Senin, 29 Desember 2014

PENGGEMAR FANATIK - By: Coach Suwito

Suatu hari saya mendapat undangan untuk hadir di sebuah pagelaran jazz. Saya bukan penggemar musik jazz, tapi kalau saya tidak datang maka saya mungkin mengecewakan si pemberi undangan. Akhirnya, untuk pertama kalinya, saya pun memutuskan untuk menghadiri sebuah pagelaran musik jazz.
Menurut katalog, ada 3 venue berbeda dengan beberapa grup band yang silih berganti menunjukkan kebolehannya. Karena saya tidak tahu grup mana yang bagus, maka saya mendatangi satu persatu venue. Ternyata setiap venue dipadati orang, muda dan tua, berpasangan atau berkelompok.
Ketika salah satu venue jeda, maka penonton pun berduyun-duyun pindah ke venue lain yang sedang menampilkan grup band berbeda sejak setengah jam yang lalu.
Di kerumunan penonton itu, saya bisa membedakan, mana yang ngefans dan mana yang bukan. Yang benar-benar ngefans berdiri atau bergerombol di dekat panggung. Mereka ikut menyanyi bersama penyanyi. Kepala dan tubuhnya bergoyang seirama dengan lagu. Sementara, yang bukan fans berdiri di bagian belakang, asyik ngobrol sambil mengunyah camilan.
Perilaku konsumen bisa diamati dengan mudah. Penggemar berat (fans) bersedia meluangkan waktu, bela-belain, agar bisa mendapatkan produk kegemarannya. Mereka rela antri, berdesak-desakan, demi bertemu dengan idolanya. Mereka ikut bernyanyi, mereka sengaja larut secara emosi.
Grup band yang punya banyak penggemar berat tentu bangga. Didunia usaha juga berlaku fenomena yang sama. Bayangkan, bila Anda punya penggemar atau fans yang fanatik. Betapa bangganya Anda. Pingin punya penggemar fanatik? Cobalah meniru apa yang dilakukan grup band terkenal.

Share pengalaman dan pendapat Anda by email: suwito@baracoaching.com
Salam The NEXT Level!

0 komentar:

Posting Komentar