itu sih pasti gampang mendatangkan pembeli. Karena udah ada daya tariknya, maka pastilah pembeli akan datang dengan sendirinya.” Begitu sanggah salah satu klien saya.
Masalahnya, perusahaan saya masih baru dan produknya juga menggunakan merk baru, kan sulit mendatangkan pembeli. Apalagi mendapatkan pembeli fanatik,” lanjutnya dengan nada tinggi, seolah ingin meyakinkan saya bahwa praktek tidak semudah teori.
Iya, betul. Pada kenyataannya memang sulit dan tidak banyak orang yang berhasil memperkenalkan produk barunya hanya dalam waktu singkat.Demikian saya menanggapinya.
Sebuah produk baru atau merk baru, memang tidak mungkin langsung moncer atau terkenal. Harus ada langkah pendahuluan atau istilahnya: promosi. Tanpa promosi, mana mungkin calon pembeli tahu tentang produk atau merk kita.
Promosi adalah upaya untuk memperkenalkan diri, memperkenalkan keunggulan produk baru dan sekaligus memperkenalkan merk baru. Ada banyak cara memperkenalkan diri dan juga ada banyak media yang bisa digunakan untuk itu.
Tapi, yang lebih dulu kita pikirkan adalah: produk ini bakal bermanfaat bagi siapa? Karena itu, sebelum berpromosi, sebaiknya kita tahu: siapa yang nantinya kita harapkan sebagai pengguna produk kita? Dalam teori marketing dikatakan: kita harus tahu target market dan segmentasinya.
Ketika diperkenalkan pertama kalinya, Teh Botol langsung disukai karena kemudahannya. Tanpa perlu menyeduh, kita langsung bisa menikmati kesegaran teh, dimanapun dan kapanpun. Saat itu, tak ada yang berpikir bahwa teh itu bisa dikemas dalam botol. Tapi, sekarang sudah banyak perusahaan dan merk yang menawarkan kesegaran (dan kepraktisan) air teh. Kepraktisan, juga menjadi ide awal air minum dalam kemasan. Air bersih, sehat (mengandung mineral) yang bisa diminum kapan dan dimana saja.
Pernahkah Anda memikirkan, siapa kira-kira yang bakal jadi pembeli produk Anda? Apa saja yang diharapkan dari produk kita? Lalu, bisakah kita melebihi harapan para pembeli itu?

Kepada Anda, para pembaca artikel ini, yang sudah tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas, silahkan share. Mari berbagi pengalaman, siapa tahu jawaban Anda bisa menginspirasi teman-teman kita. Kirimkan pengalaman Anda ke : suwito@baracoaching.com.

0 komentar:

Poskan Komentar