Kamis, 23 Oktober 2014

BRAND, APAKAH PENTING? - By: Coach Ruaniwati


Beberapa waktu lalu, ketika bertemu dengan seorang pemilik bisnis, beliau menyebutkan bahwa brand adalah sesuatu yang tidak terlalu penting. “Jika saya dapat memberikan harga paling murah dengan brand apapun, maka pelanggan akan datang dengan sendirinya”, demikian beliau menambahkan.
Apa yang disampaikan oleh beliau ini, sering saya dengar juga dari beberapa pemilik bisnis yang lain. Apakah pernyataan ini benar? Apakah kita mau terus menerus terjebak dalam permainan ini?
Apakah “brand” itu?  Brand adalah simbol, nama atau gambar tertentu yang membedakan suatu produk/ jasa dengan produk / jasa yang lain. Jadi kalau begitu, apakah “brand” penting?
Bagi para orang tua, apakah kita dengan sembarang saja memberi nama kepada anak kita? Tentu tidak kan? Malah mungkin, jauh-jauh hari sebelum anak kita lahir kita sudah mempersiapkan, mencari-cari apa arti nama yang akan diberikan kepada anak kita. Bahkan sampai dipikirkan dan diteliti aspek-aspek nama tersebut. Mengapa kita sampai berusaha begitu rupa hanya untuk mencari nama? Karena kita tahu, bahwa itu bukan sekedar penamaan, tapi juga adalah harapan akan jadi seperti apa anak kita. Setuju?
Lalu apa hubungannya antara nama anak dengan brand? Apa relevansinya? Sama seperti itu, pada waktu kita menentukan nama atau brand pada usaha yang kita bangun, kita mengharapkan ada identifikasi yang jelas, antara lain seperti apa sifat-sifatnya?
Jika brand anda dianalogikan sebagai orang, apakah laki-laki atau perempuan? Berapa umurnya? Seperti apa karakter dan sifat-sifatnya? Apa yang kita perlu lakukan supaya kepribadiannya dan ciri-ciri khususnya diketahui atau bahkan bisa segera dikenali oleh pelanggan kita?  Jika bukan kita yang menentukan kepribadian brand kita sendiri, pasti orang lain yang menentukannya untuk kita, sesuai dengan persepsi pelanggan tentang kita yang belum tentu sama dengan yang kita inginkan.
Lebih jauh, brand bukan sekedar nama, logo atau simbol tampilan, namun juga menunjukkan kekonsistenan kita. Tidak hanya produk, namun juga layanan, produksi, proses pengiriman, orang-orang yang ada di perusahaan itu semuanya mewakili kepribadian suatu brand.
Kalau kita menentukan brand (baca: kepribadian) tertentu untuk usaha kita, kira-kira siapa target market yang sesuai? Dengan cara apa kita memasarkannya? Orang-orang seperti apa yang harus kita rekrut untuk menunjukkan kepribadian itu? Training seperti apa yang perlu kita adakan? Proses internal seperti apa yang perlu kita buat supaya cocok? 
Apa yang dilakukan oleh merek-merek terkenal untuk memperkuat “brand” mereka? Hal yang paling menonjol yang saya tangkap dan pelajari adalah mereka terus menerus memperkuat “kepribadian” mereka, menemukan cara-cara tertentu untuk memastikan ciri-ciri mereka yang yang menonjol dapat terus dipertahankan, terhadap para karyawan, suplier maupun pelanggan.
Jadi, apakah brand (baca:kepribadian) Anda? Apakah sudah menentukan brand Anda? Apa saja usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk memperkuatnya?
Have FUN!!!

**Business coach paling bontot di BARACoaching ini akrab dipanggil dengan coach Ruani. Dengan pengalaman selama 16 tahun di bidang sales, marketing, brand dan advertising, beliau memiliki spesialisasi di bidang promotion, brand, advertising, dan marketing strategic

0 komentar:

Posting Komentar