Kamis, 25 September 2014

REKRUTMEN SAMA PENTINGNYA DENGAN PENJUALAN (By: Coach Ruaniwati)


Dalam survei kecil yang dilakukan kepada para klien kami, ternyata 90% mengatakan, bidang yang menurut mereka paling meresahkan di usaha mereka adalah tantangan di SDM (Sumber Daya Manusia).
Tertarik dengan topik itu, saya menanyakan lebih lanjut apa maksudnya. Ada beberapa jawaban umum, misalnya: “Kok kayaknya sulit mencari pegawai yang baik, kalau pandai biasanya tidak bertahan lama karena pindah ke perusahaan yang lebih besar atau  buka usaha sendiri.”
“Jika sudah bergabung, ada aja masalahnya. Dari banyak alasan untuk tidak disiplin sampai tidak mencapai target yang diharapkan. Kok beda ya dengan 10 atau 15 tahun lalu? Kayaknya waktu itu lebih mudah me-manage pegawai”.
Mana yang benar sih? Apakah jamannya berubah sehingga angkatan kerjanya juga berubah, atau kita sebagai pengusaha me-manage dengan cara keliru?
Tentu saja jawaban atas pendapat-pendapat ini dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda, karena antara perusahaan yang satu dengan yang lain kondisinya tidak sama. Namun yang bisa kita kerjakan dengan cara sama untuk semua perusahaan, adalah terlebih dulu memikirkan sumber daya manusia sejak proses perekrutannya.
Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam proses perekrutan diantaranya, dengan mengetahui secara spesifik, bagian apa yang diperlukan, misalnya tenaga penjualan, telemarketing, purchasing, gudang, customer service, dan lain-lain.
Melakukan wawancara serta menggunakan sejumlah tes untuk mengetahui apakah kandidat kita mempunyai kapabilitas seperti yang kita inginkan. Dan paling penting, melakukan proses ini dengan disiplin, untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan kandidat terbaik.
Yang jarang terpikirkan dalam proses rekrutmen adalah pencarian kandidat pegawai seyogyanya dilakukan seperti pada waktu kita melakukan proses pencarian pelanggan. Untuk proses penjualan kita rela membuat strategi, perencanaan dan menjabarkan pelaksanaannya secara rinci. Biasanya dengan konsisten kita lakukan, karena jika tidak, maka pendapatan perusahaan jadi taruhannya. Sebenarnya proses rekrutmen tidak jauh berbeda. Jika saja kita melakukan proses yang sama dengan penjualan maka mendapatkan karyawan yang cocok, tentu tidak lagi sulit.
Setelah kita merekrut karyawan yang baik dan cocok, maka selanjutnya adalah proses hubungan yang dibangun antar karyawan maupun dengan atasan. Bagaimana Anda melakukan hal ini di perusahaan Anda? Sistem seperti apa yang kita anut untuk manajemen sumber daya manusia kita?

Silakan share problem Anda dengan kami, pada kolom komentar di bawah.

1 komentar:

  1. Tjandra Eko - Distributor makanan minuman.
    Cari Sales itu susah lho. Betul...saya ini, distributor makanan-minuman, kesulitan mencari sales baru. Pelamar2 yang ada, baik muda maupun yang senior, emoh jadi sales. Kadang mereka minta gaji tinggi yang ndak masuk akal. Tapi, sering2 mereka masuk cuma 2 atau 3 hari, lalu tidak muncul lagi. Menghilang begitu saja, seperti ditelan bumi.
    Padahal saya melakukan proses rekrutmen yang sama, seperti yang saya lakukan 6 tahun yang lalu. Dulu, banyak pelamar, muda2 dan bersemangat. 4 diantaranya masih bekerja dengan baik, sampai sekarang.
    Saya nggak tahu salahnya dimana, mungkin bisa dibantu menemukan solusinya.
    Terima kasih.

    BalasHapus