Senin, 22 Desember 2014

PRESTASI PUNCAK - By: Coach Suwito

Dulu, ketika saya memimpin sendiri di bengkel, saya pernah melayani 98 mobil, dalam sehari! Tapi, prestasi itu hanya tercapai 1 kali saja dan di tahun-tahun berikutnya sulit sekali mengulangnya. Prestasi puncak yang paling sering dicapai adalah 70-an mobil dalam sehari.
Sebagai seorang yang pernah mencapai puncak, saya berusaha memperbaiki rekor itu. Bahkan saya dengan senang hati mendorong orang lain agar bisa memecahkan rekor saya. Toh saya sendiri pun tak pernah berhasil mengulang prestasi 98 mobil dalam sehari.
Apa saja yang dibutuhkan seseorang, agar bisa mencapai prestasi puncak?
Bagi saya, prestasi puncak bisa saja dicapai secara tidak sengaja, seolah-olah terjadi begitu saja, alamiah. Tapi, sebenarnya mencapai sebuah prestasi itu juga bisa direncanakan.
Pertama, seseorang perlu tahu: berapa kemampuan atau prestasi puncaknya? Bagaimana cara kita tahu kemampuan puncak kita? Hanya ada satu cara untuk membuktikannya: coba dan lakukan saja. Lalu, lakukan lagi lebih baik dan lebih baik lagi.
Kedua, kita perlu tahu: apakah perlu alat-alat bantu untuk mencapai prestasi itu? Apakah ada alat-alat bantu lain yang lebih bagus? Dalam pekerjaan sehari-hari, alat-alat bantu ini bisa berupa mesin (atau peralatan kerja lainnya), teman-teman satu tim, atau sistem kerja yang memudahkan kita menyelesaikan pekerjaan dan … ujung-ujungnya adalah prestasi terbaik.
Yang pernah saya lakukan adalah, membantu teman-teman satu tim untuk bekerja lebih baik, lebih cepat dan lebih akurat. Hasilnya? Mereka berhasil menaikkan prestasi puncaknya, meski belum bisa menyamai rekor saya.
Kemudian, saya menanamkan semangat kompetisi, yaitu berusaha memecahkan rekor terbaik. Entah itu rekor terbaik diri sendiri atau teman se-tim-nya. Semangat berkompetisi, membuat orang menjadi bekerja dengan antusias dan tanpa kenal lelah.
Ini juga saya gunakan dalam beberapa kasus coaching: semangat berkompetisi, memperbaiki prestasi puncak.
Apakah Anda pernah melakukannya?

Share by email: suwito@baracoaching.com

Salam The NEXT Level!

0 komentar:

Posting Komentar