business-forum

coaches

Jumat, 21 Februari 2014

Business Mastery - RAHASIA AKTIVITAS PAGI ORANG-ORANG SUKSES


Untuk menjadi sukses dalam bisnis, ternyata bukan hanya skill yang perlu ditingkatkan. Seorang pemilik bisnis juga dituntut bisa mengatur waktu yang terbatas, agar tetap memaksimalkan produktivitas. Baik saat kerja maupun di luar jam itu, termasuk waktu pagi hari. Acara Business Mastery Forum yang diadakan oleh BARACoaching (ActionCOACH East Java & Bali), mengupas tentang apa saja yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang telah sukses, di pagi hari. Bertempat di Office BARACoaching, event yang dihadiri oleh owner bisnis ini menghadirkan Suwito Sumargo, pembicara sekaligus pemilik GBT Laras Imbang.
“Tema acara ini terinspirasi dari buku Laura Vanderkam, “What the Most Successful People Do”. Meskipun ini bukan acara bedah buku, namun saya sengaja mengambil inti sari dan membagikan poin-poin penting buku Laura, yang memotret kesibukan luar biasa para pemilik bisnis. Diharapkan peserta nantinya bisa mengatur waktu agar lebih produktif dan mendapatkan hasil yang efektif, untuk kesuksesan mereka,” papar coach Suwito di tengah acara yang berlangsung, Jum’at (07/02) kemarin.
Dalam bukunya, penulis Laura Vanderkam menyebutkan sebagian besar aktivitas yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang yang telah sukses tersebut. Semua didasarkan pada penelitian ilmiah, yang dipadukan cerita para CEO dan pelaku bisnis sukses, tentang apa saja yang mereka lakukan di pagi hari sebelum kerja.
Beberapa aktivitas itu diantaranya melakukan olahraga (exercise), meluangkan waktu dengan pasangan dan keluarga seperti sarapan bersama sampai menemani si kecil bermain. Ada juga yang memulai aktivitas pagi dengan network, chatting, cek email dan membaca berita. Hal ini dilakukan agar pada waktu siang, mereka bisa fokus ke pekerjaan mereka.
Lebih lanjut, Laura menyebutkan, sebanyak 10,65% orang sukses juga melakukan meditasi di pagi hari.
“Pada umumnya, kebanyakan orang melakukan meditasi pada malam hari, di saat suasana sepi. Namun saat pagi hari, meditasi juga bisa dilakukan. Bayangkan, kita akan mendapatkan suasana yang berbeda, udara yang lebih segar dengan kicauan burung yang tidak kita dapatkan di malam hari. Dan itu akan membuat kita lebih tenang dan rileks,” tutur coach Suwito.
Bagi mereka dengan kesibukan luar biasa, waktu pagi menjadi awal untuk mengatur apa saja yang menjadi prioritas bisnis di hari itu. Ada juga yang mengerjakan ‘proyek’ pribadi (a personal passion project), dalam artian apa yang menjadi impian pribadi, di luar pekerjaan mereka.
Lalu apa saja yang mesti dilakukan agar kegiatan pagi menjadi lebih produktif? Pertama, mengatur jadwal tentang apa saja yang akan kita lakukan untuk mengisi ‘pagi produktif’ kita. Membayangkan pagi yang sempurna (picture the perfect morning), supaya kita punya gairah atau semangat untuk bangun lebih awal.
“Yang paling susah adalah membangun kebiasaan atau build the habit. Kita perlu mengawali dengan tidur lebih awal sehingga kita juga akan bangun lebih pagi dari biasanya (waking up super early). Tumbuhkan kemauan untuk menambah output dan membuat pagi kita lebih produktif,” tegas coach Suwito di akhir acara.

SHARING BISNIS BERSAMA ROTARY CLUB SURABAYA DARMO


BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java & Bali) mengadakan kerjasama dengan Rotary Club Surabaya Darmo, Senin (10/02) kemarin. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 20 pelaku bisnis anggota ROTARY ini, menghadirkan Humphrey Rusli, selaku COO BARACoaching Surabaya sebagai pembicara.
Bertempat di Hotel J.W Marriot Surabaya, acara ini juga merupakan meeting rutin anggota ROTARY Club Surabaya Darmo yang bersifat mingguan. Selain sharing dengan peserta terkait problem bisnis terkini, coach Humphrey memperkenalkan ActionCOACH sebagai lembaga pengembangan bisnis yang fungsinya disamakan dengan fitness center.
“ActionCOACH bukan dokter bisnis. Tujuan kita bukan mengobati bisnis yang sedang sakit. Jika ada yang seperti itu, maka saya sarankan untuk menghire konsultan. Kita bisa dikatakan sebagai fitness center. Jadi bagaimana menjaga agar bisnis tetap sehat sampai menuju kesuksesan,” papar pemenang Associate Coach of The Year 2012 dan 2013 ini.
Lebih jauh, Soeharto, selaku adviser Rotary Club Surabaya Darmo berharap, melalui acara ini ActionCOACH bisa memberikan tips sekaligus strategi bisnis yang berhubungan dengan kondisi saat ini. 

Kamis, 06 Februari 2014

CEO PowerLunch - MITOS-MITOS KELIRU YANG BISA MEMBUNUH BISNIS BESAR

Menjalankan roda perusahaan besar memang tidaklah mudah. Apalagi di era hyper competition dewasa ini. Pemimpin visioner dan produk yang berkualitas, bukanlah jaminan utama untuk menjadi perusahaan raksasa. Lalu apa saja yang harus diperhatikan agar perusahaan besar bisa terus tumbuh dan berkembang, bukan malah kembali ke posisi awal?
BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) mengupas hal tersebut dalam acara CEO PowerLunch bertajuk “How the Big Stay Big”, Rabu (15/01) kemarin. Forum bulanan yang diadakan di Kalimantan Room, Shangrilla Hotel Surabaya ini dihadiri oleh para CEO dari wilayah Surabaya dan sekitarnya.
”Jim Collins dalam risetnya berkata, bahwa perusahaan besar yang tumbuh menjadi raksasa bukan disebabkan karena adanya pemimpin visioner yang hanya fokus pada profit saja. Lebih jauh, dia harus punya idealisme atau prinsip kuat, dan itu bukan profit. Profit hanya menjadi salah satu sasaran antara, bukan yang utama,” jelas Humphrey Rusli selaku Chief Operating Officer (COO) BARACoaching Surabaya sekaligus pembicara dalam acara ini.
Coach Humphrey menyebutkan, ada 11 mitos yang harus dihindari karena dapat membunuh pertumbuhan bisnis. Beberapa diantaranya adanya pendapat bahwa untuk menjadi perusahaan besar, harus punya pemimpin yang karismatik dan visioner. Padahal, faktanya pemimpin-pemimpin besar justru bekerja di balik layar dan fokus pada pembentukan rencana jangka panjang juga mengembangkan tim untuk menjalankannya.
Mitos selanjutnya hanya fokus ke profit. Fakta berbicara, perusahaan akan tumbuh jika pemimpin tidak hanya memikirkan profit, tapi dia juga punya pandangan (prinsip) hidup yang kuat. Profit hanya menjadi salah satu sasaran antara, bukan yang utama.
“Selain itu ada juga pendapat atau mitos yang menyebutkan, diperlukan planning yang rumit dan canggih untuk mencapai puncak bisnis. Pada kenyataannya, untuk menjadi besar diperlukan eksperimen, trial and error, dan terkadang keberanian untuk berbuat salah. Karena tanpa itu semua tidak akan ada yang namanya belajar dan berkembang,” tegas international business coach kelahiran Surabaya ini.
 Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh para pemilik bisnis adalah merekruit orang-orang siap pakai (berpengalaman), agar perusahaanya menjadi besar. Pendapat itu pun sebuah mitos, karena lebih baik menerima orang yang tidak seberapa berpengalaman, untuk dididik menjadi lebih baik dari bawah (home grown) dengan lingkungan yang kondusif.
“Sebenarnya inti dari forum How the Big Stay Big adalah mengingatkan esensi dari perusahaan yang bisa berkembang menjadi raksasa, untuk kemudian belajar menerapkan esensi itu. Selain itu mengeliminasi cara pandang yang salah dan tidak mensupport tujuan perusahaan jangka panjang.”
 Meski begitu, tambah coach Humphrey, tidak mudah untuk menjalankannya. Diperlukan tenaga, waktu, dan effort yang besar. Sebagian besar pebisnis pun masih beranggapan, kualitas superior sebuah produk adalah yang utama, tanpa sadar hal paling penting adalah konsistensi kualitas dan disiplin mendeliver janji, untuk kontinuitas cashflow.
 “CEO diidentikkan sebagai sosok yang sangat sibuk dan tidak punya waktu, sehingga seringkali lupa untuk membuka wawasan dan networking dengan pebisnis lain. Acara CEO PowerLunch ini didesain untuk itu semua. Karena di sini mereka bisa mendapatkan network berkualitas dengan lingkungan belajar yang kondusif,” tutup coach Humphrey di akhir acara.

Pendapat para CEO :
1.       Nirwan Sumargo – GBT Laras Imbang
Sebagai dokter, buat saya tetap penting mengikuti forum bisnis seperti CEO PowerLunch. Banyak hal yang bisa diambil di sini. Saya banyak mendapatkan ilmu bisnis yang belum pernah saya peroleh secara akademik. Lebih jauh juga membuka wawasan saya, terutama dari segi peningkatan pelayanan kualitas kesehatan, sehingga tahu kepuasan konsumen (pasien).
Bagi saya, agar tetap bertahan, pelaku bisnis harus punya visi yang jelas, karena dengan bekal itulah dia akan menjalankan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai goal yang ingin dicapai. Kedua, harus punya empati, baik terhadap tim, orang lain, maupun dengan sesama pebisnis untuk maju bersama.
Terakhir, harus punya kemampuan untuk mengevaluasi. Misal, dalam keseharian saya menjalankan praktek, saya terbiasa menanyakan kepada pasien, seperti mengapa mereka memakai jasa saya? Apa pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan keinginan mereka?
Itu semua membantu saya untuk mengevaluasi dan menempatkan diri, serta menilai sampai sejauh manakah saya.

2.       Daniel P. Tengker – House of David
Menurut pendapat saya, untuk tetap menjadi besar, maka seorang pelaku bisnis harus punya impian yang besar juga. Contohnya, Akio Morita, pendiri perusahaan raksasa Sony, yang mengwali bisnisnya dengan membuat barang-barang elektronik yang mudah rusak. Waktu itu, dia hanya punya impian besar untuk membuat nama Jepang harum di mata dunia.
Selanjutnya jangan hanya mengejar profit. Kita harus punya satu arahan yang akhirnya bisa memotivasi dan menjadi jiwa untuk perusahaan. Kalau kita hanya fokus pada profit, bisa terkalahkan oleh mereka yang punya impian besar.
CEO PowerLunch “How the Big Stay Big” memberikan pemahaman pada saya, bahwa ada banyak hal atau titik yang mesti dipelajari dan dibenahi, karena perusahaan besar atau raksasa juga bisa jatuh.
Selain itu, lebih membuka pemikiran kita tentang apa yang bisa membuat tetap fun untuk terus bekerja (berbisnis), yang itu bukan melulu karena uang. Secara networking, juga banyak memberikan inside, karena bisa bertemu dengan sesama owner bisnis, tahu cara atau pola pikir mereka, dan yang lebih penting bisa sharing dengan mereka.


BAGI ANDA (PEMIMPIN ATAU PEMILIK BISNIS) YANG BELUM SEMPAT MENGIKUTI FORUM DI ATAS, SILAHKAN KIRIM ALAMAT EMAIL & NO. HP PADA COMMENT BOX, UNTUK MENDAPATKAN PENJELASAN RINGKAS MATERI “HOW THE BIG STAY BIG” DARI BUSINESS COACH KAMI.
FREE OF CHARGE !