business-forum

coaches

Senin, 07 April 2014

Forum MGDBGT : KARYAWAN BUKAN HANYA ASET, TAPI ‘PARTNER’ BISNIS


Pemilik bisnis bukan hanya wajib menguasai seluruh aspek bisnis secara seimbang. Namun dibutuhkan juga sinergi dari sebuah tim, yang idealnya terdiri dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah sejalan dengan visi perusahaan. Dalam artian, mereka punya tanggung jawab dan menikmati pekerjaan layaknya pemilik perusahaan, untuk membuat perusahaan mampu bertahan di tengah atmosfer ‘hypercompetition’ demi tujuan keberhasilan yang berkelanjutan.
Hal itu dipaparkan Erfina Hakim, selaku pembicara dalam forum “Membentuk Garda Depan Berdaya Gedor Tinggi”, Kamis (03/04) kemarin di Master Office ActionCOACH BARACoaching PTC Surabaya.
“Dalam situasi yang sangat ekstrim saat ini, banyak pemilik bisnis yang hanya menerima dan memaklumi keadaan, ketika perusahaan sedang dalam keadaan ‘sulit’. Misal “Ah, sepi, maklum habis lebaran, menjelang pemilu…” dan lain sebagainya. Padahal tidak sepenuhnya begitu. Kebanyakan, ada kelalaian sehingga proses kerja tim tidak optimal. Nah, dengan mengikuti forum ini, peserta bisa sharing dan punya pandangan bagaimana membekali tim mereka untuk berhubungan dengan customer dan mendatangkan hasil untuk perusahaan setiap saat,” jelas wanita yang juga sebagai Head of Training Division BARACoaching Surabaya ini.
Beberapa hal yang dipelajari dalam forum ini, diantaranya cara efektif meningkatkan kesetiaan dan produktivitas kerja, trik mendelegasikan tugas dan bagaimana tim menikmati pekerjaan layaknya owner, sampai teknik manajemen untuk mencetak SDM unggul.
“Sebagian besar masalah yang berhubungan dengan tim bisnis adalah salah pilih kandidat dan ketimpangan dalam pendelegasian tugas. Karenanya, penting untuk memahami karakter calon karyawan saat proses interview. Bisa dengan melakukan tes karakter DISC dan VAK (Visual Auditory Kinesthetic),” ungkap Erfina tentang salah satu trik mendelegasikan tugas ke anak buah.
Lebih lanjut, sesuai dengan temanya, wanita yang memiliki selera humor tinggi ini juga memaparkan tentang 4 kunci membentuk garda depan berdaya gedor tinggi yang dianggap sebagai nafas atau mutlak dipunyai sebuah perusahaan. Pertama adalah berkaitan dengan hal personal. Yang dilakukan dalam poin ini adalah mengarahkan SDM, memberi support dan solusi atas permasalahan yang anak buah hadapi, sampai pemberian reward atau penghargaan.
“Penghargaan di sini bukan hanya bersifat fisik saja, tapi juga memberikan pujian-pujian kecil. Misal, berikan tepukan di pundak mereka, sebagai apresiasi bangga dan puas atas hasil kerja mereka,” tambah Erfina.
Poin selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu kompensasi yang layak pada karyawan, serta pemberian komisi yang memberikan challenge (tantangan) buat mereka.
Ketiga yaitu alignment (penyelarasan/ penyesuaian). Berikan akses pada karyawan untuk berkinerja. Jangan pernah menutup mata atau bahkan pura-pura tidak mengerti terhadap prestasi mereka. Dalam prakteknya, bisa dengan memberikan jabatan atau tanggung jawab lebih tinggi yang sesuai dengan perkembangan kemampuan mereka dalam kerja.
“Jika ketiga hal di atas sudah diterima oleh karyawan, bukan tidak mungkin setiap individu dalam tim akan memberikan high performance untuk perusahaan. Intinya karyawan jangan dianggap sebagai aset saja, tapi partner atau mitra pemilik bisnis dalam meraih sukses, ” tegas wanita yang akrab dipanggil Fina ini.
Selain meruipakan ajang diskusi bisnis, acara ini juga sebagai preview program training, yang di tahun 2014 ini diperkenalkan secara terbuka (umum).
“Selama ini training dalam lembaga kami, merupakan bagian dari program coaching, sehingga sifatnya hanya terbatas untuk para klien beserta jajaran manajemennya. Dengan semakin banyaknya permintaan, kami memberikan kesempatan untuk publik mendapatkan layanan program training lepas tanpa harus melalui coaching terlebih dulu,” tutur Fina di sela-sela akhir acara.