Rabu, 22 Oktober 2014

Forum HTCBP - GOOD ENVIRONMENT, OBAT AMPUH UNTUK BAD PEOPLE


Bisnis bisa diibaratkan dengan tubuh manusia. Bila 70% komponen tubuh adalah air, maka 70% komponen bisnis adalah people atau sumber daya manusia (SDM). Lalu apa yang terjadi pada bisnis, jika manusianya ‘tidak sehat’? Bagaimana cara mengatasinya?
Menjawab itu, BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) mengadakan sebuah forum bertajuk “How To Change Bad People”. Karena banyaknya permintaan, forum ini sampai diadakan 4 kali dengan tema sama.
Han Tiger Budiyono atau akrab dipanggil Coach Han memaparkan, bahwa masalah dalam bisnis, 40%nya adalah mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dilakukan, 30% waktu dihabiskan untuk pekerjaan ulang dan perbaikan (rework and repair). Dan yang terbesar adalah 90% disebabkan oleh orang-orang yang tidak efektif dan efisien. Nah, orang-orang ini disebut dengan bad people.
“Ada pepatah yang mengatakan, satu apel busuk dalam keranjang, maka satu keranjang akan busuk semua. Efek bad people, bukan hanya pemilik bisnis pusing, tapi lebih jauh, dia akan mengkontaminasi yang lain,” ujar CEO BARACoaching ini dalam acara yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, 04 Okt ’14 lalu.
Tipe karyawan yang tergolong bermasalah adalah mereka yang benar-benar punya karakter buruk atau jelek (bad people) dan mereka dengan kebiasaan buruk (bad habit) dan tidak punya keahlian (bad skills).
Jika memang orang tersebut punya karakter jahat, misal tukang mencuri, tukang fitnah, dll, maka kita tidak perlu repot-repot untuk merekrutnya. Masih lebih baik, orang-orang dengan bad skills dan bad habit yang masih bisa diatasi. Bagaimana caranya?
People dengan bad skills masih bisa diatasi dengan memberikan pelatihan (training) dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan skillnya. Selain kemampuan secara teknis, maka training juga harus mencakup cara pandang atau kedewasaan berpikir, serta kemampuan intelektual yang berkaitan dengan perusahaan,”tutur pelatih bisnis dunia ini.
Dalam mengubah karyawan yang punya bad skills dan bad habit, yang paling penting adalah fokuslah pada 2 hal. Membenahi skill mereka, dan menciptakan lingkungan (environment) yang lebih baik.
“Cara paling cepat mengubah belief seseorang adalah mengubah environmentnya dengan supporting good culture. Culture merupakan serangkaian dari kebiasaan atau habit. Jadi intinya, how to change bad people, yaitu dengan menciptakan good culture. And how to create good culture? Dengan create good habits,” tegas Coach Han.
Untuk melengkapi pemaparan tentang ‘bad people’, Coach Han juga memberikan 8 tipe orang-orang dengan kecenderungan bad habits, dan bagaimana mengatasinya.
Dalam forum berdurasi 5 jam ini, para peserta juga berdiskusi aktif seputar problem dan sharing tentang pengalaman nyata di bisnis mereka. Salah seorang CEO, Daniel Ponda Tengker berbagi pengalamannya menghandle karyawan yang punya habit buruk di bisnisnya. Daniel menceritakan, sebelumnya dia pernah mengikuti forum BARACoaching dengan tema sama 2 tahun lalu, dan mencoba menerapkan apa yang didapatnya dalam bisnis.
“2 tahun lalu, saya mengikuti forum ActionCOACH tentang bad people juga. Saya terapkan ilmunya dalam bisnis, dimana waktu itu karyawan saya memang memberikan omzet besar bagi perusahaan, namun mereka tidak mau dikontrol. Syukurlah, dengan menciptakan culture yang baik dan dijalankan secara konsisten tiap hari, sekarang saya sudah tidak punya lagi problem lagi dengan ‘bad people’. Apa yang saya omongkan ini bukan hanya teori, namun sudah saya lakukan sendiri. Culture itu bisa terbentuk jika kita percaya dan dijalankan setiap hari” papar pemilik House of David Salon ini.

0 komentar:

Poskan Komentar