Jumat, 15 Agustus 2014

Training “ADAPTATION SKILL TO SUCCESS” : MENGENAL SENI PERBEDAAN UNTUK KESUKSESAN



Adaptasi merupakan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adaptasi juga ditengarai sebagai salah satu faktor yang bisa mendukung kesuksesan. Lalu apa saja kendala dalam menyesuaikan dengan lingkungan yang berbeda? apa saja yang mesti dilakukan agar cepat beradaptasi?
Beberapa masalah ini dikupas oleh Erfina Hakim, pembicara dalam kepada tim Toeng Market, Selasa (12/08/14) lalu. Acara yang bertempat di Ballroom Las Vegas, Office BARACoaching Surabaya (ActionCOACH East Java-Bali) ini merupakan satu dari rangkaian training untuk tim Toeng Market.
Di acara tersebut Erfina bertutur, bahwa masalah dalam melakukan adaptasi, bukan pada orangnya yang enggan atau tidak mau melakukan penyesuaian, namun lebih karena setiap orang terlahir dengan pribadi berbeda.
“Persoalan adaptasi yang utama bukan pada mencari di lingkungan sama. Tapi bicara tentang bagaimana kita bisa menghasilkan dan berkembang optimal justru di tengah perbedaan. Karena dalam kehidupan, kita akan bertemu dengan orang-orang yang berbeda, di lingkungan yang berbeda pula,” papar wanita yang suka bergaya sporty ini.
Lebih jauh, Bu Fina juga menjelaskan beberapa keahlian yang nantinya akan bersaing di abad-21. Pertama, Interpersonal Skills, dimana seseorang mampu membangun, menjaga atau menyelesaikan konflik dalam hubungan.
Kedua, Customer Service Strategy, merupakan kemampuan seseorang dalam menyatukan dan menjalankan strategi pelayanan. Ditandai dengan pemahaman bahwa melayani orang lain merupakan kunci keberhasilan atau kesuksesan.
Berikutnya, Kreatif. Kemampuan seseorang dalam berpikir dan bertindak secara innovatif. Dia bisa menciptakan ide baru yang kreatif dan solutif. Intinya sesuatu yang baru, berbeda, dan bermanfaat.
Keempat, Thinking System (keahlian berpikir), kemampuan seseorang untuk menguraikan dan memahami masalah secara lebih terperinci. Dengan perincian itu, seseorang diharapkan bisa membuat prioritas tugas, berdasarkan tingkat kepentingannya.
Kelima, keahlian Pengembangan Diri. Yaitu, kemampuan dalam menyadari kelemahan dan kekuatan sebagai proses pembelajaran bagi dirinya. Di poin ini, seseorang punya rasa tanggung jawab untuk mengembangkan diri, dan punya inisiatif untuk melakukan proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Terakhir, Keahlian Teknis. Dimana seseorang mampu menggunakan pengalamannya dan mengaplikasikan pengetahuan atau keahlian tertentu. Salah satunya ditandai dengan mampu mendemonstrasikan skill yang relevan dengan pekerjaan.
“Dari keenam keahlian di atas, yang lebih fight dan siap bersaing di era dewasa ini, adalah mereka yang punya bekal keahlian beradaptasi.”
Lalu apa saja yang dibutuhkan agar seseorang sanggup bertahan di tengah perbedaan? Diantaranya, sanggup menjalin hubungan dengan siapapun, dapat memberikan respon yang tepat terhadap situasi baru, dan dapat menangani tugas secara bersama-sama tanpa mengurangi kualitas.
Salah satu peserta training, Handoko, bertanya sesuatu yang berbeda itu implementasinya seperti apa.
Implementasinya yaitu keterbukaan menerima perbedaan dan melakukan hal positif yang mungkin belum pernah kita coba sebelumnya.
“Segala apapun di dunia pasti berubah, terbukalah dan jangan pernah takut melakukan sesuatu yang berbeda, karena dalam perbedaan kita belajar seni berhubungan dengan orang lain,” tegas Bu Fina.
Di akhir acara, wanita kelahiran Malang ini membagikan tips untuk mudah beradaptasi. Selain menyadari bahwa hidup tidak bisa sendiri, juga harus sadar bahwa banyak karakter berbeda, yang menuntut kita wajib ‘keluar’ dari zona nyaman. Dalam artian bukan hanya bergaul dengan seseorang di lingkungan yang sama dan sesuai kepribadian kita. Namun lebih jauh, bergaul dengan orang-orang berbeda, untuk belajar melihat dari banyak sudut pandang, yang nantinya bisa membuat diri kita berkembang.
Terakhir yaitu cermat mendengarkan dan mengenali sosok ‘pemegang kunci’. Yang dimaksud dengan pemegang kunci di sini adalah mereka yang paling dominan dalam satu kelompok atau komunitas.
“Semua hal itu harus didukung dengan sikap seperti senantiasa tersenyum dan bergairah, tampil secara natural atau apa adanya, serta memiliki inisiatif untuk membuka percakapan.”
Tantangannya adalah ada orang yang cepat dalam beradaptasi, dan ada pula yang lambat. Lalu termasuk manakah Anda?

0 komentar:

Poskan Komentar