Senin, 22 Desember 2014

Bincang Bisnis MPdSP - MANA LEBIH PENTING, MENYERANG ATAU MEMPERTAHANKAN?

Survey membuktikan 80% bisnis tidak bisa bertahan sebelum tahun ke-5. Problem yang sering dikeluhkan adalah tidak menemukan strategi tepat dalam bersaing, sehingga banyak pelanggan yang hilang dan berpindah ke ‘lain hati’.
Hal itu yang jadi pokok bahasan bincang bisnis “Mempertahankan Pelanggan dari Serbuan Pesaing”, Sabtu (13/12/14) lalu. Acara yang diadakan oleh BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) ini merupakan acara diskusi yang khusus ditujukan untuk pemilik bisnis.
Coach Humphrey Rusli, selaku Chief Operating Officer (COO) BARACoaching, mengawali acara dengan diskusi pendek dengan para peserta terkait mengapa materi ini dianggap menarik, dan bagaimana mereka (pemilik bisnis) selama ini menjaga konsumen mereka?
Lebih jauh, pelatih bisnis ini juga memaparkan tentang alasan apa saja yang membuat pengusaha gagal mempertahankan pelanggan mereka.
Yang pertama, tidak sadar jika pelanggan mulai tidak loyal. Pelanggan loyal biasanya ditandai dengan repeat order. Selain memastikan pelanggan melakukan repeat order atau tidak, tentu saja sebagai pemilik bisnis, kita juga harus berupaya bagaimana agar mereka ‘balik’ lagi sama kita.
 “Alasan kedua pengusaha sering gagal mem’protect’ pelanggan mereka adalah tidak informatif terhadap konsumen. Konsumen tidak paham produk atau jasa apa saja yang kita miliki. Biasanya kegagalan ini banyak ditemui pada pengusaha retail yang menjual banyak produk, mulai dari baju sampai aksesoris yang bervariasi,” papar Coach Humphrey.
Ketiga, tidak fokus. Jika diumpamakan pemilik bisnis adalah magnet, maka konsumen adalah biji besinya. Semakin jauh biji besi, semakin sulit anda menariknya. Jadi fokuslah terlebih dulu ke pelanggan yang dekat dengan kita. Ada baiknya petakan pelanggan menjadi ring 0, ring 1, dan ring 2.
“Ring 0 adalah orang-orang yang harus anda bidik terlebih dulu. Seperti saudara, teman, atau kerabat dekat yang secara emosional dekat dengan kita. Sedangkan ring 1, secara geografis letaknya berdekatan, misal tetangga sekitar rumah atau tempat usaha kita. Baru kemudian ring 2 dimana terdiri dari calon pelanggan yang benar-benar ingin atau butuh produk atau jasa kita,” lanjut pelatih bisnis Internasional ini.
Nah, sebelum fokus membidik calon pelanggan ring 1 dan 2, lihatlah kembali, sudahkah ada ‘merangkul’ orang-orang di ring 0?
Problem keempat dalam menjaga pelanggan adalah tidak kreatif. Pemilik bisnis dituntut untuk terus kreatif dan inovatif agar pelanggan tidak bosan. Selain itu, agar dia bisa terus berkembang, menghadirkan sesuatu yang baru dan lain daripada yang lain.
Dari keempat poin di atas, benang merah yang bisa disimpulkan, bahwa great offense strategy is the best defense.
“Selama ini, pebisnis hanya sibuk memikirkan cara menyerang atau mengimbangi serangan kompetitor saja, untuk menjaga pelanggan mereka. Tanpa mereka sadari, cara terbaik bukan hanya dengan terus-menerus melakukan itu, namun juga membentuk pertahanan diri. Bisa dimulai dengan memperbaiki sistem intern bisnis kita, terus belajar dan mengembangkan diri agar jadi kreatif dan peka terhadap keinginan dan atau kebutuhan pelanggan kita,” tegas Coach Humphrey di akhir forum.
 Selain materi dan studi kasus, para peserta juga diajak berdiskusi aktif dan bertanya seputar problem bisnis mereka. Salah seorang pemilik bisnis yang hadir, Caswan, mengaku puas mengikuti bincang bisnis ini.
“Forum ini banyak memberikan contoh dan aplikasi daripada hanya teori semata, sehingga mudah dipahami. 80% harapan dan problem bisnis saya terkait tema, terjawab sudah,” ujar pemilik rentcar yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun ini.

0 komentar:

Poskan Komentar