Kamis, 16 Oktober 2014

Tantangan Terbesar di Marketing dan Selling Adalah Terlalu Fokus Memecahkan Masalah (Part 2) - By: Coach Humphrey Rusli**


Pada artikel sebelumnya dijelaskan, OMZET adalah akibat dari strategi yang tepat dan kemampuan problem solving dalam menerapkan startegi itu. Kapan waktu menerapkan problem solving skill yang kita miliki?
Jawabannya adalah, ketika sebuah strategi itu sudah disepakati dan dapat diperkirakan permasalahan baru yang akan muncul dengan dijalankannya strategi itu, barulah kita persiapkan "counter attack" kita dan mempersiapkan solusi-solusi itu.
Jadi, di dalam mendapatkan omzet dan profit yang lebih tinggi, sebaiknya kita menganalisa melalui 3 level yang berbeda:
1. Strategi
Apakah jalan atau cara kita sudah tepat? Dan jika cara yang selama ini kita pakai tidak bisa membawa ke hasil yang kita inginkan, ada baiknya kita mengambil ‘rute’ alternatif. Buat strategi baru.
2. Tactical atau Taktis
Ketika strategi itu sudah dijalankan, apakah kita punya cara untuk menghadapi hambatan/ rintangan, yang bisa muncul ditengah-tengah eksekusi strategi tersebut? Jika belum, latih tim anda. Contoh beberapa pelatihan klasik di sales:
- Bagaimana membuka percakapan,
- Bagaimana menghadapi penolakan,
- Bagaimana menemui owner dan tidak dihambat oleh sekretaris atau satpam di depan?
- Bagaimana menyampaikan value sebuah produk atau jasa premium?
- Bagaimana mendapatkan referal?
- Bagaimana mengubah konsumen antipati menjadi simpati terhadap anda dan produk anda?
- Dan sebagainya.
3. Practical atau level praktis.
Di sini, rutinitas yang sudah terbukti mensupport realisasi sebuah strategi wajib dipertahankan. Disiplin dan ketahanan tim untuk mengulang hal-hal yang sama dan komitmen untuk menyimak dan mencantumkan angka, menjadi kunci utamanya. Apa contoh DISIPLIN yang diperlukan untuk level praktis ini?
Contoh:
- Disiplin mencatat jumlah kunjungan dan cold call,
- Disiplin membuat agenda kerja sehari sebelumnya,
- Disiplin membuat report harian,
- Disiplin waktu,
- Disiplin respons ke konsumen 1x24 jam,
- Disiplin menghubungi konsumen-konsumen lama anda,
- Dan sebagainya.
Mari kita telaah, dari 3 level ini, hanya satu yang membutuhkan problem solving skill yaitu di level taktis, dan itupun harus seirama dengan strategi yang kita inginkan dan disupport oleh DISIPLIN yang baik.
Masalah utama yang sering dihadapi oleh pelaku bisnis dan para klien ActionCOACH justru terletak di level strategi dan atau practical, jarang yang di tactical. Bahkan sering saya menemui, level tactical sales force sebuah perusahaan sudah jauh diatas rata-rata, namun strategi dan disiplinnya, jauh dibawah standar.
Karena itu saya memberanikan diri menyatakan: "Masalah terbesar di marketing dan selling adalah 'terlalu fokus memecahkan masalah'"
Saya mengajak para pelaku bisnis dan pembaca artikel ini untuk tidak terlalu cepat fokus ke masalah. Fokuslah dulu ke strategi, baru setelah ‘clear’, kita bisa memperkirakan potensi masalah apa saja yang harus kita siapkan solusinya.

(**Coach Humphrey Rusli adalah seorang pelatih bisnis Internasional dengan spesialisasi terutama di bidang sales dan marketing. Prestasi beliau diantaranya sebagai Coach of The Year 2014 (BEF Indonesia 2014), Sales Coach of The Year 2012 se-Asia dan Australia, serta Top Number #1 Business Coach yang mengalahkan lebih dari tiga ribu coaches seluruh dunia-Juli 2013)

Share your problem or (success) story with coach Humphrey! 

0 komentar:

Posting Komentar