Senin, 08 Desember 2014

Sustainable Company, Perusahaan yang Berkelanjutan - By: Coach Suwito

Kata sustainable company sering dikaitkan dengan upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup. Tapi kali ini saya ingin menerjemahkannya sebagai sebuah perusahaan yang tahan lama, tahan banting dan tetap populer untuk waktu yang sangat lama, atau perusahaan yang berkelanjutan.
Bila batasan ‘lama’ itu adalah bilangan 5 atau 10 tahun, mungkin kurang relevan. Sebuah perusahaan yang (baru) bertahan selama 5 tahun, masih dianggap belum apa-apa, belum (terbukti) cukup tahan banting atau tahan lama. Padahal, banyak pemilik perusahaan yang sudah ngos-ngosan ketika mempertahankan keberadaan perusahaannya pada 5 tahun pertama.
Bila toh akhirnya si pemilik perusahaan ini berhasil melewati masa 5 tahunnya yang kedua…dengan baik tentunya, maka si pemilik perusahaan ini boleh sedikit lega, dan boleh mulai merasa optimis bahwa perusahaannya bakal bisa bertahan hingga dekade berikutnya.
Ehmm…siapa tahu?

Inovasi Produk dan Merk yang Kuat
Sebuah perusahaan dianggap berkelanjutan, bila dalam kurun waktu dua atau tiga puluh tahun selalu mempunyai produk (atau produk-produk) yang digemari oleh konsumen. Yang produk-produknya senantiasa dicari dan diminati oleh para pelanggannya. Setiap kali melaunch produk baru, senantiasa laris.
Bukan hanya produknya yang dicari, tapi merknya pun sangat dikagumi dan terpercaya. Apple dan Samsung merupakan dua jawara, yang launching produknya hampir selalu booming, fantastis.
Apa sebenarnya yang membuat produk perusahaan-perusahaan ini begitu digandrungi? Tak lain karena mereka mampu menyajikan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen atau pelanggan. Bahkan, perusahaan-perusahaan semacam ini mampu menciptakan trend baru, dan konsumen menggandrunginya, ngefans terhadap merknya.
Perusahaan-perusahaan yang ingin sustainable memang harus rajin-rajin menciptakan produk-produk inovatif. Dan tidak cukup dengan inovatif saja, tapi setiap produk juga harus dikomunikasikan dengan benar, hingga konsumen mendapat persepsi yang pas tentang produk inovatif tersebut. Komunikasi yang tepat inilah yang membuat konsumen antri saat launching sebuah produk baru.
Dan bila sebuah perusahaan selalu mencetak rekor penjualan saat launching produk inovatifnya, maka boleh dibilang perusahaan tersebut berpeluang mendapat julukan sustainable company.


Value dan Vision
Bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut sedemikian konsisten dan menjadi jawara dari tahun ke tahun? Kunci pertama dilihat dari visi perusahaan. Di visi perusahaanlah terletak value apa saja yang ingin dipertahankan sebagai identitas perusahaan. Visi yang mengedepankan kesejahteraan umat manusia, akan lebih tahan lama (sustainable) ketimbang visi yang semata-mata mencari keuntungan pribadi saja.
Itulah sebabnya, ketika sebuah perusahaan menunjukkan kepeduliannya pada pelestarian lingkungan hidup, maka merk perusahaan tersebut menjadi terpercaya. Orang membeli dan menggunakan produknya sebagai penghargaan atas visi perusahaan. Dan…konsumen percaya bahwa produknya benar-benar bagus. Tentang kiprah perusahaan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup, Anda bisa membuka link berikut ini: http://www.coca-colacompany.com/plantbottle-technology/

Kualitas
Ada satu hal lagi yang mungkin dianggap ‘biasa’ pada perusahaan-perusahaan yang tahan lama ini, yaitu: kualitas yang senantiasa terjaga. Kualitas nomor 1 sudah menjadi keharusan, kebiasaan. Bila sebuah perusahaan ingin bertahan untuk waktu yang lama, maka setiap produknya (tanpa kecuali) harus berkualitas nomor 1. Sebuah perusahaan yang sustainable haruslah konsisten menghasilkan produk-produk berkualitas, tanpa kecuali.

Profit
Terakhir, perusahaan hanya akan mampu bertahan lama, bila operasional perusahaan tersebut mendatangkan cukup profit/keuntungan bagi para pemilik (share holders) dan karyawan. Kalau di bagian atas tadi lebih banyak diceritakan tentang benefit di pihak konsumen, maka profit terutama dinikmati oleh share holders.
Share holders tidak hanya menginginkan profit, tapi juga senantiasa bercita-cita memperoleh profit yang sebesar-besarnya melalui investasi seminimal mungkin. Share holders juga sangat gembira, bila investasi yang ditanamkannya mampu bertahan untuk waktu yang lama, dan tetap memberikan keuntungan.
Bagaimana share holders bisa ‘menghemat’ investasi? Salah satu caranya adalah melakukan perawatan terhadap fasilitas produksi. Dengan perawatan yang teratur, maka produktifitas mesin akan tetap terpelihara, masa pakainya menjadi semakin panjang dan tingkat kerusakan dapat diperkecil. Dengan demikian, penggantian mesin atau fasilitas produksi bisa ditunda, bukan?
Tentu saja, bukan hanya keuntungan yang bisa dinikmati oleh share holders, tapi juga kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitarnya. Perusahaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan, tentu akan lebih ‘dicintai’ oleh karyawannya. Dengan demikian, turn over karyawan menjadi rendah dan produktifitasnya meningkat.

Menjadi perusahaan yang tahan lama, tahan banting dan tetap digemari oleh konsumen, karyawan dan masyarakat tidaklah mudah. Benar, bukan?

0 komentar:

Poskan Komentar